
Jira tersenyum tulus. "nggak apa-apa. seperti yang kamu bilang, jalani aja dulu". kata Jira santai."kalau kamu mau nelpon silahkan karena disini ada sinyal. habis itu kita turun aku tunggu di luar" kata Jira pergi meninggalkan Zafa di dalam pondok.
......................
kini Jira sedang bersama anak-anak panti yang girang membuka oleh-oleh dari Jira saat habis makan malam. Jira juga tampak senang dan bahagia melihat senyum di wajah anak-anak yang tak memiliki ibu dan ayah itu. sama seperti dirinya.
"nak Zafa bisa kita bicara? " tanya bu Arsy menghampiri Zafa yang juga ikut menemani anak-anak panti membuka oleh-oleh.
"boleh bu"
"kita bicara di taman belakang aja" ajak bu Arsy
sampai ditaman belakang panti bu Arsy dan Zafa duduk di bangku taman. bu Arsy juga membawa teh panas untuk teman ngobrol mereka.
"nak Zafa sudah lama kenal Jira? "
__ADS_1
"belum bu hanya beberapa bulan" jawab Zafa santai
"kata nak Jira kalian dalam masa pendekatan" tanya bu Arsy
"hhmm... bisa dibilang begitu" jawab Zafa ragu
"kenapa?"
"maksud ibu?" tanya Zafa tak paham
"ntah lah, aku sendiri juga nggak tau pasti" jelas Zafa bingung
"nak Zafa ibu tau kamu adalah orang terpandang. dan pastinya kamu akan mencari calon istri yang bibit, bebet dan bobotnya jelas. memang anak ibu bukan wanita yang sempurna. Jira hanya gadis biasa dia cuma punya hati yang tulus untuk siapa pun. ibu yakin kamu bisa melihatnya sendiri" Jelas bu Arsy lembut
Zafa hanya diam mendengarkan wanita berumur 50 tahun di sampingnya kini.
__ADS_1
"meski dalam hidupnya Jira sering kecewa tapi dia tetap memiliki hati yang ikhlas menerima dan yakin bahwa hidupnya sekarang adalah yang terbaik dari tuhan. dan ia yakin suatu saat nanti hidupnya pasti akan bahagia. jangan meragukan sesuatu yang tidak pasti nak Zafa kalau kamu tidak mau nantinya menyesal" nasehat bu Arsy
"maksud ibu? " tanya Zafa mengerutkan dahi
"ibu tau sekarang Miko ingin kembali padanya. karena Jira sering cerita sama ibu. Jira itu wanita yang memiliki hati lembut. sedikit saja tersentuh dia akan luluh.
" ibu tau Miko? " tanya Zafa penasaran
bu Arsy mengangguk. "dulu Miko sering kesini nemanin Jira pulang setiap bulannya dari kuliah.Miko itu anak yang baik, makanya Jira sangat yakin dan percaya pada Miko dulu. sampai-sampai mereka berencana menikah. tapi itulah manusia saat cobaan datang dia malah lari menghindar dan memilih jalan yang salah.
" lalu apa Jira cerita kalau dia akan kembali pada Miko? " tanya Zafa khawatir
"untuk saat ini Jira masih melihat apa Miko benar-benar berubah. hanya itu,tapi kedepannya kita nggak ada yang tau nak Zafa. apakah keraguan kamu akan dikalah oleh sebuah perjuangan atau perjuangan akan dikalahkan oleh keyakinan" kata bijak bu Arsy membuat Zafa berfikir keras. "ibu masuk dulu ya nak Zafa,sudah malam" pamit bu Arsy.
"ah...i..ia bu silahkan duluan. saya sebentar lagi juga akan masuk" kata Zafa sedikit gugup
__ADS_1
Zafa kembali mencerna setiap perkataan yang di ucapkan oleh bu Arsy. apa memang Zafa terlalu takut untuk mulai mencintai Jira. lalu jika memang nantinya Jira dan Miko kembali bersama apa Zafa yakin bisa melepas Jira meski belum mencintai wanita itu. entahlah Zafa masih bingung dengan perasaannya sendiri. setidaknya Zafa masih memiliki waktu sampai Tristan pulang. dan sampai saat itu dia akan meyakinkan hatinya.