
"gue nggak ada baju ganti Zafa"
"lo bisa pakai baju gue" jawab Zafa santai
"tapi gue nggak mau ya pakai dalaman lo lagi. gede banget ngeri gue lihatnya" kata Jira bergidik ngeri
"lo bayangin isinya" goda Zafa
"ih, apaan sih, kurang kerjaan bangat gue bayangin gituan" tolak Jira ketus
"hahaha" tawa Zafa pecah di dalam mobil
"kenapa lo ketawa, jangan bilang lo bayangin gue makenya" tanya Jira menyelidik
"hahaha... nggak bukan" jawab Zafa menahan ketawa."lo ngeri sama sarangnya, apa lagi sama isinya gue nggak bisa bayangin, jangan-jangan lo pingsan" zafa semakin tertawa
"iihh, Zafa apaan sih lo mesum" pekik Jira memukul Zafa
"gue nggak mesum, asal lo tau ukuran gue itu banyak di puja sama cewek-cewek, lah baru kali ini gue dengar ada cewek bilang ngeri sama sarangnya" jelas Zafa lagi
__ADS_1
"jadi itu barang udah lo pamerin sama cewek-cewek" tanya Jira dingin
"eh jangan sembarangan lo ya. gue masih perjaka ya. kalau soal ukuran ada tuh lembaga surveinya. jadi gue tau lah ukuran gue termasuk golongan yang kecil, sedang atau besar" jelas Zafa percaya diri
"ih apaan sih omongan lo nggak bermutu, pokoknya gue mau pulang ke kontrakan aja" rengek Jira
"nggak bisa, kontrakan lo itu jauh banget, yang ada kita bisa telat ke pestanya nanti, lagian ini tu udah sore" jelas Zafa
Jira memilih memesan baju ganti lewat aplikasi di ponselnya. sekalian juga memesan makanan dan minuman.
sampai di apartemen Zafa. Jira berjalan memasuki apartemen itu sambil mengedarkan pandangannya memeriksa setiap sudutnya.
"kadang-kadang kalau gue malas pulang atau kalau mama sama papa nggak dirumah. gue lebih suka menyendiri" jelas Zafa melepas jas kerjanya
"pantasan tante Fanya suka curhat kalau lo jarang pulang kerumah"
"kalau lo mau istirahat di kamar aja. disini ada 2 kamar" jelas Zafa "gue ganti baju dulu"
"ho-oh ntar gue cari sendiri kamarnya, sono lo pergi" usir Jira mengibaskan tangannya.
__ADS_1
Jira lebih memilih merebahkan badannya di atas sofa besar itu sambil memainkan ponselnya. tak lama Zafa kembali dengan kaos polos dan celana pendeknya lalu duduk di dekat Jira yang tengah rebahan.
"katanya lo mau mandi" tanya Zafa
"bentar Lagi, emang lo udah mandi? " tanya Jira mengangkat kepala melihat Zafa
"nanti aja pas mau berangkat"
"o, o" Jira membulatkan mulutnya dan bangkit untuk duduk. "kita kebutik jam berapa? "
"jam setengah 8 aja, butiknya dekat dari hotel mutiara, gue juga udah bilang sama orang butiknya" jawab Zafa yang sedang menonton tv
Jira melihat jam di layar ponselnya. "kalau gitu gue mandi dulu" kata Jira beranjak pergi, kemudian ia kembali menghampiri Zafa. "fa gue mandi dimana" tanya Jira bingung pasalnya ia tak membawa perlengkapan mandi
Zafa berdiri berjalan menuju kamarnya dan diikuti Jira dari belakang. "lo mandi di sini pakai sabun mandi gue aja, nah kalau mau cari baju ganti itu dikamar ganti, lo cari aja sendiri" tunjuk Zafa
"hehehe... makasi" pinta Jira menampilkan jejeran giginya. "eh tapi nanti ada kurir datang anterin makanan sama baju ganti gue, lo tolong bayar ya" pinta Jira cengengesan
"hhhmmm... " jawab Zafa keluar kembali keruang tamu.
__ADS_1