
...3 bulan kemudian.......
Jizana Milena Moon dan Jizalio Orlando Arsenio
Itulah nama yang disematkan Zafa pada kedua bayi kembarnya. Diawali dengan JIZA menandakan bahwa kedua anaknya adalah pewaris dari JIZA Company dan juga singkatan dari nama ia dan sang istri.
Satu bulan ini semua berjalan normal setelah melewati masa-masa sulit untuk dapat bagun kembali menata hidup yang hampir hancur. Seluruh keluarga kini menetap di kediaman Farjana yang sanggat besar itu, mulai dari Lila dan Zen juga Jhoni.
Mereka semua bahu membahu dalam mengurus baby Ji. Semua atas kemauan Zafa, sesuai janjinya pada sang istri anak-anak mereka akan mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari seluruh keluarga, Zafa tak mau anak-anaknya di asuh oleh orang lain.
"Anak-anak Daddy sudah wangi ya ,ganteng dan cantik," sapa Zafa hal pertama yang dilakukan saat sampai rumah dari pulang kantor.
"Ia dong Daddy, Zana sama Zalio habis mandi sore. Daddy mandi dulu,bau acem," balas Fanya menirukan suara anak kecil.
"Wah, anak Papa pada mau kemana sore-sore begini," timpal Zen ikut menyapa dua bayi yang tampak mengemaskan itu.
"Kita mau jalan-jalan sore depan rumah Mas, aku sama Mama Anya habis mandiin sikecil," jawab Lila.
"Kalian bersih-bersih dulu, habis magrib acara syukurannya akan dimulai," sambung Fanya pada Zafa dan Zen.
"Aku ke atas dulu ya Mam," kata Zafa dan di susul Zen juga ikut pamit menuju kamarnya.
"Para opa pada kemana ya Ma?," tanya Lila mengendong baby Zana.
"Mungkin masih ngobrol sama tamu," jawab Fanya membawa baby Zalio.
Mereka mulai melangkah keluar menikmati suasana sore hari di pekarangan rumah yang cukup luas. Sudah menjadi rutinitas bayi kembar itu setiap pagi dan sore hari.
Zafa membuka pintu kamarnya sambil melonggarkan dasi dan melepasnya. Membuka Jas lalu sepatu.Ia berjalan kearah balkon kamar dari sana ia dapat melihat anak-anaknya sedang menikmati hari sore bersama eyang dan juga mama Lila yang selalu mengurus mereka sejak lahir.
Zafa menghela nafas panjang.Menengadahkan wajahnya keatas menatap langit sore ini.
__ADS_1
"Baru pulang?"
Zafa menarik sudut bibirnya tersenyum kala sebuah tangan dari belakang melingkar di pinggangnya.
"Hheemm...apa kamu habis mandi? wanginya sangat menggoda ku," balas Zafa membalik tubuhnya.
"Hahaha... apa kamu sudah mau meminta jatah? ini masih sore.Pergilah mandi kita harus bersiap untuk syukuran nanti."
"Hhaahh... baiklah, tapi nanti malam aku tidak akan melewatkannya dan sekarang beri aku satu ciuman," pinta Zafa menunjuk bibirnya.
Jira memberikan satu kecupan.
"Sayang, itu kecupan, bukan ciuman," rengek Zafa seperti anak kecil.
"Nanti saja saat malam hari kamu akan mendapatkan semuanya by, sekarang pergi bersihkan dirimu aku akan menyusul baby kita," ucap Jira keluar dari kamar meninggalkan Zafa yang masih tampak kesal.
Setelah koma selama satu bulan jiwa Jira akhirnya berhasil kembali menepati raganya. Sungguh keajaiban bagi keluarga terutama buat Zafa yang melewati harinya tanpa separuh nyawanya.
Senyum di wajahnya yang penuh bulu-bulu halus dan tampak kusut itu terbit.Nyawanya kembali, harapan itu masih ada dan datang menghampiri. Jira sadar dari komanya, Zafa kembali bersemangat . Setiap hari ia membantu sang istri menjalani terapi pemulihan setelah koma,karena beberapa tubuh dan sarafnya sudah kaku.
Dua minggu usai terapi dan perawatan intensif di rumah sakit Jira pun di izinkan untuk pulang kerumah tapi masih tetap menjalankan beberapa terapi lagi sampai semuanya kembali normal dan satu bulan ini Jira sudah memulai kehidupannya dengan kondisi tubuh yang sudah sembuh sepenuhnya.
Zafa pun dapat kembali menata hidupnya, ia juga sudah kembali bekerja di kantor dan melakukan aktifitas seperti biasanya ditambah sekarang ia sudah memiliki dua bayi kembar yang lucu,cantik dan ganteng yang siap menyambutnya sepulang kerja.
Tapi keadaan sang istri yang sempat koma membuat Zafa mengalami trauma, ia sangat takut jika Jira hamil dan melahirkan kembali. Membuat ia mengambil keputusan untuk tidak menambah anak lagi. Dua bayi kembarnya sudah cukup untuk mewarnai hidup dan hari-harinya.
Malam hari ini mereka mengundang beberapa saudara jauh juga seorang ustad untuk pengajian dan syukuran kecil-kecilan atas kesembuhan Jira dan juga untuk mereka semua yang berhasil melewati segala ujian dan cobaan dari Tuhan.
"Kalian yakin akan kembali kerumah kalian?" tanya Fanya setelah acara syukuran.
"Ia Mam, kami ingin memulai kembali hidup setelah semua ini berhasil kita lewati. Dan aku berterimakasih pada Mama, Papa, Lila, Zen, Tristan juga Uncle Jhon yang mau membantu mengurus dan memberikan kasih sayang buat baby JI," jawab Zafa.
__ADS_1
"Apapun keputusan kamu kami semua pasti mendukung, semoga kedepannya rumah tangga kalian semakin kuat terhadap ujian berikutnya," balas Zavier.
"Maaf kalau aku merepotkan," tambah Jira.
"Tidak ada yang merasa di repot kan sayang, kita keluarga dan sudah sepantasnya kita saling membantu," tutur Fanya.
"Ia Kak, kita senang bisa menjaga, merawat dan mengurus baby JI," timpal Lila.
"Yang terpenting kesehatan dan kesembuhan kamu, kami semua pasti siap membantu dan akan selalu ada," tambah Zen.
"Jadi, kita pisah dong sama si kembar yang mengemaskan ini," sedih Tristan yang sedang asik bermain mimik wajah dengan ponakannya.
"Nanti tiap weekand kita nginap di sini," jawab Zafa.
"Rumah jadi sepi," tambah Jhoni.
"Ayah bisa tinggal sama kita, sebentar lagi aku juga akan melahirkan," ajak Lila dan Zen tampak setuju.
Mereka pun melewatkan malam di ruang keluarga sambil bercerita dan tertawa bersama mengajak dua bayi itu bermain. Kini kehidupan mereka sudah lengkap dan sempurna semakin bahagia sejak kehadiran dua malaikat kecil yang mulai mengerakkan kaki dan tangannya dengan lincah.
TAMAT
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
siapa yang kena prank kemaren?
hahaha... maaf ya aku menggantung ceritanya kemaren 😄😁😂🤣🤭
tapi sekarang benaran tamat dengan happy ending.
Terimakasih
__ADS_1