Gadis Pewaris Tunggal

Gadis Pewaris Tunggal
bab 22


__ADS_3

mereka mengantar Jira dan Zafa sampai depan pintu. dan mobil sport Zafa melaju meninggalkan halaman rumah.


"mama berdoa ya pa, semoga mereka berjodoh" doa Fanya dan


"AMIN" ucap Zavier dan Tristan berbarengan


...🍆🍆🍆🍆🍆...


di tengah perjalanan Zafa tetap diam membisu. ingin rasanya membuka obrolan dengan gadis cantik di sampingnya. tapi Zafa masih ragu.


"laki-laki yang mukul lo waktu itu siapa?" tanya Zafa memecah kesunyian


"o, oh itu dia mantan gue" jelas Jira santai


"mantan? kenapa lo masih mau ketemu sama cowok kasar gitu" tanya Zafa dengan nada tak suka


"gue nggak sengaja ketemu dia di depan caffe waktu itu, dia lagi berantem sama orang jadi gue lerai"


Zafa tersenyum miring " lo masih ada rasa sama dia, masih perhatian" Zafa merasa kesal

__ADS_1


"nggak, gue cuma nggak mau nantinya dia makin ganggu hidup gue kalau sampai itu orang babak belur. kalau ada masalah dia selalu hubungi gue buat bantu dia lepas. meski udah 5 tahun gue tinggal di luar negri, pas sampai di indo dia ganggu gue lagi" terang Jira panjang lebar


Zafa mengangguk.dan mobilnya juga sudah sampai di rumah kontrakan Jira. Zafa mengedarkan pandangan lalu mengikuti Jira memasuki rumah kontrakan.


"lo yakin tinggal di tempat kayak gini" tanya Zafa heran. meski ini yang kedua kalinya ia mengantar Jira namun baru kali ini Zafa memperhatikan lingkungan tempat tinggal gadis itu.


"ia, kenapa? nggak seperti rumah lo, tapi meski sederhana nyaman kok disini" kata Jira. "dan biaya sewanya juga murah"


"gue kasih lo gaji besar ya,buat beli atau sewa apartemen lo nggak bisa" umpat Zafa kesal


Jira tersenyum kecut "jangan gitu ngomongnya gue tersinggung tau.gue punya alasan sendiri kenapa memilih tinggal disini, dan gaji besar itu sebisa mungkin gue gunain buat bantu keluarga miko" terang Jira sendu


"ceritanya panjang, kapan-kapan gue cerita sama lo, pulang gih udah malam. makasih udah ngantar gue pulang" ucap Jira tersenyum tulus


tuh kan Zafa merasa meleleh lagi liat senyum Jira.


"hhmm... gue pulang" pamit Zafa berjalan menuju mobilnya


"hati-hati" sorak Jira

__ADS_1


Jira memang sengaja tinggal di sebuah perumahan sederhana. karena ia tak mau merepotkan uncle Jhon yang selama ini sudah menjaga dan mendidiknya. meski uncle Jhon sudah menyiapkan tempat tinggal dan biaya hidup Jira di kota J. ia menolak. Jira ingin hidup mandiri tanpa campur tangan uncle Jhon. ia akan hidup dengan kemampuannya sendiri tekat Jira mantap.


...🥬🥬🥬🥬🥬...


sudah 1 bulan lebih Zafa dan Jira terlibat kembali mengurus proyek hotel dan apartemen Rania klien mereka.dan Zafa sudah mulai banyak bicara pada Jira sifat kaku dan dinginnya juga mulai cair seiring kedekatan dan kebersamaan mereka saat bekerja.


"kita makan siang dulu" ajak Zafa saat mereka balik dari survei lapangan


sampai di sebuah restoran mereka pun memesan makan.sambil menunggu Jira dan Zafa kembali mengobrol tentang kerjaan. tapi tiba-tiba miko datang memasuki restoran dan berteriak memanggil Jira


"ngapain lo kesini" tanya Jira kesal pada Miko


"gue butuh uang, sekarang" paksa Miko


"tapi baru minggu kemaren gue transfer, masak sekarang lo minta lagi. buat apa sih miko? " tanya Jira heran


Miko menarik Jira kasar keluar restoran. sampai di luar Miko menghempaskan tangan Jira kasar


"itu gara-gara lo, penipu itu kabur bawa duit gue karena lo ikut campur urusan gue. jadi lo harus tanggung jawab, sekarang lo transfer uang buat gue, kalau nggak... " ancam Miko menggantung kalimat

__ADS_1


__ADS_2