
2 minggu lebih Jira dan Zafa sibuk dengan pekerjaan masing-masing. belum lagi mereka juga harus meeting dengan W O untuk persiapan pernikahan mereka. dan hari ini Jira dan Zafa berencana untuk pergi belanja membeli beberapa barang dan oleh-oleh untuk di bawa nanti ke panti mengunjungi bu Arsy untuk melamar Jira karena beliau lah satu-satunya orang yang sudah membesarkan Jira dan menjadi orang tua angkat bagi gadis itu.
balik dari kantor Jira sudah menuju mall tempat ia dan Zafa akan berbelanja. Zafa sudah menunggunya disana karena tadi Zafa sedang meeting dengan klien di salah satu restoran di mall tersebut.
"Jira" panggil Miko.
"hai" balas Jira keget. pasalnya Jira memang menolak setiap di ajak bertemu oleh Miko belakangan ini dengan alasan ia sibuk di kantor.
"kamu ngapain disini?" tanya Miko saat bertemu Jira di depan mall.
"ini aku mau antar berkas buat pak Zafa meeting" bohong Jira memberi alasan.
"kamu benaran sibuk banget, sampai nggak bisa aku ajak jalan? " tanya Miko
"maaf Miko, aku benar-benar sibuk belakangan ini. bukan hanya jadi sekretaris Zafa. tapi aku juga menjabat jadi kepala disain lagi" jelas Jira
Miko mengangguk setuju. "habis ini kamu kemana?"
"aku masih harus mendampingi pak Zafa meeting. kamu ngapain di sini? " tanya Jira.
"ini lagi cek pemasangan baliho depan mall" jawab Miko senang.
"wwaahh... bagus! sepertinya kamu betah sama kerjaan kamu" puji Jira melihat iklan yang di cetak oleh Miko.
Miko mengangguk "ini semua karena kamu ra, aku jadi semangat kerja".
" ya udah Miko maaf ya aku nggak bisa lama-lama. aku harus segera masuk. pak Zafa sudah menunggu". pamit Jira menghindari Miko.
Jira segera memasuki mall. menuju salah satu restoran tempat Zafa menunggunya.
"maaf sayang lama ya?" tanya Jira duduk di meja menghadap Zafa.
"lumayan" jawab Zafa.
"sorry tadi aku ketemu Miko di depan" jelas Jira mencomot kentang goreng Zafa.
"ngapain dia?"
"nggak sengaja ketemu. udah yuk kita langsung belanja." ajak Jira
__ADS_1
"kamu nggak makan dulu?" tanya Zafa
"aku udah makan tadi di kantor sama anak-anak. yuk jalan".ajak Jira menarik tangan calon suaminya.
mereka mulai memilih-milih barang sesekali bercanda dan merangkul mesra.Zafa juga tak melepaskan tangannya dari pinggang calon istrinya yang sebentar lagi akan resmi menyandang status nyonya Zafa farjana.
karena barang yang dibutuhkan sudah mereka dapat. dikarenakan rumah kontrakan Jira yang jauh.Zafa memutuskan malam ini mereka pulang menuju apartemen Zafa. karena esok pagi mereka akan berangkat ke panti bersama mama dan papa Zafa.
sampai di apartemen saat menunggu lift Jira dan Zafa terus bersikap mesra. sesekali Zafa mengecup puncak kepala jira. begitu pula sebaliknya Jira juga tak malu untuk mencium pipi Zafa. dua sejoli itu tampak sedang di mabuk cinta.tanpa mereka sadari sejak di mall mereka di ikuti oleh seseorang sampai sekarang saat mereka masuk kedalam apartemen.
"sayang bersih-bersih dulu gih, aku masak makan malam dulu" kata Jira pada Zafa.
"peluk dulu" kata Zafa memeluk Jira dari belakang yang sedang menyiapkan bahan masakan.
"mulai deh manjanya" kesal Jira karena ia sulit bergerak karena Zafa yang bergelayut manja.
"kapan kamu bakal bilang sama si Miko itu kalau kita mau nikah? " tanya Zafa menempelkan dagunya di bahu Jira.
"balik dari panti aku akan temui Miko dan ibunya. menjelaskan kalau aku akan menikah. jadi semoga mereka nggak berharap lagi aku akan balik lagi sama Miko" jelas Jira.
Zafa mengangguk. "hhmm... cup...kalau gitu aku mandi dulu".kata Zafa mencium pipi calon istrinya.
"pak yang tadi itu pak Zafa kan pemilik ZF Corp!?" tanya Miko pada satpam di depan gedung apartemen Zafa.
"yang gandengan mesra sama cewek tadi mas? " tanya satpam memastikan
Miko mengangguk "itu pacarnya?" tanya Miko
"oh... itu calon istrinya mas. mereka sering tinggal disini" kata satpam.
"tapi belum menikah loh pak" kata Miko kesal.
"yang saya tau mereka sedang mempersiapkan pernikahan. tapi emang mereka udah sering tinggal disini juga berangkat kantor bareng. kalau apa yang mereka lakukan di dalam kita nggak tau mas, namanya juga orang kaya mah bebas. jawab satpam santai.
dengan perasaan kesal dan marah Miko meninggalkan gedung itu.
...🥨🥨🥨🥨🥨...
pagi ini Zafa dan Jira beserta kedua orang tua Zafa sudah berangkat menuju panti asuhan tempat Jira dibesarkan. menempuh perjalanan kurang lebih 3 jam mereka sampai di halaman panti di sambut oleh bu Arsy dan kang Deden.
__ADS_1
"selamat datang" sambut bu Arsy.
"terima kasih" balas Fanya.
"ayo masuk. ra bawa tamu masuk" kata bu Arsy
"ayok tante om masuk" ajak Jira. "kang deden tolong turunin oleh-oleh dari dalam mobil ya" pinta Jira.
"biar aku bantu sayang" timpal Zafa membantu kang Deden.
Fanya, Zavier dan bu Arsy duduk di ruang tamu.
"wwwahh...asri ya disini udaranya juga segar" kagum Fanya.
"ibu suka?" tanya bu Arsy.
"suka sekali. kalau boleh kita cari lahan disini ya pa, bagun rumah. kita bisa tinggal disini bisa berkebun juga kayak di depan panti" pinta Fanya pada Zavier.
"boleh ma, papa juga tertarik mau bikin bisnis perkebunan" kata Zavier.
"hahaha... boleh nanti saya temani kalau ibu dan bapak mau cari lahan kosong" kata bu Arsy.
"seru bangat ngobrolnya" timpal Jira datang dari dapur membawa minuman. "aku bikin teh jahe panas buat om dan tante soalnya udara disini dingin" kata Jira menghidangkan.
"terima kasih sayang. Zafa mana?" tanya Fanya.
"di depan lagi ambil oleh-oleh. aku susul Zafa dulu" jelas Jira keluar rumah.
setelah menurunkan beberapa barang dan juga oleh-oleh Zafa sudah duduk di ruang menyusul mama dan papanya.
"diminum dulu nak Zafa teh nya" kata bu Arsy.
"terima kasih bu" ucap Zafa. ekhem... saya langsung saja pada intinya bu" kata Zafa memulai mengutarakan maksud dan tujuannya. "saya datang kesini bersama mama dan papa saya bermaksud untuk melamar dan meminta pada ibu sebagi orang tua dari Jira. saya yakin dan ingin menjadikan Jira istri untuk mendampingi saya dan melahirkan anak-anak saya" pinta Zafa.
" maaf bu anak saya tidak bisa berbasa-basi" kata Fanya merasa bersalah.
"tidak apa bu Fanya. saya paham dan saya suka dengan sikap nak Zafa yang langsung pada intinya" jelas bu Arsy.
"apa ibu menerima lamaran anak saya? maaf kami datang mendadak karena semua juga mendadak, bahkan pernikahan mereka tinggal 2 minggu lagi" jelas Zavier.
__ADS_1
"tidak masalah pak. Jira dan Zafa sudah membicarakannya pada saya lewat telpon. untuk lamaran nak Zafa pastinya saya terima" jawab bu Arsy.