Gadis Pewaris Tunggal

Gadis Pewaris Tunggal
bab 77


__ADS_3

Zafa menarik Miko menuju dinding tanpa peringatan dibenturkan kepala Miko dengan keras.


Bbuugghh...


sesaat Miko terhuyung pandangannya buram. ia mengerjapkan mata dan menggelengkan kepala untuk menormalkan kembali penglihatan.


aakkhh... erang Miko.


"bawa botol minum itu kesini" pinta Zafa dingin dengan gerakan tangan.


anak buahnya memberikan botol minum kaca yang ada di dekat mereka.


"ini bos" sodornya.


Zafa memukulkan botol kaca di kepla Miko.


Pppyyaarr... botol itu pecah meninggalkan pecahan runcing dan tajam di genggaman Zafa.


"brengsek...lo cuma berani karena banyak anak buah" umpat Miko marah."lepas ikatan gue, ayo kita satu lawan satu. akan gue pastikan lo habis ditangan gue.setelah itu Jira akan menjadi milik gue" tantang Miko.


Zafa tersenyum sinis "bungkam mulutnya".


anak buah bergerak membungkam mulut Miko dengan gumpalan kertas.


"sekarang angkat dia, gantung dan ikat kaki juga tangannya".


orang-orang nan bertubuh besar kekar itu melakukan apa yang diperintahkan Zafa.


"apa yang akan lo lakukan?" tanya Tristan


"gue akan menggoreskan pecahan botol kaca ini di tubuhnya" jawab Zafa santai menghampiri Miko.


"jangan terlalu parah, bagaimana pun nanti ini orang akan gue bawa kekantor polisi" jelas Tristan. "gue tunggu di luar".


" kenapa nggak disini aja sih lo?"


"gue udah lama nggak nyiksa orang, jadi gue nggak mau tu orang nanti makin parah kalau gue mau ikutan" terangnya lagi berlalu meninggalkan Zafa di ruangan.


sedangkan para anak buah mereka hanya bisa berdiri tegak dan diam. melihat bringas dan kejamnya Zafa menggoreskan pecahan botol di tubuh Miko.


Miko hanya bisa berontak. teriak? percuma karena mulutnya sudah di bungkam.


merasa puas, Zafa mencengkram rahang Miko yang tertunduk lemas."jagan pernah main-main dengan gue dan jagan pernah lo berfikir akan merebut Jira dari gue. karena sampai kapan pun Jira hanya Milik gue" ancam Zafa tegas dengan tatapan membunuh.


lalu ia melenggang keluar meninggalkan Miko.


"beres?" tanya Tristan.


Zafa mengangguk menyisir rambutnya kebelakang dan merapikan kemejanya yang berantakan.

__ADS_1


"lo pulang duluan, ini sudah hampir makan malam. tadi mama sempat nelpon gue karena kata Jira ponsel lo ketinggalan" kata Tristan


"lo nggak ikut pulang?"


"gue urus bajingan itu dulu!"


"jangan lama-lama, gue nggak mau papa curiga dan pasti mama bakal tanyain lo" jelas Zafa yang sudah berdiri di dekat mobil."terimakasih karena lo udah bantu gue buat tangkap dan urus bajingan itu".


"sama-sama kita saudara. jadi susah lo susah gue, tapi senang lo susah gue juga" seru Tristan tertawa.


bbuugghh...pukulan diperut Tristan.


"aaaww... sakit Zafa" pekik Tristan memegang perutnya.gue laporin Jira lo ya" ancam Tristan tau kelemahan kakaknya.


"awas lo" tunjuk Zafa dengan tatapannya lalu segera masuk kedalam mobil menuju kediaman Farjana.


"selamat datang" sapa pelayan menyambut kedatangan Zafa di depan.


"istri saya mana?"


"nona Jira sedang memasak makan malam di dapur" kata salah satu pelayan.


Zafa melangkahkan kaki panjangnya menuju dapur.


"maaf mas Zafa, tadi bibik sudah larang non Jira masak tapi non Jira memaksa" takut bik Diah. kepala pelayan itu menghampiri Zafa segera kala memasuki dapur.


"hhmm...suruh semua pelayan keluar" titah Zafa datar.


"astaga" pekik Jira kaget kala merasakan tangan kekar melingkar di pinggang rampingnya."kamu bikin aku kaget tau nggak, lepas ih malu sama pelayan disini" kata Jira menyadari itu suaminya.


"mereka udah aku usir" jelas Zafa meletakkan dagunya dibahu sang istri."kenapa kamu masak? kan ada bik Diah".


"aku emang pengen masak buat kamu dan juga mama sama papa" jelas Jira mematikan api kompor lalu membalik tubuhnya menghadap Zafa."dari mana? tampangnya kusut banget" mengelus pipi Zafa.


"ada sedikit kerjaan, tapi udah beres" jawab Zafa mengecup sekilas bibir Jira.


"sana mandi dulu, nanti aku nyusul. masakan aku dikit lagi matang" kata Jira mendorong dada suaminya.


"cium dulu"


"muach" di pipi


"disini" tunjuk Zafa pada bibirnya.


"muach".


"pelit" kata Zafa lalu dengan rakus ia ******* bibir istrinya.bibir merah muda nan manis yang selalu bisa membangkitkan gairahnya.Zafa mengangkat tubuh Jira duduk di atas meja dapur.


"aku lagi masa... " ucapan Jira terpotong kala Zafa kembali menghisap bibirnya. kali ini tangan Zafa tak tinggal diam, tangan nakal itu sudah masuk kedalam baju Jira.

__ADS_1


"mmmpphh... " Jira mendorong dada Zafa."kamu gila ya! ini dapur dan aku lagi masak, sana mandi!" kesal Jira merapikan pakaiannya yang berantakan.


"ayolah sayang" rengek Zafa mencium leher istrinya.


"Zafa" kesal Jira mendorong dada bidang itu."kamu kenapa? pulang-pulang tampang kusut dan langsung nyosor" tanya Jira heran.


Zafa menggeleng "aku kekamar" .Zafa pergi dengan tampang kusut dan gusar.


Jira merasa ada yang aneh dengan tingkah Zafa. apa yang disembunyikan suaminya pikir Jira.


para pelayan kembali masuk saat Zafa sudah menyuruh mereka kembali membantu Jira.


" bik tolong bantu siapkan makan malam ya, aku kekamar susul Zafa" jelas Jira


"baik non" jawab bik Diah.


dikamar Jira tak menemukan Zafa. tapi ia tau pasti suaminya sedang mandi. Jira menyiapkan baju ganti untuk Zafa. lalu memungut pakaian Zafa yang berserakan dilantai.


Jira duduk di tepi kasur menunggu Zafa selesai mandi.apa yang terjadi dengan Zafa?


kenapa tiba-tiba suaminya bertingakah seperti tadi?sebenarnya dari mana ia?


tanya Jira dengan fikirannya.


ceklek...


Zafa keluar dari kamar mandi.


"sini" ajak Jira mengambil handuk kecil.


Zafa duduk dibangku meja rias dan Jira berdiri dibelakang mengeringkan rambut suaminya.


"kalau kamu mau cerita aku akan dengarkan" kata Jira menatap Zafa dipantulan cermin."jika ada masalah cerita sama aku, jagan dilampiaskan lewat nafsu".kata Jira lembut.


Zafa membalik tubuhnya lalu meluk erat pinggang istrinya. membenamkan kepalanya di dada Jira. menghirup dalam aroma tubuh sang istri yang dapat menenangkan.


"maaf" pinta Zafa.


Jira tersenyum "ada apa?" tanya Jira mengangkat wajah Zafa.


Zafa menghembuskan nafas kasar. "aku ketemu Miko".


" lalu?"


"aku menghukumnya. aku membalas apa yang dilakukannya sama kamu".


" itu nggak perlu sayang. sekarang aku baik-baik aja. kamu nggak perlu membalas perbuatan Miko" terang Jira tak suka.


"tapi aku kesal, aku marah karena dia sudah menyentuh kamu disini, disini dan disini" kesal Zafa menunjuk tubuh istrinya."dan dia juga akan merebut kamu lagi dari aku".

__ADS_1


"hey... dengar mau Miko atau pria lain yang datang untuk merusak hubungan kita, kamu cukup percaya sama aku." tekan Jira meyakinkan.


"aku nggak suka ada laki-laki lain yang menginginkan kamu" kata Zafa dingin.


__ADS_2