Gadis Pewaris Tunggal

Gadis Pewaris Tunggal
bab 30


__ADS_3

1 bulan sudah Jira bekerja menjadi sekretaris Zafa. sesuai saran dari Tristan Zafa memang mencoba untuk membuka hatinya untuk Jira. Zafa mulai mengurangi sifat dingin dan kakunya pada gadis itu.


begitu pula dengan Jira yang merasa Zafa mulai membuka diri dengannya membuat Jira merasa nyaman dan akrab mengobrol dengan Zafa.


"ra gue minta laporan keuangan kemaren" pinta Zafa


Jira melangkah menuju meja kerja Zafa yang tak jauh dari mejanya lalu memberikan beberapa dokumen yang diminta Zafa


"nanti jam 1 siang lo ada meeting sama pak Zaki dari PT x. semuanya udah beres. habis makan siang kita langsung keruang meeting" jelas Jira tentang jadwal Zafa


"baik" Zafa memberikan laporan yang sudah di tandatangani nya. "ada lagi? "


"jam 3 sore lo kehotel pak Danu. melihat hasil akhir hotel Mutiara sebelum launching. apa perlu gue panggil Toni buat antarin lo? "


Zafa menggeleng "nggak pelu, gue nyetir sendiri lo ikut gue"


"hhmm... " jawab Jira berlalu menuju meja kerjanya.


Zafa tersenyum melihat wajah bete dan kesal Jira


"kenapa lo selalu bete kalau gue ajak pergi menemui klien? " tanya Zafa yang masih mengetik di laptopnya


"ini yang bikin gue malas jadi sekretaris, ketemu sama klien cuman senyum-senyum manis terus basa-basi.bosan tau" terang Jira kesal


"sabar, tinggal 2 bulan lagi Tristan pulang" kata Zafa

__ADS_1


"lo mah gampang ngomong doang, buat gue 2 bulan itu lllaammaa.... mana gue kangen lagi sama anak-anak disain" keluh Jira


"kan biasanya makan siang lo bareng mereka"


"ia tapi gue kangen kerja bareng mereka" jelas Jira


"udah jangan bete mulu, pokoknya temanin gue" kata Zafa dingin


"ia, ia. cih kumat lagi kaku sama dinginnya" sungut Jira pelan


"lo bilang apa" tanya Zafa menghampiri jira dan mengukung Jira di kursi kerjanya


"gue... gue nggak bilang apa-apa kok" elak Jira mundur


dring... dring... dering ponsel Jira menyadarkan mereka


"tel... telpon gue bunyi" Jira mendorong dada Zafa keluar dari kurungan lengan kekar itu.


📱bla... bla... bla...


📱ia la. ok aku segera turun


Jira menutup telpon. "Zafa gue kebawah ya mau makan siang bareng anak-anak" Jelas Jira tertunduk malu karena kejadian tadi


"gue ikut" kata Zafa mengambil jasnya yang disampir di kursi kerja lalu bergegas keluar menarik tangan Jira

__ADS_1


Jira hanya diam mengikuti langkah Zafa menuju Lift. Zafa kembali dengan tampang datar dan dinginnya.


sampai di kantin kantor Jira langsung menghampiri teman-temannya.


"hai" sapa Jira mendudukkan diri


ke 4 teman-teman Jira melongo melihat Zafa yang ikut bergabung bersama mereka lalu mereka menatap Jira bersamaan meminta penjelasan tapi Jira hanya mengangkat bahunya.


"udah pesan makan? " tanya jira pada kawan-kawan


"belum kita nunggu kak Jira" jawab Lila


mereka mulai memesan makanan yang ada di daftar menu. sambil menunggu pesanan datang merekapun mengobrol


"miss Jira balik lagi donk kerja sama kita, nggak seru tau kepala disain yang baru, kaku banget" bujuk Banyu manja


"nggak bisa saya lebih butuh dia" balas Zafa dingin yang sibuk dengan ponselnya


"tapi nanti pak Tristan balik, kak Jira jadi kepala disain lagi kan" sambung Lila


"nggak,Tristan nggak akan balik lagi" jawab Zafa tetap dingin


Lila mengerucutkan bibirnya. "mentang-mentang bos seenaknya aja" gerutu Lila dalam hati


"jangan mengumpat saya" ancam Zafa

__ADS_1


__ADS_2