
"mama" teriak Tristan di kala pagi hari. hari ini merupakan hari pertamanya bekerja sebagai CEO ZF Corp setelah acara pengumuman kemarin malam.
"ada apa Tris?" tanya Fanya yang sedang menyiapkan sarapan pagi.
Tristan turun dari kamarnya yang terletak di lantai dua bersebelahan dengan kamar Zafa. datang menghampiri mama Fanya. "mam tolong pilih dan pakai dasinya aku nggak biasa pakai dasi" rengek Tristan memberikan beberapa dasi pada sang mama.
Fanya menggeleng dan tersenyum "makanya, susul kakak mu. cari calon istri dan menikah biar ada yang urus" kata Fanya membantu memasang dasi anaknya.
"benar kata mama Tris, biar rumah ini rame kalau papa punya cucu" timpal Zavier yang baru datang.
"papa aneh deh, kok minta cucu sama aku. sama Zafa dong, dia kan sudah menikah" jawab Tristan mendudukkan diri di kursi meja makan.
"kamu tau sendiri, kakak mu itu lebih suka mandiri. mana mau dia tinggal dirumah papa.kamu juga tau kan Zafa nggak akan mau meneruskan bisnis papa kalau usaha keamanan kalian hampir bangkrut. dia terpaksa karena papa akan memberinya modal kembali".
" ia juga sih. nanti deh aku pikir lagi cari istrinya sekarang masih ada mama" kata Tristan memeluk mamanya dari samping.
Tristan memang lebih akrab dengan orang tua angkatnya di banding Zafa. karena Zafa tipe orang yang cuek dan tak banyak omong. ia akan lebih senang sendiri Jika tak sibuk bekerja. sejak menikah dengan Jira lah Zafa menunjukkan sifat lainnya yaitu manja.entahlah ia akan sangat nyaman merengek, bercerita dan mengeluh pada istrinya itu.
"nanti kalau mama pergi ke inggris gimana? siapa yang akan urus kamu?" tanya Fanya
"jangan deh mam, 1 bulan ini ajarin aku dulu berpakaian dan memakai dasi. aku nggak biasa memakai pakaian formal gini" rengek Tristan memohon.
saat menjadi asisten Zafa Tristan memang tak suka memakai celana dasar dan kemeja.ia lebih suka memakai pakaian yang nyaman dan santai tapi masih cocok untuk ke kantor.
* penthhouse Zafa dan Jira *
"Zafa... sayang bangun yuk, siap-siap berangkat kekantor" panggil Jira membangunkan suaminya saat ia sudah selesai membersihkan diri.
"hhhmm... " jawab Zafa bangkit dan duduk di atas kasur.
"kamu ternyata susah ya di bangunin, dari tadi aku panggil" kata Jira membuka gorden jendela kamar.
"sekarang aja sayang aku tidurnya nyenyak sejak sama kamu, jadi susah bagun. kalau dulu aku tidur 4 jam aja cukup dan pasti akan bangun pagi sendiri" jelas Zafa turun ranjang menghampiri istrinya.
__ADS_1
"muach... morning kiss baby" kata Zafa mengecup pipi istrinya.
"muach... mandi gih, aku siap-siap dulu. habis itu kita sarapan aku sudah selesai masak" terang Jira merapikan tempat tidur.
"kenapa nggak pelayan aja yang urus kamar sayang?" tanya Zafa
"kamar ini ruang pribadi kita, aku nggak mau orang lain masuk" terang Jira
"aku nggak mau kamu kecapekan".
" aku nggak capek dan ini memang tugas aku sebagai istri" jawab Jira mantap.
"ya udah deh terserah my queen aja,aku mandi dulu" Zafa memasuki kamar mandi.
Kini mereka bertiga sudah berada di gedung ZF Corp. Zafa didampingi oleh istri cantiknya sedangkan Tristan di dampingi oleh Toni.
pagi ini mereka akan menghadiri rapat dengan dewan direksi dan juga pimpinan tiap divisi.
"wah... Tris kamu tampan loh pakai stelan formal gitu" puji Jira saat mereka sudah di ruang meeting.
"cih... " kesal Zafa tak suka.
"tapi suami ku ini paling tampan" Jira memuji suaminya.
"cih... dasar pencemburu" ejek Tristan
"Toni apa rapatnya sudah bisa dimulai?" tanya Jira.
"siap mbak".
rapat berlangsung,membahas beberapa hal dan juga masalah yang akan di hadapi Zafa dan Tristan kedepannya. mereka juga menerima laporan dari tiap divisi.
" bagaimana dengan divisi disain pak, sampai sekarang kami tak berani mencari kepala disain yang baru sejak pemecatan kepala disain kemaren" tanya kepala HRD
__ADS_1
Zafa tampak berfikir "bagaimana pendapat lo Tris?"
"kalau menurut gue Andika itu bisa menjabat posisi kepala disain. karena gue lihat kerjanya bagus apalagi Jira juga membantu dan membimbingnya" jawab Tristan yakin karena ia sering bermain kesana.
"aku setuju" timpal Lila.
"baik, Andika akan kita angkat jadi kepala disain yang baru. tapi dia harus melewati masa uji coba selama 3 bulan. kita lihat dulu kinerjanya sebelum pengangkatan secara resmi" terang Zafa
rapat itu berakhir menjelang makan siang. semua nya kembali ke ruangan masing-masing. begitu pula Zafa kini menepati ruangan papanya dulu yang terletak di lantai paling atas dan hanya khusus ruangannya sendiri. sedangkan Tristan menepati ruangan Zafa dulu.
"kita makan siang di kantor atau makan diluar?" tanya Jira pada suaminya.
"cinta ku maunya dimana?" tanya Zafa balik membawa istrinya kedalam pangkuan.
"Zafa ini kantor, nggak enak nanti ada yang datang" jelas Jira.
"kenapa? ini gedung dan perusahaan sekarang milik aku. lagian aku mesra sama istri sendiri nggak sama perempuan lain" terang Zafa memeluk erat pinggang istrinya.
"ia deh. jadi kita makan di mana?"
"kita makan di luar aja, sekalian langsung pulang yuk. kerjaan aku hari ini nggak ada, kan masih baru" jelas Zafa.
Jira mengangguk setuju dan mereka keluar dari ruangan bergandengan.
"Zafa" panggil Tristan saat mereka sudah sampai di loby. "mau kemana?"
"makan siang" jawab Zafa datar.
"habis ini bisa kita bicara sebentar? ada hal penting yang ingin gue bahas soal obralan di telpon kemaren" kata Tristan
Zafa mengangguk
"kita makan di kantin aja yuk, biar lo nggak perlu balik kantor lagi nanti" ajak Tristan.
__ADS_1
"ia sayang, kita makan di kantin kantor aja, nanti aja pulangnya kalau urusan kamu sama Tristan beres" timpal Jira memberi saran.
Zafa setuju dan mereka bertiga menuju kantin kantor untuk mengisi perut yang sudah keroncongan.ternyata Tristan mentraktir seluruh karyawan ZF Corp sebagai perayaan atas jabatan barunya.