Gadis Pewaris Tunggal

Gadis Pewaris Tunggal
bab 69


__ADS_3

"ah... gue kangen sekali dengan ruangan ini" kata Jira menupang dagunya sambil mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan.


"makanya balik kerja lagi" kata Banyu centil


"untuk sekarang belum bisa, gue harus fokus dulu untuk menghilangkan trauma. kasian suami gue sampai sekarang belum buka puasa" kata Jira santai.


"hahahaha... jadi pak Zafa belum... " tawa Andika dan yang lainnya.


Jira menggeleng "karena gue trauma sama kejadian malam itu, gue akan ingat lagi malam itu saat Zafa coba sentuh gue" jelas Jira.


"sorry, kita nggak maksud buat menertawakan lo" pinta Siska.


"it's ok. santai aja lagi. gue kesini emang pengen ketawa bareng kalian.oh ya, gimana pekerjaan kalian apalagi posisi kepala disain masih kosong?" tanya Jira


"baik kok, semua masih terkendali. kan berkat bantuan lo. meski lo di rumah, lo masih sempat bantu-bantu kita" jelas Andika.


Jira mengangguk "karena gue bosan aja kalau nggak ada kerjaan.anak magang kemana? udah pada pulang?" tanya Jira lagi


"udah, kan cuma 3 bulan" jawab Lila.


"udah pada makan siang belum?" tanya Jira


"udah" jawab mereka serempak.


"wah... sayang, padahal gue mau ajak kalian makan" sesal Jira.


"beli camilan aja miss, kebetulan cemilan kita udah pada habis dimakan pak Tristan" balas Banyu memanyunkan mulutnya.


"Tristan?"


"ia kak, dia sering kesini kalau lagi gabut. terus makan camilan disini sama minum kopi" timpal Lila kesal.


Jira mengambil dompet dari dalam tasnya, lalu meletakkan beberapa lembar uang seratus ribu di atas meja. "ini kalian bisa jajan sepuasnya" kata Jira tersenyum senang.


"wwwaahh...makasih banyak miss" pinta Banyu girang.


"Makasih ya ra" sambung Andika.


"sama-sama.gue mau ke tempat Zafa dulu ya. kalian lanjut kerja. nggak enak gue lama-lama disini ntar kalian kena sp lagi" kata Jira bangkit dari duduknya.


"bey, bey... " ucap Lila dan Banyu dibalas lambaian tangan oleh Jira.


Jira kembali menaiki lift pribadi menuju ruangan suaminya.sampai di lantai tertinggi ia langsung masuk keruang kerja Zafa.


"sayang" panggil Jira tapi ia tak mengetahui jika Zafa sedang ada tamu. "maaf pinta Jira menundukkan kepalanya".


" tidak apa-apa, ayo masuk" ajak Zafa dengan gerakan tangan. " Mr ben, perkenalkan ini istri saya" kata Zafa pada rekan bisnisnya.

__ADS_1


"Jira" ucapnya mengulurkan tangan.


"Benard, biasa dipanggil ben" balas pria yang sedikit lebih tua dari Zafa tapi memiliki pesona yang tak kalah dari suami Jira.


Jira hanya memberikan senyum manisnya.


"cantik" puji ben.


"terimakasih" balas Jira.


"maaf saya tidak sempat hadir di acara pernikahan anda Mr.Zafa, karena saya sedang di Paris" jelas Ben


"tidak apa-apa Mr. Ben. mohon doanya saja" kata Zafa.


"baiklah karena urusan kita sudah beres, saya balik dulu" pamit Ben.


"apa anda akan langsung ke australia?" tanya Zafa


"ya begitulah. karena urusan bisnis dan pekerjaan waktu saya sangat sibuk" jelas Ben bangkit dari sofa dan mengancingkan jasnya.


"hahaha... seharusnya anda luangkan waktu untuk segera mencari pendamping hidup" kata Zafa yang juga ikut bangkit dari sofa.


Ben hanya mengangkat bahu "kalau masih ada yang secantik istri anda saya pasti akan segera menikah" balas Ben menatap Jira intens. saya permisi" kata Ben di antar Zafa menuju lift.


Zafa kembali keruangan nya menemui Jira.


"kamu kenapa sayang? kok diam aja tadi ada ben?" tanya Zafa ikut duduk di sofa bersama istrinya.


"hhmm... dia emang gitu, biasalah casanova. apalagi lihat cewek cantik pasti makin tebar pesona" jelas Zafa yang sudah paham dengan rekan bisnisnya itu.


"tapi aku nggak terpesona tuh sama dia" jelas Jira yakin.


"kalau sama aku?" tanya Zafa menggoda istrinya.


Jira tampak berfikir "kayaknya nggak juga deh" jawab Jira santai.


"yakin?" tanya Zafa mulai membelai rambut Jira


Jira mengangguk


"terus sekarang terpesona nggak sama aku" tanya Zafa lagi mulai mendekati wajah istrinya.


Jira masih berfikir sambil mengutak-atik ponselnya."kalau sekarang kamu kan suami aku ya pasti dong terpesona sama suami sendiri, masak sama laki-laki lain" jelas Jira merasa geli saat Zafa bermain di telinganya.


"ka... kamu ngapain?" tanya Jira terbata.


"nikmati aja sayang" bisik Zafa menggoda di telinga Jira.

__ADS_1


"ta... tapi i... ini di... kantor" kata Jira lagi mencoba menikmati permainan Zafa.


"kamu tenang aja, rilexs. rasakan sentuhan aku" kata Zafa mulai turun ke leher istrinya.Zafa juga mulai membuka satu persatu kancing baju Jira.


Jira mencoba menikmati sentuhan yang diberikan Zafa. menenangkan dirinya dan mengontrol pikiran bahwa saat ini ia sedang bersama Zafa.


"aahh... desah Jira pelan saat Zafa menghisap lehernya memberikan tanda merah.


"say my name" kata Zafa serak menahan hasratnya.


"Zzaafaa... "


"yes baby, this is me" kata Zafa terus menuruni bukit kembar istrinya.


"aahhh..." desah Jira lagi


"call my name" kata Zafa lagi agar Jira sadar bahwa ini adalah suaminya.


"ZAFA"


"yes, it's me, your husband" jelas Zafa bermain di pegunungan Jira.


"aakkkhhh..." kata Jira mulai sulit untuk bernafas. dadanya sudah terasa berat. Zafa yang sadar saat Jira sudah sesak saat bernafas menghentikan aksinya.


"tarik nafas dalam dan buang! lihat aku tatap mata aku" kata Zafa memegang pipi Jira menatapnya lekat. "ini aku Zafa suami kamu" jelas Zafa meyakinkan istrinya.


Jira mencoba menenangkan sesak di dada. menghirup kembali oksigen agar pernafasannya kembali normal.


"hhhmmm.... hhhaahhh... " ulang Jira berkali-kali menormalkan pernafasannya.


"sudah baikan?" tanya Zafa memberikan segelas air putih pada Jira dan membantu istrinya untuk minum. Jira sedikit gemetar.


"apa kamu mau kita pulang?" tanya Zafa lagi.


Jira menggeleng "nggak perlu aku udah baik-baik aja" jawab Jira yakin.


"syukurlah! apa ada sesuatu yang kamu rasakan lagi?" tanya Zafa memastikan keadaan istrinya.


Jira tersenyum mengelus rahang suaminya. "terimakasih karena sudah menepati janji kamu untuk membantu aku" pinta Jira.


"pasti sayang,aku akan melakukan segalanya agar kamu secepatnya bisa sembuh dari trauma itu" balas Zafa


Jira mencium lembut bibir Zafa, menikmati benda kenyal manis suaminya. sesaat mereka menyalurkan rasa cinta dan sayang lewat ciuman lembut itu. merasakan aliran-aliran cinta menjalar di seluruh tubuh.namun Zafa yang sudah bergairah tak dapat menahan tangannya untuk tak menyentuh dua gunung kembar istrinya. mereka masih menikmati ******* nikmat itu hingga tiba-tiba Tristan masuk tanpa permisi.


"ASTAGA" pekik Tristan menjatuhkan map yang dipegangnya lalu ia menutup matanya dengan kedua telapak tangannya.


Jira dan Zafa langsung melepaskan tautan bibir mereka. Zafa juga memeluk istrinya karena baju Jira sudah terbuka di bagian depan menampakkan aset berharga miliknya yang terbungkus bra hitam.

__ADS_1


"sialan lo, main masuk aja. ketuk pintu dulu" umpat Zafa pada Tristan.


"udah belum?" tanya Tristan masih menutup matanya.


__ADS_2