Gadis Pewaris Tunggal

Gadis Pewaris Tunggal
bab 20


__ADS_3

"benar-benar cerminan anak muda" puji Zavier


"ayo duduk om" ajak Jira


Zavier, Zafa dan Tristan duduk di meja bundar tempat biasa Jira dan rekan kerjanya berdiskusi.


"silahkan dinikmati kopinya" pinta Jira membawa nampan berisi 3 cangkir kopi


Zavier menyeruput kopi buatan Jira "ah saya serasa nongkrong di caffe anak muda" kata Zavier lalu ia dan Jira tertawa


"disain itu butuh inspirasi om, jadi aku pengen ruangan ini nyaman untuk mereka saat bekerja dan membuat mereka betah berlama-lama disini" jelas Jira menatap bawahannya.


Zavier mengangguk paham "terserah apa yang kamu lakukan om percaya pada kemampuan mu, dan lagian di sini kamu pemimpinnya jadi ruangan ini milik kamu" terang Zavier masih menikmati suasana di kantor Jira


"terima kasih om" pinta Jira sopan


"hhmm... kalau bisa semua gedung ini kamu sulap seperti ini, wah pasti seru juga" angan Zavier


"apaan sih pa, masak kantor jadi tempat nongkrong gini" bantah Zafa tak suka


"kenapa? ini kan jiwa anak muda sekali"


"ia, malahan aku suka main kesini pa" timpal Tristan mendukung ide Zavier

__ADS_1


Zafa menggeleng "tidak, aku tidak mau kantor ini nantinya jadi tempat kumpul karyawan dan pekerjaan mereka jadi terbengkalai" tolak Zafa keras


"ah sudah lah, kau memang kaku" kesal Zavier pada anaknya. oh ya nanti pulang kerja bawa Jira kerumah, kita makan malam bersama"


"Jira om pulang dulu, nanti datang kerumah sama Zafa dan Tristan, om tunggu" kata Zavier lalu pergi bersama asistennya.


...🍅🍅🍅🍅🍅...


di tengah perjalanan menuju rumah Zavier Jira dan Tristan tampak sedang mengobrol akrab.


"sejak kapan kenal papa? " tanya Tristan dibalik kemudi


"dulu gue pernah magang ZF Corp saat gue umur 19 tahun, gue magang selama 2 tahun di sana.


"saat semester akhir s1 bisnis management gue magang di sana selama satu tahun, nah pas mau lulus gue di minta sama om buat jadi sekretaris beliau saat itu karena tante Fanya harus keluar negri ngurus anaknya kalau nggak salah. jadinya gue dua tahun lah magang di sana" terang Jira panjang lebar


"ooo,... jadi lo kenal sama mama juga dong" tebak Tristan


Jira mengangguk " kenal! kan tante fanya pulang tiap bulan jadi kita sering ketemu di kantor"


tak terasa mobik sedan yang dikendarai Tristan sampai di kediaman Zavier. sampai di rumah clasik nan moderen mereka disambut oleh beberapa pelayan yang berdiri di depan pintu.


"selamat sore, selamat datang" ucap mereka serentak

__ADS_1


Zafa masuk dan di ikuti Jira dan Tristan. "papa mana bik?" tanya Zafa pada wanita paruh baya dihadapannya


"tuan ada diruang keluarga sama ibuk mas" jawab bik diah kepala pelayan disana


Zafa mengajak Jira ke ruang keluarga menemui Zavier dan Fanya yang pastinya sudah menunggu kedatangan mereka.


"nah ini mereka yang ditunggu-tunggu datang" kata Zavier


Zafa dan Tristan langsung duduk di soffa panjang. sedangkan Jira menghampiri Zavier dan Fanya.


"sore om, tante" sapa Jira sopan


"ya ampun, ini Jira pa? " tanya Fanya istri Zavier memeluk Jira "kamu sudah semakin dewasa, makin cantik" puji Fanya "ayo duduk"


Jira duduk di samping fanya, mereka mengobrol sambil menunggu makan malam siap sedia.


"jadi kemana kamu setelah lulus, om sama tante kehilangan kabar berita dari kamu" tanya Fanya penasaran


"aku kuliah s2 di inggris tante ambil disain,cita-cita dan hobi aku" terang Jira. " 3 tahun aku kuliah di sana dan 2 tahun lagi aku magang di berbagai perusahaan di inggris, ya buat nambah-nambah pengalaman"


"jadi kapan kamu balik ke indo" tanya Fanya lagi


"baru 2 bulan yang lalu, dan aku ngelamar kerja di perusahaan om, ambil posisi kepala disain karena kebetulan aku lihat posisi itu kosong"

__ADS_1


makan malam terhidang dan mereka menuju meja makan.menikmati hidangan yang ada di atas meja sambil sesekali Fanya mengajak Jira mengobrol


__ADS_2