Gadis Pewaris Tunggal

Gadis Pewaris Tunggal
bab 17


__ADS_3

Jira dan rekan kerjanya sudah berada di luar gedung ZF Corp. mereka sedang menunggu kedatangan taxi online pesanan mereka.


5 menit menunggu taxi online datang. mobil segera meluncur sesuai alamat yang tertera di navigasi.


"silahkan pesan makanan dan minuman sesuka kalian" kata Jira karena mereka telah sampai di salah satu caffe


saat teman-temannya sibuk memesan makanan, Jira tak sengaja melihat Miko di luar caffe tengah ribut dengan seorang pria.


"guys, aku keluar bentar ya" kata Jira melangkah menghampiri Miko


"Miko, Miko" panggil Jira dari belakang Miko yang tengah memegang krah baju seorang pria.


"ngapain lo disini?" tanya Miko dengan nada tinggi.


"lo ngapain berantem di tepi jalan gini, malu-maluin tau" balas Jira


"ini urusan gue sama bajingan ini, jadi lo nggak usah ikut campur" kata Miko mendorong Jira kasar dan gadis itu terjatuh di atas trotoar


miko kembali memukul pria yang di cengkeramnya. "balikin duit gue,dasar teman ba**sat penipu" umpat Miko


Jira kembali berdiri melerai Miko "udah Miko stop malu Miko ini tu tempat umum" kata Jira menahan tangan Miko dan pria itu berhasil kabur dari cengkraman Miko

__ADS_1


Miko yang dalam pengaruh alkohol emosinya tak terkendali.


plak... sebuah tamparan mendarat di pipi mulus Jira


Zafa yang sudah sampai di parkiran caffe tak sengaja melihat Jira di tampar Miko.Zafa tak terima melihat seorang perempuan dikasari oleh pria ia langsung menghampiri Miko dan Jira


bhug... pukulan Zafa mengenai sudut bibir Miko


"jangan berani sama cewek lo ya" geram Zafa


"siapa lo, ikut campur urusan gue? hah" tunjuk Miko pada Zafa. "dan lo, si penipu itu kabur gara-gara lo jadi lo harus tangung jawab" tunjuk Miko pada Jira" "kalau nggak bakalan gue bongkar rahasia lo" ancam Miko pada Jira


"ok, nanti bakalan gue transfer uang, tapi sekarang lo pergi dari sini" usir Jira karena tak mau Miko malah adu jotos dengan Zafa


"ayo masuk, saya bakalan traktir kamu dan rekan kerja kamu" ajak Zafa


Jira hanya mengekor Zafa masuk kedalam caffe sambil memegang pipinya yang terasa perih kena tamparan Miko.


rekan kerja Jira ternganga saat melihat kedatangan Zafa dan Jira berbarengan.


"bapak ikut makan bareng kita" tanya Banyu takut

__ADS_1


"hhmm... saya akan traktir kalian semua, sebagai ucapan terima kasih" jelas Zafa dingin


mereka senang karena Zafa mau bergabung bersama mereka meski di sebuah caffe sederhana.


suasana tetap rame dan ceria karena Lila dan Banyu yang selalu berhasil menghidupkan suasana.


namun berbeda dengan Zafa ia hanya menyantap makanan tanpa ikut menimpali obrolan bawahannya.


sesekali ia melirik Jira. terlihat pipi mulus itu sedikit lebam karena tamparan dari pria tadi.


"dddaa... kak Jira dan makasi ya buat pak Zafa traktirannya" pamit Banyu dan Lila


sedangkan Andika dan Siska sudah pulang duluan karena hari sudah mendung.mereka tak mau kedinginan basah oleh hujan saat mengendarai motor.


karena kost tempat Lila dan Banyu satu komplek mereka pulang dengan taxi online jadi ongkos bisa patungan.


"sekali lagi terima kasih pak Zafa" ucap Jira


"hhmm... kalau begitu saya pulang dulu" jawab Zafa datar.


saat sampai di parkiran hujan pun turun Zafa segera masuk kemobil sportnya.

__ADS_1


Jira yang sedang menunggu ojek online di depan restoran berjalan tertatih sepertinya kaki Jira terkilir saat didorong Miko.


__ADS_2