Gadis Pewaris Tunggal

Gadis Pewaris Tunggal
bab 50


__ADS_3

jam 2 siang setelah makan dan mengerjakan beberapa hal yang diminta Jira. Toni kembali kekantor untuk memberikan dokumen-dokumen yang sudah di tandatangani Zafa pada dewan direksi.


"besok jadwal kamu ada 3 meeting. aku cuma bisa dampingi kamu meeting di kantor. untuk diluar kantor kamu bareng Toni ya" kata Jira membacakan jadwal kerja Zafa untuk esok hari.


"ia sayang. oh ya kamu udah jadi telpon ibu?" tanya Zafa mengingatkan


Jira mengangguk "tadi pagi aku udah bicara sama ibu. beliau akan tunggu kedatangan kamu dan keluarga. tapi kalau uncle Jhon nomornya masih nggak aktif".


"yang penting kita akan temui ibu dulu. kalau menurut kamu kapan waktu yang tepat untuk kita kesana? " Zafa meminta pendapat Jira


Jira tampak berfikir " 2 minggu ini kita sama-sama sibuk. mungkin di minggu ketiga aja kali ya, sekalian nanti kita tanya pendapat mama sama papa kamu" jelas Jira.


"aku setuju aja, kan kamu yang paling tau jadwal aku".kata Zafa mencolek dagu Jira.


"kalau gitu aku pulang ya. besok kita harus kekantor aku nggak punya baju disini" kata Jira


"jangan, tidur di sini aja! aku masih sakit loh, nih panaskan" rengek Zafa menempelkan tangan Jira kedahinya.


"nggak ah males. kamu modus" kesal Jira memangku tangan di dada.


"kan cuman tidur aja sayang, nggak ngapa-ngapain. ya please tidur sini aja sampai mama pulang deh! jadi aku bisa tidur di rumah".rengek Zafa manja.


" idih kok kamu jadi manja kayak anak kecil gini sih. biasanya cool gitu" ledek Jira.


"aku cool nya di luar dan sama orang lain.tapi manja sama calon istri" kata Zafa


"aku nggak punya baju buat kekantor besok Zafa" kata Jira memberi alasan.


"beli lagi aja.ya sayang please tidur sini lagi sama aku" rengek Zafa merangkul pinggang Jira yang sudah berdiri untuk pergi.


Jira menghembuskan nafasnya. "ia deh.. tapi nanti kalau mama kamu udah pulang. aku pulang ke kontrakan! " kata Jira mengalah karena luluh di bujuk Zafa


...🧈🧈🧈🧈🧈...

__ADS_1


bunyi alarm dari ponselnya membangunkan Jira dari tidur lelap bersama Zafa.entah karena apa pria yang dikenalnya datar, dingin dan cuek itu berubah sangat manja pada Jira. apalagi sejak Zafa sakit Zafa begitu menikmati perhatian yang diberikan oleh Jira. membuat laki-laki bertubuh kekar itu ingin dekat dan menempel terus pada calon istrinya.


hari menunjukkan pukul 5.30 Jira membangunkan Zafa untuk segera mandi dan bersiap berangkat kekantor.Zafa pun memilih mandi di kamar sebelah karena tak mau menunggu Jira yang juga mandi di kamarnya.


selesai mandi Jira keluar dari kamar mandi menggunakan handuk yang dililitkan nya dari dada hingga paha. "aaaaa.... " pekik Jira saat Zafa masuk kekamar itu bertelanjang dada dan handuk yang terlilit di pinggang.


"ngapain kamu kesini? " tanya Jira kesal. "keluar" kata Jira mendorong Zafa keluar kamar lalu menutup pintu dan menguncinya.


"sayang... aku lupa bawa baju sama dalaman! makanya aku masuk. aku pikir kamu belum selesai mandinya" teriak Zafa di depan pintu kamar. "buka dong Jira aku mau pakai baju, dingin tau" goda Zafa cekikikan.


"bentar" balas Jira dari dalam kamar. selesai berpakaian Jira membuka pintu kamar untuk Zafa. lalu ia melangkah keluar untuk bersiap di ruang tamu tapi malah ditahan oleh Zafa.


"mau kemana?" tanya Zafa


"aku dandan di ruang tamu aja" kata Jira tertunduk malu melihat penampilan Zafa


"dikamar aja. aku pakai bajunya di ruang ganti. kamu nggak akan lihat kok! tapi kalau mau lihat juga boleh" kata Zafa kembali menggoda calon istrinya.


"iihh... apaan sih kamu" kesal Jira mencubit perut six pack Zafa. "sana pakai baju" usir Jira mendorong Zafa.


"cantik banget sih calon istri Zafa Farjana" puji Zafa


Jira tersenyum dan tersipu malu menatap pantulan dirinya dicermin.dress selutut warna merah maroon yang pas di tubuh ramping Jira. di padukan dengan blazer hitam lalu beberapa kalung menghiasi leher jenjang Jira. membuat Jira tampak semakin sempurna karena kecantikannya.


"you are so beautiful baby" bisik Zafa ditelinga Jira saat memeluk gadis itu dari belakang.


"kamu udah siap?" tanya Jira membalik badanya menghadap Zafa. "dasinya mana?" tanya Jira melihat dasi Zafa belum terpasang.


"ini" Zafa memberikan dasinya pada Jira. "kamu yang pasang. latihan jadi istri" goda Zafa


"huh belum jadi istri aja aku udah layani kamu layaknya suami ya" cibir Jira memasang dasi Zafa.


"masak buat kamu, ngerawat kamu lagi sakit bahkan sampai temani kamu tidur" jelas Jira

__ADS_1


"ia sayang" cup... Zafa mengecup kening Jira. "terima kasih" pintanya.


"udah beres. yuk kita sarapan" ajak Jira menuju dapur.


pagi ini Jira hanya menyiapkan kopi dan sandwich untuk sarapan pagi.Jira memang tak sempat untuk memasak karena mereka harus berangkat pagi-pagi sekali kekantor karena harus meeting dengan klien.


......................


sampai di kantor semua nya sudah dipersiapkan oleh Toni sesuai arahan Jira. mereka langsung menuju ruang meeting karena klien juga sudah datang.1jam 30 menit meeting yang sempat di tunda kemaren akhirnya berjalan lanjar. dan Zafa kembali menjalani kerja sama dengan perusahaan baru.


"terima kasih pak, maaf soal kemarin saya mendadak kurang sehat. jadi meeting nya di tunda" pinta Zafa menjabat tangan kliennya.


"tidak masalah pak Zafa, namanya manusia pasti ada saatnya butuh istirahat. lagian meeting pagi ini berjalan lancar dan tidak mengecewakan saya sangat senang dan terimakasih" balas klien Zafa


usai berbasa-basi klien itu keluar dari gedung perusahaan Zafa.lalu Zafa juga kembali keruangan nya bersama Jira.


"fa nanti jam 10 kamu ada meeting di restoran X. kamu di dampingi Toni ya. aku udah jelaskan beberapa hal sama dia dan dia paham" kata Jira mengingatkan Zafa


"ok tapi bahan untuk meeting nya dimana, biar aku pelajari dulu? " tanya Zafa


"ada di laptop kamu, belum aku print. tapi tadi udah aku minta print sama Toni. kalau gitu aku tinggal ya, aku mau kelantai bawah tempat anak-anak disain." pamit Jira. "kalau butuh apa-apa temui aku di lantai bawah".


"hhmm... " angguk Zafa. "sini peluk dulu" pinta Zafa merentangkan tangannya.


Jira menuruti permintaan calon suaminya. mereka menikmati pelukan itu sesaat seperti saling memberi semangat.


"udah aku mau pergi anak-anak udah pada nunggu" kata Jira melepas pelukan.


"cium dulu" rengek Zafa


"iih.. ini kantor loh" tolak Jira


"ini kantor aku" kata Zafa tegas. "cium sini" Zafa menunjuk pipinya.

__ADS_1


Jira menghembuskan nafas melemaskan bahunya. cup... "udah ya aku pergi" kata Jira meninggalkan Zafa.


__ADS_2