
"saat kita kepanti aku sempat ngomong sama ibu.dan ada kata-kata ibu yang terus bikin aku berfikir beberapa hari ini. terus aku juga ingat kata-kata tristan katanya aku udah nggak pantas buat pacaran langsung lamar aja gitu katanya.kalau soal mama papa aku yakin mereka pasti setuju." jelas Zafa meyakinkan Jira.
"apalagi beberapa hari ini kamu juga menghindari aku dan memilih jalan sama bajingan itu. bikin aku kesal sendiri akhirnya aku memilih sibuk dengan pekerjaan sampai lupa makan. akhirnya gini deh aku jadi sakit" sambungnya lagi.
"aku pikir kamu nggak bisa sakit" ledek Jira
Zafa mengangguk. "emang! aku bisa dibilang jarang sakit, tapi ternyata karena kamu! kamu yang bikin aku sakit" kata Zafa mencubit hidung Jira.
"iih, kok aku sih? " rengek Jira menepis tangan Zafa
"ia karena mikirin kamu, akhirnya aku lupa makan lupa istirahat jadinya sakit kan" jawab Zafa membenarkan.
"iih... sejak kapan kamu pintar ngegombal?" cibir Jira
"aku nggak gombal, serius" jelas Zafa membentuk huruf V dengan jari tunjuk dan tengahnya.
"terus kapan Tristan pulang ini udah 3 bulan 1 minggu ya. aku harus balik lagi jadi kepala disain. Ingat perjanjian awal" kata Jira mengingatkan.
__ADS_1
"kemaren Tristan telpon aku, katanya 1 bulan lagi dia pulang. jadi kamu masih tetap jadi sekretaris aku" jelas Zafa
"nggak bisa gitu dong, nggak sesuai sama perjanjian awal" rengek Jira tak setuju.
"ya kamu nggak bisa ninggalin aku gitu juga dong. lagian cuma 1 bulan lagi kok, menjelang pernikahan kita. pas Tristan pulang kita nikah, biar perusahaan ada yang urus" bujuk Zafa
" 1 bulan lagi nikah? apa nggak terlalu cepat? kok kamu ambil keputusan sendiri? " tanya Jira tak habis pikir
"lebih cepat lebih baik" jawab Zafa yakin
"kamu tenang aja semua urusan dan persiapan pernikahan kita biar aku yang urus.soal lamaran udah nggak perlu. nanti aku akan ngomong sama ibu buat minta kamu jadi istri aku. pokoknya kita langsung nikah nggak pakai acara lain-lain lagi" terang Zafa tegas
"cih... yang udah kebelet nikah, kemaren-kemaren kayak nggak mau" cibir Jira
"bukan kebelet nikah, aku nggak suka bertele-tele jadi langsung saja pada maksud dan tujuan" jawab Zafa sebagai alasan.
"ya udah deh terserah kamu. nanti aku coba telpon ibu sama uncle" kata Jira mengalah.
__ADS_1
"good.dan aku mau mulai sekarang kamu harus jaga jarak sama Miko dan keluarganya. aku tau niat kamu baik, tapi aku nggak mau dia semakin berharap sama kamu, karena kamu masih mau berhubungan sama dia" pinta Zafa
"hhmm... ok. nanti aku akan coba jelaskan juga sama ibunya Miko.
"hhmm... sini peluk lagi, aku butuh tenaga dan semangat" rengek Zafa manja.
Jira memeluk tubuh kekar Zafa. memang berada dipelukan orang yang kita cintai akan membuat kita merasa aman, nyaman dan tenang.sehingga merasa mendapatkan tenaga dan semangat baru untuk menjalani hidup.
"kamu nginap disini ya, kan aku masih sakit" bujuk Zafa manja
"kita belum muhrim zafa" kata Jira tegas
"kamu tidur dikamar yang satunya lagi, ntar kalau aku pusing lagi gimana. kayak semalam untung ada satpam yang antar aku pulang" alasan Zafa membujuk Jira
"tapi aku nggak ada baju ganti sama kebutuhan aku buat mandi juga nggak ada" jelas Jira
"kita beli di mall bawah aja ya! please ya tidur disini aja. aku masih kangen, apalagi nanti malam aku mau kamu masak lagi. masakan kamu enak" rayu Zafa
__ADS_1