Gadis Pewaris Tunggal

Gadis Pewaris Tunggal
bab 31


__ADS_3

"eeehhh... ng.. nggak kok pak" Lila terbata takut Zafa membaca pikirannya.


"udah makan yuk, kok jadi pada tegang gini" kata Jira memecah suasana.kalian bisa santai dikit nggak sih ini lagi makan siang. jadi profesional dalam kerja di kesampingkan dulu. sekarang nikmati makan siang ini sebagai kawan bukan atasan dan bawahan"


Jira dan teman-temannya kembali berbincang santai sambil menikmati makan siang. mereka melupakan Zafa yang tengah menghabiskan makanannya diam tapi sesekali melirik Jira yang tertawa bersama teman-temannya.


"cantik" puji Zafa menyunggingkan sudut bibirnya tersenyum


...🧄🧄🧄🧄🧄...


Jira tengah berbaring menonton tv di sofa ruang tamu kontrakannya sambil makan cemilan yang dibelinya di mini market saat pulang kerja tadi.


tok... tok... pintu rumah diketuk


"siapa yang bertamu malam-malam" pikir Jira dan suara ketukan itu terdengar makin keras.


"ia sebentar" seru Jira bergegas membuka pintu.

__ADS_1


"miko" heran Jira. "ngapain malam-malam kesini? " tanya Jira


"ra, gue boleh masuk" tanya Miko memelas


awalnya Jira ragu, tapi akhirnya ia mempersilahkan Miko masuk dengan tetep membiarkan pintu terbuka.


"gue kesini mau minta bantuan ra. gue mau pinjam uang ra. ibu masuk rumah sakit dan harus operasi besok pagi. gue nggak ada uang lagi ra, gue bingung, gue takut ibu pergi ninggalin gue sama adik gue" keluh Miko sedih


Jira menghembuskan nafas kasar. "lalu uang yang selama ini gue transfer mana? jumlahnya nggak sedikit miko? " tanya Jira dingin


Miko tertunduk, malu ia merasa selama ini selalu memeras Jira untuk hal yang tak penting. tapi gadis ini selalu baik hati dan memberinya uang semata-mata demi ibunya yang sering sakit-sakitan. tapi Miko malah menghambur-hamburkan uang itu.


"baik, besok gue akan kerumah sakit untuk lunasi biaya pengobatan ibu. sekalian gue mau jenguk ibu juga" terang Jira


"makasi ra.maaf kalau gue selalu bikin lo susah" pinta Miko merasa bersalah


"nggak apa-apa selama ini gue ikuti kemauan lo bukan berarti gue takut sama ancaman lo. tapi karena gue kasihan sama ibu dan adik lo. gue selalu berharap lo bisa berubah jadi Miko yang dulu" terang Jira lembut

__ADS_1


"maaf ra. maaf" pinta miko tertunduk


"sekarang lo balik gih, besok gue kerumah sakit"


"ia gue pamit ya mau jagain ibu di rumah sakit.sekali lagi makasih" pamit Miko yang diantar Jira kedepan pintu


...🧅🧅🧅🧅🧅...


sore hari Jira menuju rumah sakit tempat orang tua Miko dirawat. ia juga sempat membeli buah-buahan untuk ibunya miko. di depan rumah sakit Miko sudah menunggu kedatangan Jira


"ayok kita keruang rawat ibu. ibu udah nunggu kamu dari tadi" ajak Miko mengambil alih buah dari tangan Jira


"sore bu" sapa Jira saat sampai di ruang rawat. sudah lama rasanya ia tak bertemu dengan ibunya Miko. tampak tubuh wanita itu semakin kurus sejak terakhir mereka bertemu.rambut yang memutih dan sudah tampak tipis.lingkaran hitam di mata menandakan wanita itu kurang istirahat.


"bagaimana kondisi ibu" tanya Jira lembut. "maaf Jira baru sempat datang".


"ya seperti yang kamu lihat nak" jawab ibu nani lemah. "ibu yang seharusnya minta maaf karena sifat dan perangai anak ibu yang kurang ajar sama kamu" pinta ibu nani meneteskan air mata

__ADS_1


"ibu nggak usah nangis, nggak perlu minta maaf. aku ikhlas bantu Miko dan ibu" kata Jira menenangkan


30 menit Jira menemani wanita yang sudah dianggap ibu olehnya. mereka mengobrol tentang Jira saat kuliah di inggris dan tentang pekerjaan Jira sekarang. Jira juga sempat menyuapi ibu nani buah yang dibawanya tadi. karena hari sudah mulai gelap Jira pun pamit untuk pulang


__ADS_2