Gadis Pewaris Tunggal

Gadis Pewaris Tunggal
bab 25


__ADS_3

keesokan harinya saat jam makan siang Tristan memutuskan untuk pulang kerumah. untuk menyampaikan ide cemerlangnya pada Fanya dan Zavier


"mama sama papa ada dirumah bik? " tanya Tristan pada bik Diah


"ada mas, ibuk lagi ditaman belakang. kalau tuan lagi di ruang kerja" jelas bibik Diah


"tolong bikinin aku jus jeruk sama nasi goreng. anterin kebelakang ya bik" pinta Tristan sopan


"baik mas" jawab bik diah menuju dapur dan Tristan menghampiri Fanya yang tengah asik menanam bunga.


"mam, lagi sibuk nggak? " panggil Tristan


"haduh Tris, kamu kegetin mama aja" kata Fanya memegang dadanya


"hehehe... sorry mam. sini istirahat dulu" ajak Tristan menarik tangan Fanya duduk di gazebo


"kamu kok pulang sendiri, Zafa mana? " tanya Fanya


"Zafa lagi sibuk mah, jadi dia minta cariin sekretaris sama aku" jelas Tristan


"terus kenapa nggak kamu cari? kenapa pulang?" tanya fanya heran


"makanya aku pulang, mau ngomongin sesuatu sama mama papa"

__ADS_1


Zavier yang tengah mencari istrinya menghampiri Fanya dan Tristan yang sedang asik mengobrol.


"siapa yang cari sekretaris ma?" timpal Zavier


"ini, kata Tristan Zafa mau cari sekretaris, tapi dia malah pulang mau ngomong sesuatu katanya" jelas Fanya


"ya udah kamu mau ngomong apa, papa jadi penasaran"


"jadi gini karena aku lagi cari orang yang di minta papa, ada beberapa kerjaan aku sedikit berantakan. nah kemaren aku bilang ke Zafa supaya dia punya sekretaris, biar aku bisa fokus cari informasi tentang orang yang lagi di cari papa" jelas Tristan panjang lebar


"terus" kata Fanya dan Zavie bersamaan


"hahaha... cie, cie.. yang penasaran sampai kompakan gitu" goda Tristan


"ia lanjut. jadi aku punya ide biar Jira aja yang jadi sekretaris Zafa, tapi aku butuh bantuan papa" jelas Tristan ragu


"kok papa sih, kan bisa minta Jiranya langsung" kata Zavier heran


"itu masalahnya pa. Jira pasti nggak mau. nah makanya aku minta bantuan papa buat gunain tuh kuasanya papa sebagai presdir biar Jira jadi sekretaris Zafa. lagian papa nggak mau kabulin doanya mama" kata Tristan menaik turunkan alisnya


"maksudnya? " tanya Zavier bigung


Trisran menghembuskan nafas kasar. "kayaknya Zafa sama Jira saling punya rasa, tapi mereka nggak mau mengakui. gengsi kayaknya, jadi kalau mereka sering ketemu pasti benih-benih cinta semakin tumbuh. ya papa ngerti lah, kayak nggak pernah muda aja" terang tristan panjang lebar.

__ADS_1


"hhuuss kamu" Fanya memukul lengan Tristan. "ia pa mama setuju sama idenya anak tengil ini" ucap fanya senang


"ok, papa akan gunakan KUASA papa" kata Zavier menekan kata


...🌽🌽🌽🌽🌽...


"ra, pagi ini lo dipanggil keruang HRD" kata siska pada Jira yang baru tiba


"ada apa ya" tanya Jira heran


Siska hanya mengangkat kedua bahunya berlalu kembali kemeja kerja.


*ruang HRD*


"bapak panggil saya" tanya Jira pada pimpinan HRD


"mulai sekarang kamu di pecat jadi kepala disain" kata pimpinan HRD


"hah, dipecata?" pekik Jira tak percaya. "tapi kenapa pak? pekerjaan saya baik-baik aja dan nggak ada masalah" jelas Jira meyakinkan


"kamu memang di pecat jadi kepala disain, tapi kamu diminta pak Zavier jadi sekretaris pak Zafa" jelas pimpinan HRD


"sekretaris? " loh nggak bisa gitu dong pak, ini keputusan sepihak, saya nggak terima" tolak Jira tegas

__ADS_1


"kalau kamu mau protes silahkan langsung temui Presdir, saya cuma menyampaikan perintah" jelas pimpinan HRD. "jadi sekarang kamu bisa kemasi barang dan langsung naik kelantai atas tepat ruangan pak Zafa" terang pimpinan HRD tak kalah tegasnya


__ADS_2