
"pak tolong lepasin saya" tegas Jira melepaskan tangan Moses dari pinggangnya
Moses tak mendengarkan Jira, malahan ia semakin mempererat pelukannya pada Jira. "kalau saya nggak mau bagaimana? saya semakin menginginkan kamu karena kamu menolak saya" kata Moses tepat di depan wajah Jira
Jira berusaha mendorong dada Moses agar menjauh darinya."lepas" geram Jira.
bbyyuuurrr.... Jira menyiram moses dengan air yang ada di dalam gelas
"jangan kamu samakan saya dengan jalang yang suka kamu sentuh" geram Jira
karena marah Moses membanting gelas kaca yang ada ditangannya.
ppprraannnkkk.... pecahan gelas bertebaran dilantai dan para tamu serta beberapa wartawan melihat kearah keributan antara Jira dan Moses.
"kurang ajar, sini kamu" marah Moses menarik tangan Jira keluar dari pesta
"lepas" pekik Jira
Zafa yang sedang asik ngobrol dengan beberapa rekan bisnisnya ikut teralihkan saat mendengar suara Jira. karena tadi ia tidak peduli dengan keributan yang membuat orang-orang pada berkumpul untuk menonton.
__ADS_1
Zafa menghampiri dengan langkah besar ia berjalan menarik Moses dari belakang dan bbbuuugghhh.... sebuah bogem mendarat di pipi Moses.
"bajingan,jangan pernah lo sentuh wanita gue" kata Zafa dengan rahang mengeras
"cih... sejak kapan lo suka wanita hah" tanya Moses menantang Zafa.
Zafa hanya diam berdiri mengeratkan kepalan ditangannya.
"ayo pulang" ajak Jira menarik Zafa
"hey jangan pikir kamu bisa lepas begitu saja. saya akan mencari kamu dan saya pastikan kamu akan tidur dengan saya" pekik Moses pada Jira yang sudah berjalan meninggalkan pesta bersama Zafa
Zafa yang mendengar ucapan Moses merasa tak terima jika wanita yang sedang ia dekati dilecehkan.
bbbuuugghh... kembali pukulan di daratkan di pipi Moses dan moses pun tersungkur di lantai
"berani lo sentuh milik gue, habis lo" ancam Zafa geram
Moses tersenyum menyeringai mengejek Zafa. mengusap darah yang mengalir dari sudut bibirnya.
__ADS_1
"hei kalian semua dengar saya" kata Moses berteriak meminta perhatian seluruh para tamu dan wartawan."pria ini mengaku bahwa wanita itu adalah miliknya, tapi wanita itu hanya sekretarisnya. jadi apa salah saya mendekati wanita cantik itu" ucap Moses menunjuk Jira
orang-orang pada berbisik. pasalnya mereka tau Zafa memang pemilih soal wanita.bahkan ada beberapa rekan bisnis yang mengenalkan anak gadisnya pada Zafa dan langsung ditolak mentah-mentah olehnya. dan para tamu juga tau kalau Jira memang sekretaris Zafa beberapa bulan ini.sangat tidak mungkin Zafa memiliki hubungan dengan Jira
"kalau memang dia hanya sekretaris anda, apa salahnya Moses mendekatinya"
"kalau memang wanita itu pasangan anda kenapa tidak anda kenalkan pada publik?"
tanya para wartawan menyudutkan Zafa dan mendukung Moses
semua orang yang ada di ruangan itu menatap Zafa. mereka seolah setuju dengan pertanyaan para wartawan. Jira merasa tak terima Zafa dipermalukan di depan awak media dan rekan bisnisnya.
dengan langkah yakin Jira menghampiri Zafa yang masih berdiri mematung, menarik dasi pria itu dan
cup....
Jira mencium Zafa di tengah tamu pesta malam ini
Zafa kaget dengan tindakan berani Jira, namun Zafa juga ikut menikmati ciuman itu menarik pinggang Jira merapat ke tubuhnya. membalas ciuman yang diberikan Jira. ciuman yang awalnya lembut, kini saling menuntut satu sama lain tapi Zafa segera melepas tautan itu saat Jira memukul dadanya. Zafa mengusap bibir basah Jira dengan ibu Jarinya.
__ADS_1
"malam ini saya umumkan kalau wanita ini adalah milik saya, dan kalian tunggu saja undangan pernikahan dari saya" jelas Zafa tegas dengan raut wajah dingin menatap Moses dan semua orang yang ada di sana.
Jira hanya tertunduk malu di dada bidang Zafa. mereka pun pergi meninggalkan pesta yang masih berlangsung tanpa pamit pada pemilik acara.