Gadis Pewaris Tunggal

Gadis Pewaris Tunggal
bab 53


__ADS_3

"tapi saya juga meninta pada bu Fanya dan Pak Zavier untuk bisa menerima kekurangan anak saya ini.Jira cuma gadis biasa dia cuma punya hati yang tulus untuk semua orang. saya harap ibu dan bapak tidak kecewa nantinya jika ada sifat dan sikap anak saya yang kurang baik "pinta bu Arsy


" bu Arsy tenang saja kami sudah mengenal Jira dari saat dia mulai magang di perusahaan kami. malah kami seharusnya yang berterima kasih karena Jira dan bu Arsy mau menerima anak saya" jelas Fanya


"kami juga merasa beruntung karena Jira mau menjadi menantu kami,karena dia gadis yang pintar. dia bisa membantu dan mendampingi Zafa dalam mengurus perusahaan. apalagi kemarin ada masalah di perusahaan dan Jira dapat membantu Zafa menyelesaikannya" sambung Zavier.


"syukurlah kalau begitu, putri saya berada di tangan yang tepat. nak Zafa tolong jaga putri ibu.kalau nantinya kalian ada masalah tolong jangan ada kata perpisahan" pinta bu Arsy sendu


"pasti bu, saya akan menjaga Jira dan melindunginya. sebisa mungkin kami akan lewati ujian dan cobaan bersama sampai maut memisahkan" kata Zafa yakin dan mantap sebagai lelaki.


"ah... maaf saya jadi sedih" pinta bu arsy menyeka air di sudut matanya."mari kita kemeja makan. kita makan siang dulu" ajak bu Arsy. "nanti akan saya bawa ibu dan bapak berkeliling panti melihat perkebunan".sambungnya lagi.


di meja makan mereka membicarakan tentang persiapan pernikahan Jira dan Zafa. meski terkesan mendadak tapi memang ini yang di inginkan Zafa. tak perlu acara lainnya cukup langsung pada pengucapan ijab kabul dan sah dimata agama dan hukum.


setelah makan siang Jira dan Zafa berkumpul bersama anak-anak panti membagikan oleh-oleh yang mereka bawa seperti buku cerita, buku gambar dan pewarna serta beberapa mainan untuk anak-anak balita.


sedangkan Zavie dan Fanya sedang mengelilingi panti dan melihat perkebunan yang terletak di belakang panti.


" luas sekali ini bu perkebunannya!" seru Fanya. melihat perkebunan buah jeruk dan apel ada juga beberapa sayur-sayuran.


"ini dibeli oleh pamannya Jira saat dulu waktu membangun panti ini" jelas bu Arsy.


"lalu sekarang dimana dia? " tanya Zavier.


"Jhoni cuman orang kepercayaan dari almarhum orang tua Jira untuk menjaga gadis itu. makanya Jira di titip disini.sekarang jhoni jarang kemari, bahkan ponselnya juga kadang aktif kadang tidak" jelas bu Arsy sendu.


"apa ibu mau menjual lahan ini pada saya? ibu tenang saja, ibu dan anak-anak panti yang akan tetap mengelolanya dengan alat yang memadai. nanti hasilnya akan kita jual ke luar kota seperti supermarket besar. saya yakin pastinya perkebunan ini akan sukses besar" tawar Zavier


"untuk itu saya harus diskusikan dulu dengan Jira.bagaimanapun ini juga hak dia" jelas bu Arsy.


"ayo kita balik, pasti anak-anak sudah menunggu" ajak bu Arsy.


sampai di panti Zafier dan Fanya sudah bersiap untuk kembali ke kota. begitu pula Jira dan Zafa. karena esok hari mereka akan kembali bekerja.


"bu Jira pamit ya, nanti pas ibu ke kota akan dijemput sama supir Zafa sekalian bawa kang Deden dan keluarga untuk mendampingi Jira saat menikah nanti" kata Jira memeluk wanita yang sudah membesarkannya.

__ADS_1


"ia nak, maaf ibu nggak bisa ikut sekarang, ibu nggak bisa meninggalkan panti" pinta bu Arsy.


"bu kami pamit pulang ya, terima kasih loh sudah menerima dan menjamu kami. terima kasih juga buah dan sayur segarnya" pamit Fanya memeluk bu Arsy.


"terima kasih juga sudah bawa oleh-oleh untuk anak-anak panti.lain kali main kesini harus menginap" pinta bu Arsy


"pasti" jawab Fanya senang.


"saya juga pamit bu" kata Zafa mencium punggung tangan bu Arsy.


"hati-hati nak Zafa.kabari ibu jika sudah sampai nanti".


" baik bu!"


mereka ber 4 sudah menaiki mobil alphard yang dibawa oleh supir pribadi Zavier. tak lupa mereka melambaikan tangan sebagai tanda perpisahan.


"mama suka suasana disini. tadi mama minta sama papa buat bangun rumah disini. gimana pendapat kamu sayang" tanya Fanya pada Zafa yang duduk di bangku belakang dengan Jira.


"boleh, ide yang bagus" jawab Zafa.


"oh ia ra. tadi papa berniat membeli perkebunan di belakang panti. apa kamu setuju?" tanya Zavier


"agar bisa papa modali dan nantinya yang kelola tetap ibu kamu sama anak-anak panti. hasilnya nanti bisa kita bawa keluar kota memasuki toko dan supermarket" jelas Zavier


"papa mau kembangin bisnis di perkebunan? " tanya Zafa


"ia, sepertinya papa tertarik untuk masa tua papa. papa sudah pusing mengurus bisnis yang ada di kota" jawab Zavier


"boleh nanti akan Jira bicarakan sama ibu. tapi kita bicarakan lagi agar bisnis ini saling menguntungkan dan tak merugikan salah satu pihak" jelas Jira


"hahaha... ok. kalau begitu nanti setelah pernikahan kamu kita akan mulai membicarakan bisnis" tawa Zavier senang.


"mah ternyata menantu kamu jiwa bisnisnya sangat kental" puji Zavier. "bahkan belum jadi menantu saja dia sudah membicarakan untung dan rugi" sambung Zavier.


"kita emang nggak salah pilih mantu pa" senang Fanya

__ADS_1


"Zafa yang nggak salah pilih istri mah" timpal Zafa.


"ia, tapi kalau bukan karena mama dan papa yang buat Jira bekerja jadi sekretaris kamu mana mungkin kalian dekat" cibir Fanya


"ia deh aku ngalah, ngomong sama mama pasti mama bakal menang" sungut Zafa


"kalian masih tinggal di apartemen" tanya Zavier.


"ia pa.rencananya aku mau ajak jira pindah kesana mungkin dalam minggu ini" jawab Zafa.


"ide yang bagus, tapi papa sarankan kamu tinggal di rumah aja Zafa, biar Jira di apartemen.papa percaya sama kalian. tapi belum tentu pandangan orang lain" jelas Zavier


"aku nggak peduli orang ngomong apa. hidup aku cukup aku yang tau baik buruknya" jawab Zafa dingin.


"ah dasar anak muda. kalau lagi jatuh cinta dunia milik berdua" cibir Zavier


"tapi kalian nggak aneh-aneh kan? jangan sampai mama punya cucu dulu" kata Fanya.


"mama apaan sih.aku tau batasannya ma" jawab Zafa kesal.


"ia tante kita tidur terpisah kok" jawab Jira bohong. "Zafa cuma mau aku makan masakan aku makanya dia ngotot tinggal bareng".


" cih alasan aja itu mah" cibir Fanya


"kita cuma lagi mendalami peran sebagai suami istri mam. sebelum jadi suami istri benaran" jawab Zafa asal dan mendapat pukulan dari Jira.


"ada-ada aja kamu" kesal Fanya juga ikut memukul Zafa. "tapi Zafa nggak nakal kan sayang" tanya Fanya pada Jira.


"nggak kok tante. tapi manja" jawab Jira.


terima kasih buat yang sudah mampir dan membaca novel aku.


jangan lupa tinggalkan jejak likeπŸ‘ dan komen πŸ–Š


udah sore aja ternyata saking asiknya update.

__ADS_1


nanti malam update lagi.


🀩πŸ₯³πŸ˜˜πŸ₯°πŸ˜πŸ’ͺπŸ’


__ADS_2