Gadis Pewaris Tunggal

Gadis Pewaris Tunggal
bab 38


__ADS_3

...sebelumnya aku mau ngucapin terima kasih buat yang udah kasih like serta komennyaπŸ™πŸ–Š. buat yang lain yang sudah baca aja tolong tinggalkan jejak ya like atau komen 😁...


......novel ini sudah aku ajukan kontrak jadi mohon dukungannya ya. semoga lulus kontrak. πŸ™πŸ™......


... ...


...dukungan kalian semua sangat berarti buat aku yang masih pemula ini, maaf kalau cara penulisan aku yang asal atau kata yang kurang menggambarkan suasana, pastinya aku akan terus belajar. ☺😊...


...apalah artinya aku seorang ibu rumah tangga yang cuma lulusan SMA ini tanpa dukungan kalian semua. 😘...


...juga apalah artinya perjuangan ku saat mau update harus mencari jaringan dan sinyal 😟 karena di tempat tinggal ku jaringan dan sinyal masih lemah 😒 kalau nggak ada like dan komen dari kalian semua rasanya kurang semangat kalau mau update lagi😭...


...🎹🎹🎹🎹🎹🎹🎹🎹🎹🎹🎹🎹🎹🎹🎹🎹...


Miko hanya bisa diam karena penolakan halus dari Jira. untuk saat ini ia tak mau memaksa Jira, takut kalau Jira akan semakin menolak dan menjauhinya. Miko bertekat akan terus mendekati Jira lagi dan membuat gadis di depannya ini akan kembali padanya.


selesai makan Jira dan Miko menuju rumah sakit tempat ibunya Miko dirawat. Jira sempat membelikan bubur ayam untuk dibawanya sebagai buah tangan.


"sore bu" sapa Jira lembut. "maaf Jira baru datang, ibu sudah makan" tanya Jira lagi


"ibu nggak mau makan kak, katanya makanan rumah sakit nggak enak" jawab Nindi adik Miko yang berumur 16 tahun


"kamu Nindi ya, wah sudah besar dan cantik" puji Jira memeluk Nindi


"kakak Juga makin Cantik, pantas saja kak Miko nggak bisa lupain kakak" balas Nindi melirik Miko

__ADS_1


"kamu bisa aja" Jira tersenyum mengulas rambut Nindi. "tadi kakak beli bubur ayam buat ibu, kamu tarok piring ya biar kakak suapi ibu" pinta Jira


"ra gue ke apotik dulu ya mau tebus obat ibu" kata Miko


Jira mengambil dompet dari dalam tasnya dan memberikan beberapa lembar uang 100 ribu pada Miko. "pakai ini buat tebus obat".


" nggak perlu ra gue punya uang kok" tolak Miko


"udah ambil ini, uang lo bisa simpan dulu buat kebutuhan Nindi sekolah" kata Jira memaksa Miko mengambil uang


"makasih ra, gue janji besok gue akan cari kerja buat ganti uang ini" kata Miko tulus


"gih tebus obat ibu, gue mau suapin ibu makan dulu habis itu bisa minum obat" jelas Jira


"bu ayo makan dulu, tadi Jira beliin bubur ayam buat ibu" ajak Jira lembut


Nindi memperhatikan Jira yang tampak tulus dalam merawat dan menyuapi ibu Nani.


"ibu pasti senang kalau kak Jira jadi mantu ibu" kata Nindi


"jangan ngomong gitu dek, kalaupun kakak nggak jadi mantu ibu. kakak udah anggap ibu kayak ibu kakak sendiri pastinya kakak akan merawat ibu" jelas Jira


"kenapa? apa kakak nggak mau jadi mantu ibu? "


"bukan gitu dek, kakak sama kakak kamu sekarang cuman sebatas teman.kakak yakin nanti Miko bisa menemukan wanita yang baik" jelas Jira lagi

__ADS_1


"sayang sekali ya, padahal ibu maunya kak Jira yang jadi mantunya" kata Nindi sedih


Jira menghembuskan nafas kasar. "bu maaf kalau aku bikin ibu kecewa. tapi sejak aku memutuskan pergi sejak itu juga aku sudah melupakan Miko.tapi tidak dengan ibu aku sudah anggap ibu seperti ibu aku sendiri.karena ibu sangat baik sama aku selama aku bersama Miko. dan alasan aku menghindari ibu karena aku nggak mau ibu terlalu berharap buat aku bisa bersanding dengan Miko" jelas Jira lembut dengan raut wajah sedih.


"ibu mengerti nak. dan seharusnya ibu tau kesalahan anak ibu sama kamu terlalu besar akan sangat sulit untuk dimaafkan" sedih ibu Nani


"aku sudah memaafkan Miko bu. tapi untuk kembali bersama seperti dulu aku nggak bisa. karena sekarang rasa aku buat Miko cuma sebatas teman nggak lebih" terang Jira menggenggam tangan kurus yang tampak mulai keriput.


bu Nani tersenyum "ia ibu mengerti, terimakasih sudah memaafkan Miko anak ibu. dan terimakasih kamu masih mau datang menjenguk dan merawat ibu" pinta bu Nani tulus


Jira membalasnya dengan senyuman. "ibu makan lagi ya".


tanpa mereka sadari sedari tadi Miko mendengarkan percakapan antara ibunya dan Jira. ada rasa kecewa dan sedih di hati Miko. tapi Miko tetap pada tekatnya bahwa ia akan membuat Jira kembali padanya. apakah yang dirasakan Miko benar-benar cinta atau hanya obsesi semata? entahlah hanya Miko yang tau jawabannya


karena langit sudah gelap dan bu Nani sudah tidur beristirahat Jira juga pamit untuk pulang.


"dek, kakak pulang ya, dan ini ada sedikit uang buat kamu jajan disekolah" kata Jira memberikan beberapa lembar uang 100 ribu pada Nindi


"banyak sekali ini kak" tolak Nindi halus


"nggak apa-apa, buat kebutuhan kamu di sekolah"


"ra banyak banget lo kasih Nindi uang. uang yang lo kasih ke gue tadi aja masih sisa ra" timpal Miko tak enak


"pake aja buat kebutuhan lo, ibu dan juga Nindi sampai lo dapat kerjaan" jelas Jira lembut pada Miko

__ADS_1


"gue antar lo pulang ya ra" tawar Miko


"nggak usah, gue udah pesan taxi online. lagian lo harus jaga ibu kan. gue pulang ya".pamit Jira meninggalkan ruang rawat bu Nani dan langsung menuju halaman rumah sakit menaiki taxi online pesanannya.


__ADS_2