
"bu Jira pamit pulang ya, besok kalau ada waktu Jira datang lagi jenguk ibu" kata Jira
"hati-hati.terima kasih banyak sudah menemani ibu. maaf ya nak kalau ibu sama Miko merepotkan kamu" balas bu nani berusaha tersenyum.
Jira menyalami tangan pucat pasi itu. lalu melangkah pergi meninggalkan ruang rawat di antar Miko.
"ra, makasih lo udah jenguk ibu, selama ini beliau kangen sama lo ra" kata Miko. mereka terus berjalan di lorong rumah sakit
Jira menghembuskan nafas kasar. "lo tau kan alasan gue nggak mau ketemu ibu lagi".
Miko tertunduk lesu, ia sadar memang ini adalah kesalahannya. " maaf" pinta Miko tulus
mereka berhenti tepat di depan pintu rumah sakit. "sudahlah Miko, gue udah memaafkan lo. dan soal uang biaya rumah sakit ibu gue ikhlas jadi nggak perlu lo ganti. kalau lo butuh bantuan lagi bilang sama gue" terang Jira lembut
"ra" panggil Miko.
"apa"
"bisa kita mulai dari awal lagi? " tanya Miko penuh harap
__ADS_1
Jira terdiam. menatap mata Miko.apa yang di ucapkan pria di depannya ini hanya omong kosong belaka?
"apa yang membuat lo berfikir untuk kita mulai dari awal lagi? " tanya Jira serius
"gue tau gue salah, gue bajingan.tapi gue pengen berubah ra. apalagi pas gue lihat ibu semangat pas ketemu sama lo, gue sadar gue udah sia-siain lo. gue bodoh udah memilih jalan yang salah dan harus kehilangan lo" terang Miko sungguh-sungguh
Jira tersenyum tulus. "gue pengen lo berubah bukan karena gue atau orang lain. tapi karena kemauan lo sendiri. berubah demi masa depan lo yang masih panjang".
" ra kasih gue kesempatan 1 kali lagi!" pinta Miko memelas
"maaf Miko.kalau untuk kembali bersama gue rasa udah nggak bisa.tapi kita bisa jadi teman" tolak Jira halus takut menyakiti perasaan Miko
"gue nggak janji Miko, jadi jangan terlalu berharap ya. gue pulang taxi online pesanan gue udah sampai. " pamit Jira segera masuk mobil
...🌶🌶🌶🌶🌶...
"fa, nanti ada undangan buat peresmian Hotel Mutiara jam 9 malam" kata Jira mengingatkan Zafa
"ia gue inggat, lo temanin gue" jawab Zafa yang masih memeriksa beberapa laporan
__ADS_1
"hadeh... harus...? " tanya Jira malas menuju sofa.
"lo pergi sendiri deh ya, gue malas. gue mau nonton film di rumah" tolak Jira memberi alasan
"nggak bisa ra, nggak seru pergi sendiri. biasanya papa sama mama yang pergi. tapi kan sekarang mereka lagi di inggris"
"tapi gue nggak punya baju pesta atau gaun malam gitu" kata Jira lagi memberi alasan
Zafa menghampiri Jira di sofa lalu duduk di sampingnya "nanti kita kebutik".
Jira mengalah, tak ada lagi alasan untuk menolak Zafa. " ya udah ia, gue ikut" kesal Jira memanyunkan bibir.
"nah gitu dong" gemas Zafa mencubit hidung Jira.
"iiiihhh... Zafa" pekik Jira memukul lengan kekar pria disampingnya itu.
"apa? mau gue cium" goda Zafa memajukan wajahnya ke depan Jira
"minggir" kesal Jira mendorong Zafa, lalu melangkah menuju meja kerjanya.
__ADS_1
Zafa hanya tertawa karena berhasil menggoda Jira dan membuat gadis yang memiliki senyum manis itu kesal. seperti mood booster sendiri buat Zafa melihat tingkah Jira yang kadang manja seperti anak-anak dibalik sifatnya yang mandiri, pintar dan cekatan. terbukti Jira bisa mendampingi Zafa yang super sibuk dan membantunya di kantor mengerjakan beberapa laporan.