Gadis Pewaris Tunggal

Gadis Pewaris Tunggal
bab 37


__ADS_3

di tengah perjalanan Zafa dan Jira hanya diam. mereka masih mencerna kejadian beberapa menit yang lalu.apalagi Jira yang sedang menenangkan jantungnya yang berdetak kencang tak karuan.


sampai di rumah kontrakan Jira mereka masih sama-sama terdiam.


"so... soal ta... tadi gue cuma...


dengan cepat Zafa meraih tengkuk Jira, mencium kembali bibir yang terasa manis tadi. Zafa menginginkannya lagi dan lagi. Zafa kembali ******* lembut bibir Jira dan menelusuri mulut itu dengan lidahnya saat Jira membuka bibirnya. menghisap lembut lidah Jira yang membuatnya tak mau berhenti. Zafa melepas ciuman itu karena Jira yang susah bernafas.kemudian mereka saling menautkan kening.


"aku suka kamu" kata Zafa parau menahan hasratnya.


pipi Jira merona karena malu, apalagi ungkapan dari Zafa. "a... aku... "


"kita jalani aja dulu, sampai kita benar-benar yakin lalu kita akan menikah, aku nggak mau kita pacaran" jelas Zafa lembut.


Jira mengangguk setuju dan juga malu."a... aku turun dulu" kata Jira terbata


"hhmm... aku juga pamit pulang" lalu Zafa mencium lembut kening Jira

__ADS_1


Jira bergegas turun dari mobil Zafa dan masuk kedalam rumahnya. Jira bersandar di daun pintu memegang dadanya yang dag dig dug.


sedangkan di dalam mobil Zafa memukul stir mobilnya. mengusap wajah hingga rambut. lalu ia tersenyum senang karena lagi jatuh cinta. "aaaarrrgggghhh.... lama-lama gue bisa gila" geram Zafa senang melajukan mobil pulang.


...🥜🥜🥜🥜🥜...


"pulang nanti aku antar ya" kata Zafa pada Jira yang sedang membereskan beberapa dokumen untuk Zafa pergi meeting


"nggak usah, soalnya kemaren aku udah janji sama Miko. nggak enak mau nolak" terang Jira


"dia masih suka sama kamu, dan aku nggak suka itu" kata Zafa tegas


Zafa menghembuskan nafas kasar. "ok tapi usahakan untuk mulai menjaga jarak dari dia, jangan sampai dia semakin berharap sama kamu".


" ia. kalau begitu aku berangkat dulu. semuanya udah aku siapin disini" pamit Jira memberikan map biru


"hhmmm... hati-hati nanti malam aku kerumah" kata Zafa yang kembali pada layar laptopnya.

__ADS_1


...🥖🥖🥖🥖🥖...


"ra aku senang kamu mau aku ajak kesini lagi" jelas Miko mengingatkan Jira akan kenangan mereka dulu. "pesanan kamu masih sama kan? pecel ayam sama goreng tempe aja" tebak Miko


Jira tersenyum "ia sama".


Miko memesan 2 porsi makanan. saat ini mereka tengah makan di warung pecel lele langganan mereka dulu saat masih pacaran.


" ra sekali lagi aku mau minta maaf karena sikap aku yang kasar dan suka maksa kamu buat kasih aku uang dan aku benar-benar menyesal. aku janji aku bakalan berubah dan memulai semuanya dari awal, biar kamu mau balik sama aku lagi ra" sesal Miko.


"Miko kan gue udah bilang kalau gue udah maafin lo. dan untuk kembali sama lo gue udah nggak bisa, lo udah gue anggap teman" jelas jira lembut


"kenapa ra, apa lo benci sama gue? "


"gue nggak benci sama lo. tapi gue udah nggak ada rasa sama lo" tekan Jira


"ra, sekali lagi please beri gue kesempatan buat memperbaiki hubungan kita" pinta Miko menggenggam jari-jari Jira. "gue akan berubah jadi Miko yang dulu, Miko yang lo cintai".

__ADS_1


Jira menggeleng. " maaf Miko hubungan kita sudah lama berakhir dan tidak ada yang perlu diperbaiki lagi. jadi gue harap lo berubah bukan karena gue, tapi karena diri lo sendiri, demi masa depan lo ibu dan juga adek lo".


__ADS_2