Gara-Gara Kamu

Gara-Gara Kamu
EPS 10 Siapa Yang Jahat Padaku?


__ADS_3

Suamiku menatap dengan penuh tanda tanya besar.Aku hanya diam,mau jelasin gimana?wong suamiku nggak nanyak apa-apa langsung main ijab qobul.


"Tidak!tidak!tidak!Ummi sangat tidak setuju dengan ini semua.Pokoknya Ummi tidak setuju,Titik!!!"Ummi bangkit meninggalkan kami berempat.


Ummah geleng-geleng kepala sambil menghela nafas panjang menatap punggung Ummi yang kemudian hilang di balik dinding.


"Jika D yatim,lalu D tinggal dengan siapa?"Abah melanjutkan pembicaraan.


"Kakek"Aku menjawab SE adanya.


"D dari keluarga apa??Darah biru? Atau dari bangsa apa?"


"Maaf Abah,memangnya warna darah ada berapa macam?"Tanyaku.


Ummah menutup mulutnya menahan tawa.Namun tidak dengan Abah,ia menghela nafas berat.


"Abah...tidak penting lah D dari keluarga siapa? keturunan siapa?Sekarang dia sudah jadi istri Kanda"


"Syarif,,jangan bilang itu tidak penting.Kita adalah keluarga terpandang,pasti akan jadi pertanyaan besar tentang asal-usul istrimu.Kalau nanti ada yang bertanya Abah mau jawab apa?"


Ohh ternyata Abah tidak beda jauh dengan Ummi,hanya saja Abah tidak cerewet tapi kata-katanya sama pedas.Apa perlu nih aku katakan siapa aku???Ah untuk apa?Toh pernikahan ku tak akan lama?Aku tidak mau terus menerus terikat seperti ini? Aku ingin bebas seperti sebelumnya.


Pembicaraan terjeda karena deringan handphone.Abah meraih ponselnya yang berada di atas meja.


"Hallo,,, wa'alaikum salam,,, ya Hafizh ada apa?Ohhh Tuan Damian Aryaguna setuju untuk menambah saham?? Alhamdulillah,,,Terus kapan katanya CEO nya datang liburan ke Bali??Oh besok??baiklah,hanya besok Abah akan tunggu.Ok terimakasih ya.Wa'alaikum salam"


DAMIAN ARYAGUNA ????mirip nama Papa??CEO nya di Bali??Jangan-jangan Aku??


"Dari Kak Hafiz Bah?"Tanya suamiku.


"Iya,,,dia berhasil meyakinkan Tuan Damian Aryaguna untuk menambah saham.Hanya tinggal menunggu tanda tangan sang CEO"Abah menjelaskan.Aku memilih diam saja,meskipun ini lucu bagiku.Karena yang ditunggu adalah tanda Tanganku hhhhhh.


"Ohya Abah masuk dulu ya..."Pamit Abah seraya beranjak dari tempat duduknya.


"Loh??katanya mau makan malam bersama?"Timpal Ummah.


"Mendadak kenyang Mah,kalau Ummah mau silahkan temani mereka makan"Jawab Abah santai tanpa perasaan.


Ummah menatap kami berdua,mungkin dia juga terasa hati dengan ucapan Abah.Aku berusaha tersenyum meskipun terpaksa.


"Ya sudah ayo kita makan,Ummah sudah laper"Ajak Ummah pada kami.


"Baik Ummah"Jawab Suamiku.Kami berjalan beriringan mengapit Ummah yang sudah renta.


___

__ADS_1


"Maafkan keluarga kami jika ada ucapan yang menyinggung hatimu"Ucap Ummah ramah sambil lalu mencedokkan nasi untukku.


"Tidak apa-apa Ummah,tapi apa Ummah tidak keberatan dengan status sosial D?"Ucapku memancing pendapat Ummah.Beliau menghela nafas panjang,lalu duduk setelah mengambil nasi untuk dirinya sendiri.


"Ummah dulu juga bukan orang berada,Ummah dan Abah Kakong bekerja keras saling mendukung untuk menciptakan Perusahaan Garmen terbesar Sehinggalah sampai hari ini.Jadi bagi Ummah semua manusia ini sama saja,hanya nasib yang membedakan kita"


Aku tersenyum lega,ternyata ada juga orang yang sepemikiran denganku.


"Lalu apa alasan Ummah menerima saya jadi cucu menantu?"Sambungku ingin tahu.Ummah tertawa dengan menutup mulutnya.Sungguh tawa yang sopan.


"Cuma kamu satu-satunya orang yang baru Ummah temui yang bisa membantah Syarifah"


"Emangnya semua orang disini takut sama Ummi?"Tanyaku lagi.


"Ummah tidak takut,tapi tak pernah didengerin.Sya itu keras kepala,semaunya sendiri.Ubaid saja sebagai anak Ummah lebih nurut sama istri dibandingkan dengan Ummah sendiri"


Aku manggut-manggut.


"Kanda Syarif tidak keberatan kan,Ummah gibah sedikit tentang Ummi?"


Suamiku yang tengah mengunyah makanan hanya menggeleng sambil tersenyum.


"Ohya,,,Ummah penasaran gimana ceritanya yang lebih detail tentang pertemuan kalian berdua sampai kalian menikah?"


Aku dan suamiku saling berpandangan.


Ummah manggut-manggut meresapi kisah kami berdua.


"Menurut Ummah nih,sepertinya ada orang terdekat kalian yang ingin menjebak kalian tapi salah sasaran"


"Maksud Ummah??"Aku menautkan kedua alisku.


"Yah kayak ditipi-tipi tuh,minuman kalian dikasih obat perangsang"


Hah???aku tersentak kaget!Tak pernah pun timbul dalam otakku pikiran sampai kesitu.Kalau memang benar?siapa orang yang sejahat itu padaku??Manda??Hanya dia yang selalu bersamaku.Tapi aku rasa tidak mungkin,nggak mungkin dia punya niat jahat sama aku.


"Kanda...Coba diingat ingat kembali,Kanda sama siapa sebelum kejadian?"Sambung Ummah.


"Anita Ummah,sekretaris Kanda"Jawab suamiku.Kalau Si centil aku percaya kalau dia yang menaruh obat dalam minuman suamiku.Tapi kalau aku??tidak mungkin lah si Manda.


"Kalau D gimana?siapa terakhir yang bersama dengan D?"


"Banyak Ummah,kami Kan tengah liburan di Bali Ummah"jawabku.Ummah manggut-manggut,kening tuanya mengerut,seperti tengah memikirkan sesuatu.


"Siapapun bisa jadi tersangka dalam kasusnya D"

__ADS_1


Ummah dan tak ubahnya seorang penyidik,aku tersenyum lucu.


"Sudahlah Ummah,biarkan saja.Toh rencana jahat mereka malah mendatangkan berkah untuk Syarif"Ujar suamiku.


"Berkah apa-an,tiba-tiba datang bawa bini bukan berkah namanya.Pamalih kalau seorang anak mengesampingkan orang tua apalagi dalam perkara menikah"


"Iya namanya darurat Ummah,mau gimana lagi??"


"Yah itulah yang perlu digaris bawahi"Ucap Ummah.


____


Terngiang-ngiang bagaimana Abah dan Ummi yang meremehkan diriku membuat aku tersenyum geli.Kalau Abah tahu aku adalah CEO yang ia tunggu apakah perlakuan mereka akan berbeda??


Hemmmm sepertinya aku harus menyembunyikan identitas ku,tak apalah mereka menghina ku.Rasanya ini sebuah tantangan baru buatku.Selama ini kan aku dihormati karena aku pintar,kaya,dan seorang ahli waris.Aku tidak pernah diperlakukan berbeda oleh semua orang sebelum ini.Jadi apa salahnya aku mencoba merasakan apa yang dirasakan Manda.


Oh aku jadi teringat sahabatku yang satu itu,bagaimana dia sekarang?ku rasa uang yang aku tf tadi cukup untuk dia makan sampai pulang esok.Tapi....masak iya dia tega merencanakan hal jahat padaku?salahku apa??


"Lagi mikirin apa sih dari tadi aku lihat senyum-senyum,terus berubah manyun??"Tegur suamiku.


"Emmmm Ummah kok pinter banget yah orangnya,padahal aku sama sekali nggak pernah kepikiran ke arah situ"


"Bukan pinter,tapi kebanyakan nonton sinetron"


Aku tertawa


"Yang bener???"


Suamiku mengangguk.


"Maafkan aku ya"Sebelah tangan suamiku meremas tanganku.


"Maaf untuk apa?"Tanyaku pura-pura tak paham.


"Untuk sikap keluarga ku yang meremehkan mu"


"Tak apa,aku bisa ngerti kok.Tapi bagaimana dengan mu,K-A-N-D-A?"Lidahku Kelu untuk memanggil suamiku dengan panggilan yang asing untuk ku.Dia tersenyum mendengar suaraku yang kaku.


"Aku tak kesah pasal apapun tentang bibit bebet dan bobot.Yang penting istriku adalah istri yang baik itu saja.Ohya besok bisa kita bertemu dengan keluarga mu?"


"Emmmm nanti ku telfon keluarga ku dulu"Jawabku.


"Jangan buang-buang waktu yah,besok kita harus bertemu keluargamu.Lalu lusa kita menikah secara hukum negara"


"Hah???secepat itu??"

__ADS_1


"Nikah jangan ditunda-tunda"Jawab suamiku disertai kerlingan mata.Aku menghela nafas panjang.


__ADS_2