
Aku pulang membawa kemarahan,apalagi nomor putraku tetap saja diluar jangkauan.Semakin berapi-api lah amarah ku,wajahku seakan terbakar.
"Kenapa Mi??Kok kayak lagi emosi begitu"
Aku heran melihat suamiku ada dirumah,bukankah tadi dia pergi ke Kantor ?
"Abah ngapain disini?kenapa nggak ngantor?"Selidik ku.
"Semua urusan sudah Abah tugaskan kepada sekretaris Kanda,lagi pula Abah sakit kepala ?jadi nggak bisa fokus juga kerja.Cepatlah Ummi bujuk Kanda agar kembali bekerja lagi"Rengek suamiku.
"Hemm Ummi punya satu cara agar Kanda bisa balik lagi kerja di Perusahaan Bah,dan jika semua lancar?Kanda juga pasti akan meninggalkan istrinya yang bejat itu"Ucapku penuh semangat.
"Istri siapa yang bejat?"
Tiba-tiba suara Ibu mertuaku terdengar,aku refleks menoleh ke belakang.Ternyata benar,Ibu mertuaku berjalan tertatih-tatih menggunakan tongkatnya.Beliau ikut nimbrung duduk bersama aku dan suamiku.
"Istri Kanda Mah,cucu menantu kesayangan Ummah"Sindirku.
"Kenapa kamu bisa bilang begitu?Dosa tahu fitnah orang sembarangan"Timpal Ibu mertuaku.
"Nih...Ummah lihat aja sendiri kelakuan perempuan iblis itu"Ku sodorkan ponselku yang sudah membuka file gambar.Ibu mertuaku mengambil alih ponselku,ia memeriksa satu persatu foto istri Kanda yang tengah bersama laki-laki lain.
"Ubaid... cepat telfon Kanda!!"Titah Ibu mertuaku menahan amarah.Aku tersenyum puas,akhirnya aku punya dukungan yang kuat.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
POV DIANA
Hari ini,aku diminta Papa untuk datang ke office untuk menemui seseorang.Katanya orang yang dari Jerman itu sudah datang.
Pas aku sampai,di ruangan Papa sudah berkumpul suamiku,Papa,dan satu pria asing.Ia menatapku lekat sampai tak berkedip.
Pria itu cukup tampan diusianya yang mungkin sudah berkepala 5.Ia bangun dari duduknya lalu mendekati ku.
"Kamu Di???"Tanyanya seperti kurang yakin,aku menjawab dengan anggukan.Tiba-tiba dia memelukku erat, menciumi wajahku bertubi-tubi.Aku risih sebenarnya,tapi belum sempat aku mengutarakan penolakan ku,Papa sudah menarik kerah baju bagian belakangnya.Membuat pria itu berjalan mundur beberapa langkah menjauhiku.
"Dia Diana Mic...bukan Lita"Ucap Papa.
"Aku tahu"Jawab pria itu,ia hendak merangkul ku lagi tapi tertahan karena Papa menarik kerah bajunya lagi.
__ADS_1
"Duduk duduk"Papa memerintahkan untuk duduk.Pria itu melepaskan diri dari cengkeraman Papa,lalu menjaga jarak.
"Sudah Dam...aku masih ingin melepas rindu kepada Diana"
"Iya tapi jangan terlalu bernafsu,dia masih anak-anak.Dan juga dia sudah punya suami,jadi jaga sikapmu!Disini Indonesia bukan di Jerman"Hardik Papa.Aku dan suamiku hanya jadi penyimak saja.
"Ok!!!Aku ingin ajak dia keluar jalan-jalan"Pria itu melangkah mendekati ku.
"Jalan-jalan kemana?"Tengking Papa.
"Dia tengah hamil Mic,,,jangan bawa dia ke mana-mana"
"Ok!!aku hanya ingin mengajaknya turun"
Tanpa ba-bi-bu,pria itu menggamit lenganku.Aku menatap Papa,Papa mengangguk seperti kode bahwa aku diijinkan pergi bersama Pria itu.
Akhirnya aku menurut saja, mengikuti kemana Pria itu membawaku.
"Kamu belum tahu aku siapa kan?"Tanyanya saat kami sedang berdua didalam Lift.Ia tetap menggenggam tanganku mesrah.Aku menjawab pertanyaannya dengan gelengan kepala.
"Namaku Michael Ridwan, sepupu Ayahmu.Kalau saja tidak ada masalah yang disebabkan oleh Mommy ku,aku pasti sudah menjadi Ayah mu.Bukan si DAMIAN bajingan itu"
Ting!!!
Pintu Lift terbuka,Pria yang bernama Michael itu menarikku keluar.Ia mengajakku jalan-jalan sekitar Mall.
"Aku lihat dia memang sangat menyayangi mu,aku juga mendapat laporan bahwa dia tidak pernah mengambil uang yang bukan gajinya.Setidaknya dia benar-benar menjadi ayah sambung yang baik terhadap mu"
"Apa ibu tiri dan saudara tirimu juga baik terhadapmu?"
Aku hanya tersenyum penuh arti.
"Aku tahu,Istri Damian dan putrinya tidak begitu harmonis denganmu.Untung Damian tidak begitu,kalau sampai begitu?sudah aku tendang dia dari perusahaan ini"
"Ohya...umur kamu sudah akan menginjak 18tahun.Dan kamu sudah menikah,jadi sudah waktunya kamu menjadi CEO di perusahaan ini secara resmi"
"Semua perusahaan akan dalam kendali mu,jika kamu masih kurang paham?ku rasa suamimu cukup paham,iya kan?"
Aku menjawab dengan anggukan kepala.Om Michael mengajak ku duduk di sebuah restoran.Ia juga memesan makanan untuk kami berdua.
__ADS_1
Aku banyak diam,karena aku memang tidak mudah akrab dengan orang.Apalagi orang yang sangat agresif seperti Om Michael.
Sikapnya terhadap ku begitu sangat intens,ia menyibak anak rambutku,mengusap pipiku.Mencubit hidungku,jika ada orang yang memperhatikan kami, pasti mereka mengira kami pacaran.
"Kamu mirip sekali dengan Ibumu..Tapi wajah Danur juga ada di matamu"Om Michael begitu menikmati wajahku. Aku hanya tersenyum merespon ucapannya.
Tak berapa lama seorang waiter datang menyajikan pesanan Om Michael.Aku lihat sepertinya semua makanan yang ia pesan adalah kesukaan Ibuku.Aku tahu itu dari cerita Papa dulu.
"Ayo dimakan... kamu kan lagi hamil harus banyak makan biar anak kamu itu bisa sehat dan kuat. Ibumu sangat kuat loh dia bisa karate, bisa silat. Apa kamu juga begitu?"
Aku mengganggu disertai senyuman. Om Michael tergelak, aku pikir apanya yang lucu ya??
"Dari tadi kamu hanya menggeleng, mengangguk, kamu tahu? Ibumu itu sangat cerewet. Beda sekali sama kamu"
Aku tersenyum tipis.
"Tapi senyummu sangat mirip dengannya,Aku jadi sangat merindukannya"
Aku melihat ada gurat kesedihan di cahaya mata Om Michael yang mulai meredup.Ia mengusap wajahnya lalu meneguk minumannya. Menurutku dia sekarang tengah menangis, terlihat ada sisa Air Mata di sudut kelopak matanya.
"Apa Om sangat mencintai mama?"akhirnya aku berani membuka suara. Om Michael tersenyum kepadaku.
"Yah!! aku memang sangat mencintai ibumu. dia wanita yang tangguh yang tidak pernah aku temui di manapun di penjuru dunia ini. Danur juga sangat mencintai ibumu.Tapi sayang...umur mereka tidak panjang"
Semburat kepedihan tak mampu disembunyikan dari raut wajah tampan itu.
"Apa Om sudah menikah?"Sambungku.
"Sudah,,,aku menikah dengan wanita pilihan Mommy.Tapi pernikahan kami tidak berjalan dengan mulus, akhirnya kami memilih bercerai"
"Kenapa Om?"
"Aku tidak bisa melupakan Ibumu,,,Apalagi saat ku dengar dia telah meninggal?Hatiku hancur,saat itu aku sudah ingin bersiap pergi ke Indonesia.Tapi pasporku dibakar oleh istriku.Itu lah yang menyebabkan rumah tangga kami mulai tidak aman"
Aku mengangguk-anggukkan Kepalaku.
"Sekarang aku sangat bahagia sekali bisa kembali ke Indonesia tanpa mendapatkan halangan apapun,dan juga bisa bertemu denganmu"
Om Michael mengusap pucuk kepala ku.Aku membalas perlakuan lembutnya dengan seuntai senyuman.
__ADS_1