Gara-Gara Kamu

Gara-Gara Kamu
EPS 31 Siapa Michael?


__ADS_3

POV DIANA


Baru saja aku dan suamiku selesai sholat Maghrib,ponselku berdering.Ku raih benda pipih itu dari atas tilam.Ternyata dari Papah,sudah lama aku last kontak dengan Papa,sejak aku kembali ke rumah suamiku.Dan sejak dari pada itu banyak sekali masalah datang silih berganti sehingga aku melupakan keluargaku.


"Hallo... Assalamualaikum Pah"


"Sayang kamu dimana?"


"Dirumah Pa"


"Di rumah suamimu?"


"Iya Pa"


"Maafkan Papa sayang,karena Papah tidak tahu perkembangan setelah hari itu.Papa juga tidak sempat hadir di acara penerimaan ijazah mu.Papa ada panggilan mendadak ke Jerman untuk pengurusan dokumen tentang ahli waris yang jatuh atas namamu.Sekarang Papa ada dirumah mu sayang,Kakek marah karena diacara penerimaan ijazah kamu meninggalkannya.Dan sampai detik ini kamu tidak pernah datang mengunjunginya"


Aku menakup mulutku,air mataku mengembun.Karena terlalu banyak nya masalah yang aku pikirkan,sampai benar-benar aku melupakan keluargaku.


"Di akan kesana sekarang Pa"Segera ku matikan sambungan.Dan ku tatap suamiku yang saat ini tengah memperhatikan diriku.


"Mas...aku ingin menjumpai Kakek"


"Iya sayang...ayo kita kesana"Jawab suamiku lembut.


Kami pun sesegera mungkin pergi ke rumah ku,tak lupa suamiku membeli sesuatu untuk kami makan bersama.


Saat kami tiba, pintu rumah terbuka lebar.Itu pertanda aku disuruh langsung masuk tanpa mengetuk pintu.


"Assalamualaikum"Seruku sembari berlari kecil masuk ke dalam.


"Hati-hati sayang"


Tak ku endahkan peringatan dari suamiku karena ingin segera ku temui dua orang yang paling ku cintai.


"Papa"Aku berhambur memeluk Papa yang baru saja bangkit dari duduknya ketika melihatku datang.


"Ihhh putri kesayangan ku"Berkali-kali Papa mengecup keningku.


"Kakek"Air mataku tak bisa terbendung lagi ketika melihat wajah tua itu melengos tak mau menatap ku.Ku peluk ia dengan erat sambil ku ciumi pipinya.


"Maafkan Di ya Kek...Bukan Di melupakan mu,tapi Di mengalami banyak peristiwa yang membuat Di sangat kepikiran"


"Peristiwa apa sayang?"Tanya Papa.


"Kak Hafiz meninggal Pa dalam tragedi kecelakaan dihari yang sama setelah acara penerimaan ijazahnya Diana"Suamiku mendahului menjawab.Papa terpegun,mungkin baru menyadari akan sesuatu yang aneh.


"Suamiku sudah tahu siapa Di Pa?karena Papa memajang foto kita berdua dengan ukuran jumbo di ruang tamu.Sejak kapan Papa melakukan itu semua?"Tanyaku sambil berkacak pinggang.Papa cengengesan,ia menepuk pundak suamiku beberapa kali lalu mengajaknya untuk duduk.

__ADS_1


"Sejak kamu pindah kesini,Papa memajang foto kamu disetiap sudut rumah.Agar Papa bisa sedikit kerasan tinggal di sana.Awalnya Mama nggak ngijinin,tapi Papa kasih pilihan.Foto kamu dipajang atau kamu kembali kerumah itu? Akhirnya kamu bisa tahu apa jawaban Mama"


Aku tersenyum,ku meluruh ke lantai duduk bersimpuh dibawah Kakek yang masih marah denganku.


"Kek...jangan lama-lama dong marahnya"Pujukku.Kakek melengos ke lain arah menghindari ku.


"Di hamil loh Kek"


Ku lihat perubahan wajah Kakek yang tak lepas dari pandangan ku.Ia menoleh pelan dan melawan tatapan ku.Aku mengangguk meyakinkan sambil tersenyum menjawab keragu-raguan disorot matanya.


Ia tersenyum lalu membingkai wajahku.


"Benarkah Di hamil?"


Sekali lagi aku mengangguk.Ia bergulir menatap Papa yang tak kalah happy mendengarnya.


"Di hamil Dam"


Ku lihat Kakek meneteskan air mata,Papa langsung berhambur memeluk Kakek.


"Di hamil Dam...Di hamil..."


"Iya Yah...anak kecil nakal ini ternyata akan segera menjadi seorang Ibu"


Aku turut menangis melihat pemandangan ini,dan ku lihat juga suamiku menyeka sudut matanya.


POV SYARIFA


Mobil yang ku tumpangi bersama Ibu mertuaku baru saja masuk ke halaman rumah putraku Kanda Syarif Hidayatullah.


Disaat ku keluar dari dalam mobil,ku dapati rumah Sepertinya sangat sepi.Mobil putraku juga tidak ada disana.


"Mah,mungkin Kanda tengah pergi keluar bersama istrinya.Rumahnya terlihat sepi Mah"Ucapku kepada Ibu mertuaku yang masih duduk di dalam Mobil.


"Coba kamu telfon Kanda"Ibu mertuaku memberikan usulan.Ku turuti,tapi tetap saja nomornya diluar jangkauan.


"Tetap nggak aktif Mah"Jawabku kemudian.Ibu mertuaku diam, menatap rumah Kanda Syarif yang kosong.


"Apa kita akan menunggu mereka Mah?"Sambung ku


"Kamu tidak punya nomor telepon Di?"


Aku terdiam, sememangnya aku tidak berniat untuk menyimpan nomor gadis kampungan itu.Ibu mertuaku menghela nafas panjang disertai gelengan kepala.


___


POV SYARIF HIDAYATULLAH

__ADS_1


Suasana hangat menyelimuti acara makan malam aku dan keluarga istriku.Ini adalah kali pertama aku berkumpul dengan keluarga besar istri ku.Mereka terlihat mesrah dengan istriku,berbeda halnya dengan sikap keluarga ku terhadap istriku yang sangat dingin dan sengit.


Tuan Damian juga sangat hangat kepadaku,beliau sesekali mengajakku bercanda ria.


"Suamiku sekarang sudah tidak kerja lagi di AA GARMEN Pa"


"Kenapa?"Tuan Damian menatap ku penuh dengan tanda tanya.


"Entahlah Pa..."Istriku seperti enggan untuk menjelaskan.


"Ya sudah kerja sama Papa saja"Seloroh Tuan Damian diluar dugaan ku.


"Benarkah Pa?"Istriku pun terlihat tak percaya.


Tuan Damian mengangguk yakin,beliau tersenyum padaku.


"Gimana Mas??Mas mau?"Tanya istriku.


Sebenarnya aku sudah berencana untuk merintis bisnis sendiri,tapi aku juga segan untuk mengecewakan kepercayaan Tuan Damian padaku.


"Baiklah sayang,,, terimakasih Pa"Jawabku dengan gugup memanggil orang yang ku segani dengan panggilan Papa.


"Baguslah,mulai besok kamu bisa langsung masuk kerja"Tuan Damian begitu sangat antusias sekali.


"Di...bisakah kamu tidur disini"Tiba-tiba Kakek mengejutkan diriku dengan permintaannya kepada istri ku,Di menatap ku seolah meminta pendapat.


"Ya sudah sayang,nggak apa-apa.Malam ini kita menginap disini"Jawabku.


"Waaaaahhh kalau begitu,Papa juga akan menginap disini"Celutuk Tuan Damian.


"Nanti dicariin Mama loh Pa"


"Tenang aja,cuma semalam aja kok"Tuan Damian menjawab dengan entengnya.


"Ohya,,, Papa tadi bilang pergi ke Jerman? Ada urusan apa Papa pergi ke sana?"istriku lanjut bertanya.


"Papa ngurusin surat-surat ahli waris yang diturunkan kepadamu ,Jadi Papa harus datang ke sana untuk menandatanganinya. Kebetulan si nenek Lampir sudah meninggal"


"Maksud Papa apa ya ?Kok Di nggak ngerti?"


"Nanti Di juga bakal ngerti sendiri kok.Michael akan segera datang ke sini untuk menemuimu"


"Siapa dia Pa?"


"Saudara sepupu Papamu Danur Wenda.Tanpa tanda tangannya,Kamu belum bisa diresmikan sebagai CEO"


"Ohya,,, bagaimana kuliah mu Di?Kamu melanjutkan kuliah dimana?"Sambung Tuan Damian.

__ADS_1


"Di kuliah online saja Pah,kata suamiku aku tidak boleh capek,nggak boleh terlalu banyak pikiran.Jadi Di milih kuliah online aja.Enak santai nggak harus pergi kemana-mana"Istriku menjawab dengan santai.Tuan Damian manggut-manggut tanda mengerti ,namun ia melirik ku dengan ekor matanya.Aku merasa sedikit tak tenang,karena sepertinya Tuan Damian memikirkan sesuatu tentang ku.


__ADS_2