Gara-Gara Kamu

Gara-Gara Kamu
EPS 18 Sportifitas


__ADS_3

POV Damian


Sekretaris ku memberi tahu melalui interkom kalau aku kedatangan tamu dari PT AA GARMEN.Aku sudah menduga mereka pasti akan datang,karena aku sengaja menunda penandatanganan perjanjian penambahan saham terhadap perusahaan mereka.Salah sendiri kenapa kalian merendahkan putriku?Putri yang sangat aku sayangi, seenaknya sendiri kalian hina.


Aku takkan membiarkan kalian seenaknya menghina putriku,bila perlu?akan aku buat kalian bersujud di kakinya hanya untuk sebuah tanda tangan.


Tok tok tok tok


"Masuk!!"


Daun pintu terbuka,Hafiz salah satu meneger di perusahaan AA GARMEN muncul dari balik pintu.Ia tersenyum lalu menyalami ku.


"Bagaimana kabarnya Pak?"


"Baik,, silahkan duduk"Aku menawarkan tempat duduk di depan ku.Ia menurut,kamu duduk berhadapan dengan hanya tersekat meja kerjaku.


"Ada apa Pak Hafiz datang tanpa membuat janji terlebih dahulu?Pasti ada yang sangat mendesak sekali?"Aku berpura-pura tidak tahu.


"Emmm begini Pak Damian,saya belum menerima proposal penandatanganan penambahan saham dari anda,apakah semua sudah siap?"


Damian tersenyum.


"Dia menolak"


Hafiz terlihat kaget.


"Kok bisa Pak?bukankah Anda sudah setuju?"


"Yah saya setuju,tapi entah apa alasannya Putri tidak mau.Biasalah...mungkin mood nya kurang baik"Aku memberikan alasan asal-asalan.Hafis nampak kecewa,ia menghela nafas panjang.


"Sabarlah saya akan berusaha mencobanya kembali"


"Terimakasih Pak,saya sangat berharap bantuan dari anda"


Aku manggut-manggut,dalam hatiku mengumpat mereka semua.Tapi kalau dipikir-pikir D rasanya punya rencana untuk bermain-main dengan kesombongan mereka.Mungkin sebab itu dia menyembunyikan identitas aslinya.


___


Pulang kerja seperti biasa aku akan pergi ke rumah besar Danur Wenda.Untuk sekedar melihat keadaan Ayah{Ayah kandung Lita/Pak Samsul}.


Aku sangat menyayangi Ayah seperti Ayahku sendiri.Dia pun sudah tak memiliki saudara ataupun kerabat.Hanya D cucunya,dan aku.


Begitu sampai di sana,aku heran mendengar suara Ayah sedang bercengkrama dengan seseorang.Siapa tamu Ayah??ku percepat langkahku,dan begitu terkejutnya aku melihat D ada disini.


"D"


Putriku menoleh


"Papa.."


Segera ku rengkuh putri kesayangan ku,ku kecup keningnya dengan mendalam.D pun menanam wajahnya kedalam dekapan ku.


"Kenapa nak??Kenapa kamu pulang?hem?"


D hanya menggeleng pelan.Ku papah dia duduk kembali.


"Kenapa Yah?"Aku bertanya kepada Ayah untuk mencari jawaban.


"Entahlah,dia tadi dijemput Hadi ke Rumah lama"Jawab Ayah.

__ADS_1


Aku menatap D,ia mengulum senyum tipis.


"D minta pulang Pa,,,"


"Kau tidak akan pulang tanpa alasan"


D diam,ia menghela nafas panjang.Tapi tak ku lihat jejak air mata sama sekali.D memang gadis yang kuat seperti ibunya.


"Apakah ini ada kaitannya dengan keluarga suamimu?"


D hanya menatapku.


"Tadi Hafiz menemuiku di kantor"


"Mau apa dia?"


Aku mengeluarkan file bersampul biru dan ku letakkan di atas meja.D mengambil nya


"Itu proposal pengajuan penambahan saham untuk AA GARMEN,memang sengaja aku tunda penandatanganan nya.Kalau kamu mau aku akan menggagalkannya"


"Papa tidak boleh begitu ah"


D mengambil bolpoin di saku ku,lalu menandatangani lembar demi lembar file tersebut.Setelah selesai ia memberikannya padaku.


"Kau yakin??"


"Pa...jangan sangkut pautkan hal pribadi dengan bisnis,kita harus sportif"


Aku mengalah


"Ok!!"


"Coba tolong ceritakan kepada Papa,apa yang menyebabkan kamu pulang?"


Aku tetap memaksa D untuk bercerita.


"Sebenarnya tidak ada masalah yang serius Pa,,hanya saja aku baru tahu jika suamiku dulu pernah mencintai seorang gadis.Jadi aku merasa ngeh gitu,apalagi dia menikah dengan ku bukan atas dasar cinta"


"Aku hanya ingin tahu apakah dia benar-benar mencintai ku?Ataukah hanya sebatas tanggung jawab?Jadi aku memilih pergi untuk tahu akan hal itu"


Aku manggut-manggut


"Apakah kamu mencintai suamimu?"


D menggeleng pelan.Aku tersenyum.


"Kalau tidak cinta untuk apa perduli tentang perasaannya?"


"Ya kan aku istrinya Pa,jika pernikahan tanpa ada rasa cinta, untuk apa?"


"Kalau dia tidak cinta?"


D mengangkat kedua bahunya


"Cerai"


"Kalau cinta?bertahan gitu?"


D mengiyakan.

__ADS_1


"Jangan gegabah dalam mengambil tindakan,Ibumu pernah melakukan sesuatu yang membuatnya menyesal sampai mengalami kebutaan"Sambung Ayah.


D terdiam,mungkin otaknya mencerna ucapan kakeknya.


"Ya sudah kalau gitu,Papa lapar nih.Yuk kita makan"


D tersenyum senang,ia bergelayut manja padaku.Sudah lama sekali rasanya D tidak begitu.Sejak ia menikah dadakan,ia seperti direnggut paksa dariku.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


POV DIANA


Kini hari-hariku hanya berdua dengan Kakek.Jika tidak malas,aku mengajak kakek jalan-jalan.Aku pun memilih untuk tidak ke sekolah.Rasanya belum siap aku untuk menjawab pertanyaan teman-temanku tentang pria yang bersamaku ke sekolah tempo hari.


Aku juga lebih sering menghabiskan waktu di tempat latihan.Aku tidak pernah diam,aku selalu mencari kesibukan.Karena jika aku diam aku pasti akan melamun memikirkan tentang suamiku disana.


Yah,,,jika ku tengah menyendiri,aku akan selalu bertanya pada diri sendiri.Sedang apa dia?Apa dia merindukan ku??


Tak mungkin ku telfon dia,nomornya sudah ku masukkan dalam senarai hitam.Hehehehe niat banget aku mau jauh sama dia,tapi pas jauh gini kok malah kepikiran.Heran????


TRING


Ponselku menjerit,ku hentikan aktivitas joging ku(Joging di kamar)Ku ambil ponsel ku di atas nakas.Ada pesan dari Manda.


(D,,,suami Lo ada disini nyariin Lo)


Hah???Ku duduk di bibir kasur lalu ku telfon Manda.


"Serius Lo Man??"Tanyaku saat Manda mengangkat telfonnya.


"Beneran??"


"Dia nanya sama siapa?"


"Sama siswa disini lah"


"Dia nanyaknya gimana?"


"Eh kenal Diana nggak...kenal Diana nggak...Dimana dia ya?Gitu"


"Ketemu sama Lo?"


"Nggak!!Gue nguntit dia"


"Terus anak-anak jawab apa?"


"Ada yang bilang nggak tahu,ada yang bilang nggak ada,ada yang bilang nggak masuk.Terus dia nanyak alamat rumah Lo segala macem,ada satu anak bilang suruh ke ruangan kepsek untuk lebih tahu dengan jelas"


"Terus dia sekarang pergi ke kepsek gitu?"


"Sepertinya begitu"


Otakku berputar kuat,ahh tak apalah.Disana Papa mencantumkan alamat rumahnya bukan alamat rumahku disini.Tapi dia bakal ketemu sama Mama Andin atau Kanaya.


"Ya udah Man.. makasih atas infonya ya"


"Sama-sama"


Ku putuskan talian.Aku harus segera menghubungi Papa agar bisa mengendalikan keadaan disana.Jika sampai Mama Andin keceplosan bilang rumah ku dimana bisa bahaya.Tak mungkin aku mengajak kerjasama dia,sudah pasti Mama Andin akan menolak.Dia kan tidak suka padaku.

__ADS_1


__ADS_2