Gara-Gara Kamu

Gara-Gara Kamu
EPS 36 TAMAT


__ADS_3

POV DIANA


Abah dan Ummi duduk dengan sopan dihadapan kami.Aku sedari tadi hanya diam menyimak ungkapan perasaan dari orang tua suamiku itu.Meskipun bagiku itu hanya kiasan semata,namun terpaksa ku nikmati jua.


"Mangkanya jadi orang tuh harusnya jangan menilai dari luarnya saja,jangan menghakimi sesuatu yang belum kita ketahui dengan jelas.Aku aja sakit hati melihat cucuku yang baru saja lulus SMA sudah digauli oleh anak kalian.Seharusnya yang menghina tuh kami,bukan kalian!!!"Kakekku mengeluarkan semua uneg-unegnya dan kekesalannya terhadap keluarga suamiku.


Abah dan Ummi hanya tertunduk malu.


"Sakit hatiku cucu yang ku sayangi dibuat macam seonggok daging tak berharga.Waktu menikah hanya sepupunya yang datang.Tak ada adab meminang "


"Kami akan memulai prosesnya dari awal,dan kami juga akan menggelar acara resepsi yang mewah "Sahut Ummi cepat.


"Iya... kalian tidak perlu mengeluarkan biaya sepeserpun "Tambah Abah.


Ahli keluarga ku saling berpandangan satu sama lain.Aku tahu mereka sebenarnya sangat tidak suka dengan orang tua suamiku.

__ADS_1


"Sudahlah Kek... yang lalu biarlah berlalu,jangan disimpan di dalam hati.Lagi pula,Di sekarang tengah hamil kan?"Sambung ku kemudian,agar mereka mempertimbangkan semuanya kembali.


Tiga orang laki-laki dewasa yang sangat menyayangi ku menghela nafas panjang hampir bersamaan.Om Michael mengangkat kedua bahunya, menanggapi tatapan mata Papa.


"Ya sudah... berhubung putri kami adalah anak yang baik hati,jadi aku akan melupakan kejadian yang telah lalu.Tapi ingat Tuan Ubaid,jangan diulangi lagi"Papa terdengar tegas dan jelas dalam ucapannya.Abah dan Ummi mengangguk hampir bersamaan.


Aku tersenyum lega, begitu pun suamiku.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dan dimalam itu juga,Om Michael menyerahkan hak Kuasa sepenuhnya stempel perusahaan kepadaku.Dan Suamiku juga dinobatkan sebagai Presdir PT AA GARMEN secara resmi.Kini suamiku sudah tidak makan gaji lagi.


Senyum mengembang dibibir kami berdua, seolah-olah kami tidak pernah berduka.


___

__ADS_1


Setelah sembilan bulan sepuluh hari,aku melahirkan bayi pertama ku.Dan dia adalah seorang putra yang tampan sekali.Mirip dengan suamiku.


Keluarga besar suamiku begitu teruja karena mendapat cucu pertama dan juga cicit pertama.Kakek dan Ummah saling berebut ingin menggendong bayi kami.Sampai Kakek bilang bahwa Ummah sudah terlalu sepuh untuk menggendong bayi,nanti bisa bahaya.Kakek sampai lupa,bahwa beliau pun sudah tua... hehehehe.


TAMAT


Maaf jika ceritanya terlalu pendek dari cerita lainnya.Karena mungkin saya kurang menjiwai dalam hal kemaruk rumah tangga.Jadi saya selalu kehilangan ide dalam setiap ingin menciptakan masalah.


Terimakasih atas dukungan dan waktunya untuk menyempatkan diri membaca karya receh saya.


Terimakasih juga atas like dan jempolnya.Jangan lupa untuk mampir ke cerita saya yang lainnya.


Untuk saat ini saya fokus dalam perjalanan kisah SERUNI.


Untuk hal baik yang bisa diambil dari kisah ini, jangan pernah menilai buku dari sampulnya.Juga jangan cepat menganggap remeh Seseorang sebelum kita kenal betul orang tersebut.Karena yang pantas menilai baik buruknya Seseorang hanya ALLAH SWT.

__ADS_1


SEKIAN TERIMA KASIH DARI SAYA ASSALAMUALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH


__ADS_2