
POV AISYAH
Aku benar-benar tidak menyangka,kalau Hafiz akan meninggalkan aku secepat ini.Padahal aku sudah mulai mencintainya.
Lalu bagaimana dengan ku??Aku sudah tidak perawan lagi? Siapa yang akan menikahi ku nanti?? Kepalaku berdenyut sakit.Apalagi aku melihat Kanda Syarif berjalan beriringan begitu mesrah dengan istrinya.Aku semakin merasakan denyutan di kepalaku semakin menjadi.Dalam hitungan detik,pandanganku jadi gelap dan hilang kesadaran.
Aku tak tahu berapa lama aku pingsan,yang aku ingat saat ku buka mata.Ibuku menangis di sampingku.Abahku juga seperti bersedih hati.
"Ummiiiii"Rintihku.
Ummi mengangkat wajahnya,ia langsung memelukku pilu.Tangisannya semakin menjadi,aku yang baru saja siuman pun ikut menangis.
"Siapa yang menghamili-mu Aisyah?siapa?"
Tangisku terhenti mendengar pertanyaan Ummi.
"A-apa maksud Ummi?"Mataku membulat sempurna.
"Dokter bilang kamu tengah hamil,baru berumur satu Minggu.Siapa yang telah menghamili kamu nak?"
Nafasku seakan tersekat.Aku rasa ini hanya mimpi buruk bagiku.Tapi cara Abah menatapku meyakinkan bahwa ini nyata.
"Apa kamu melakukannya dengan Hafiz??"Abah mulai membuka suara.
Aku bingung harus menjawab iya ataukah harus berbohong?
"Jawab Syah?!!!"
Abah membentakku dengan nada tegas,aku terkejut bukan main.Ummi bangun,ia mengusap dada Abah dengan lembut.
"Sabar Bah sabar"
"I-iya Abah,A-aku melakukannya dengan Kak Hafiz"Aku harus mengaku jika tak ingin Abah membunuh ku.
Abah mendengus menahan amarahnya.Ummi menatap ku sayu.
...Ya Allah bagaimana ini??...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
POV LAYLI
Belum lagi kegegeran tentang kematian Kak Hafiz yang tiba-tiba kerana kecelakaan tunggal,keluarga besar Abdullah diguncang dengan kehamilan Aisyah.
Awalnya aku shock dan tidak menyangka kalau Kak Aisyah yang terlihat lebih berwibawa dan berkarisma dari pada diriku,ternyata diam-diam binal juga.
Tapi yang membuat aku lebih sakit hati,tiba-tiba Ummi Kanda Syarif mengusulkan agar Aisyah dinikahi oleh Kanda Syarif untuk menutupi aib keluarga.
Aku tidak bisa terima itu,tapi aku tidak sanggup mengutarakan penolakan ku.
__ADS_1
"Loh kok bisa suamiku yang harus menikahi dia?"Terdengar kalimat penolakan dari istri Kanda.Syukurlah dia bisa mewakilkan perasaan ku.
"Ini hanya untuk sementara agar keluarga kita tidak malu"Bantah Ummi.
"Apakah tidak lebih memalukan lagi jika semua orang tahu kalian mempermainkan ikrar janji pernikahan?Bukankah menikah itu membuat janji dengan Allah?"
Waowww,, diam-diam aku kagum dengan istri Kanda.Hanya dia yang bisa melawan perkataan Ummi Syarifa.
"Kanda ajari istri mu agar bisa berbicara sopan kepada orang yang lebih tua,apalagi Ummi ini Ibu mertuanya"
"Kurang sopan gimana saya terhadap Ummi?Apakah dengan mengiyakan saja perintah Ummi adalah kesopanan?Ohh kalau saya tidak Ummi,jika itu bertentangan dengan prinsip?saya akan melawan habis-habisan"
"Sayang..."
Kanda berusaha menenangkan istrinya,aku cemburu karena sikap Kanda begitu romantis.
"Kanda,apakah kamu akan menikahi Aisyah?"
Ku lihat wajah Kanda terkejut dengan pertanyaan yang memojokkan dirinya.
"A-ah jika tidak ada ijin dari mu,aku tidak akan melakukannya"
Istri Kanda tersenyum.
"Kanda Syarif,tega kamu bisa bilang begitu?"Ummi bersuara lagi.
"Maafkan Kanda Ummi,apa yang Kanda lakukan sudah diperintahkan oleh Nabi"
Tiba-tiba Ummi Zahra meluruh ke lantai bersimpuh di bawah kaki istri Kanda Syarif.Semua orang dibuat kaget oleh sikap yang diambil nya.
"Ummi mohon,Ummi mohon dengan segala kerendahan hati.Tolong izinkan Kanda menikahi Aisyah.Ini hanya untuk membuat status anak itu menjadi jelas.Karena saya tidak mau cucu saya kelak akan di cap sebagai anak diluar nikah,Ummi mohon"
Ummi Zahra bersujud sambil menyatukan kedua telapak tangannya.
Aku melihat istri Kanda bertatapan penuh ragu dengan Kanda Syarif.Ia juga menatap Aisyah yang tak hentinya menangis.
Aku berharap istri Kanda tidak terpengaruh oleh drama ini.Bagaimana pun aku tak Sudi jika Aisyah bisa menikah dengan Kanda?
"Baiklah!"
Apa???aku terkejut bukan main mendengar suara istri Kanda Syarif.Tidak hanya aku, yang lain pun sama.
"Aku akan ijinkan suamiku menikahi Aisyah"
Suara nya terdengar tegas!
"Sayang...."Kanda terlihat cemas, istrinya hanya tersenyum getir.
"Tapi ada syaratnya!!"
__ADS_1
"Katakanlah,kami sekeluarga akan menyanggupi apapun syaratnya"Ummi Zahra terlihat bahagia.
"Setelah anak itu lahir maka akan jatuh talak,kedua! Aisyah hanya punya status istri,dia tidak berhak dengan semua hak Istri"
"Sayang,aku tidak bisa...Aku tidak bisa menduakanmu"Kanda memotong kalimat istrinya.
"Kanda,istrimu sudah memilih keputusan yang bijak,jadi kamu harus dukung dia"Celutuk Ummi Syarifa.
"Ummi,kenapa Ummi tidak bertanya kenapa saya mau dimadu?"
Pertanyaan dari istri Kanda tidak bisa dijawab oleh Ummi Syarifa.
"Sayang..."Kanda Syarif meremas tangan istrinya,ia menggeleng seperti tidak setuju dengan keputusan istrinya.
"Kanda,,,aku juga tidak mau diduakan.Tapi...ini menyangkut nama baik keluarga besar mu.Aku sebagai istri wajib menjadi tameng untuk suamiku.Tak apa,,,lagi pula siapa yang bisa diharapkan dalam keluarga mu lagi? lelaki dewasa yang pantas menikah hanya tinggal kamu seorang.Sedangkan sepupu-sepupumu yang lain masih belum Aqil baligh"
Jawaban yang bijak dari seorang wanita tak berkasta.Tapi sangat mengecewakan diriku,kenapa harus Aisyah? Bukankah sudah kulakukan berbagai macam cara agar Aisyah tidak memiliki Kanda Syarif.Tapi kenapa malah takdir yang membuat mereka bisa bersama?
"Terimakasih... Terimakasih"Ummi Zahra mencium kaki istri Kanda,namun ia menghindar.
"Bangunlah Ummi"Pintanya seraya mengangkat kedua bahu Ummi Zahra agar ia bangkit dari sujud nya.Wanita paruh baya itu menurut dengan wajah yang sembab.
Aku muak melihat istri Kanda,ia seperti cari muka dari keluarga besar ini.Mungkin biar supaya keberadaannya di akui.
"Lalu kapan pernikahan ini akan dilakukan?"Abah Sukri Ayah dari Kak Aisyah buka suara.
"Sekarang saja,mumpung istri Kanda merestui.Takutnya nanti malah berubah pikiran"Celutuk Ummi Syarifa.
Aku ingin buka suara,tapi aku tidak punya keberanian itu.Istri Kanda Syarif terlihat sendu,ia saling beradu pandang dengan Kanda.Kanda Syarif memeluknya erat.Aku cemburu lagi.
"Ayo Bah"Paksa Ummi Syarifa kepada suaminya.
"Bagaimana Sukri?"Abah Ubaid masih menanyakan pendapat dari Abahnya Kak Aisyah.
"Terserah kepada Kanda"Jawab Abah Sukri melihat Kanda yang masih memeluk sang istri.
"Maafkan saya Paman,Abah,Ummi dan Bibik.Jujur Kanda tidak bisa menduakan istri Kanda,Kanda tidak sanggup"Kanda Syarif membelai pucuk kepala istrinya.
"Tadi istrimu sudah mengijinkan mu Kanda"Timpal Ummi Syarifa.
"Tapi Kanda tidak bisa Ummi"Bantah Kanda Syarif.
"Hey! perempuan!!!"Tengking Ummi Syarifa menuding istri Kanda Syarif"Cepat bujuk Kanda agar segera menikahi Aisyah.Bukankah kamu sudah mengijinkan?Jangan kau jilat kembali ludah yang kamu buang"
Menurut ku ucapan Ummi Syarifa memang terlalu kasar.Tapi istri Kanda hanya diam saja.
"Jika sikap Ummi begini kepada istri Kanda,apalagi meminta sesuatu yang tak mungkin juga Ummi sanggup melakukannya.Kanda semakin yakin untuk tidak akan menikahi Aisyah"
Kanda Syarif bangkit lalu membawa istrinya keluar dari rumah besar orang tuanya.Ia tidak perduli sama sekali dengan seruan Ummi yang bertalu-talu menyebut namanya.
__ADS_1
Aku tersenyum tipis dibalik cadarku,Kanda Syarif memang keren.