
Sebelum aku pergi ke rumah sakit,Aku terlebih dahulu menjemput Istriku di rumah.Tak mungkin ku abaikan dia dan menantiku tanpa kabar.
Ia cukup terkejut mendengar kabar tentang Aisyah yang melakukan percobaan bunuh diri.Segera ia bergegas ikut dengan ku menuju rumah sakit.
Sesampainya di rumah sakit,aku melihat semua keluarga besar ku sudah berkumpul di depan ruang ICU.Sepertinya Aisyah masih ditangani oleh Dokter.
Melihat kedatangan ku,tak seorang pun bergeming.Mereka justru menatap aku dan istriku seolah-olah musuh mereka.Ku hampiri Ummi yang merangkul bahu Ummi Zahra.
"Bagaimana keadaan Aisyah Mi?"Tanyaku perlahan.
"Ini yang kamu inginkan kan?"Sergah Ummiku membuatku terpana.
"Apa maksud Ummi?"
"Kalau Kanda bersedia membantu Aisyah,tidak mungkin Aisyah sampai melakukan percobaan bunuh diri"
"Apakah sebuah rasa putus asa dalam diri bisa menyalahkan orang lain?"Tiba-tiba istriku menjawab.Semua mata terbeliak mendengar ucapan istriku termasuk diriku.
"Lalu untuk apa kuliah jauh-jauh ke Kairo tapi tidak bisa memahami apa itu sabar dan tawakal.Tidak berguna itu iman jika dia melakukan hal yang dibenci oleh Allah lalu orang lain yang disalahkan.Percuma dia bercadar,menjaga aurat tapi punya hati yang kerdil.Dia yang berdosa,lalu kenapa menyalahkan suamiku?Itu adalah hasil dia berzina,kenapa harus suamiku yang wajib menutupi aib??"
"Cukup!!!"Ummi Zahra memekik kuat.
"Kenapa Ummi??Ummi seharusnya lebih paham daripada diriku yang dipandang hina oleh kalian bahwa manusia boleh berencana tapi Allah yang menentukan segalanya.Kenapa kalian semua yang katanya bermartabat,alim,lebih mengerti tentang agama?tidak percaya rukun iman yang ke enam"
"Ini semua teguran dari Allah atas kesombongan kalian,kalian pernah menilai ku murahan bukan?sekarang??lihat!!!Ada juga gadis murahan di keluarga kalian bukan?"
"Sayang..."Aku merangkul istriku, berusaha meredam emosinya.
"Maafkan aku Mas,aku hanya tidak rela kamu selalu disalahkan.Kalau aku yang dihina mungkin aku masih bisa terima,tapi jika kamu?aku tidak bisa Mas"
Ku lihat kedua netra istriku mengembun.Aku tersenyum sambil ku belai pipinya lembut.
Tiba-tiba daun pintu ruang ICU terbuka,seorang pria berjas putih keluar dari kamar itu.Didampingi seorang gadis berpakaian putih.
"Gimana anak saya Dok?"Ummi Zahra segera menyongsong kedatangan Dokter.
"Putri Ibu Alhamdulillah selamat,tapi janinnya tidak bisa diselamatkan.Terlalu banyak obat tidur yang ia telan sehingga membuatnya keguguran"
ASTAGHFIRULLAH.....
Semua berucap memohon ampunan Allah SWT.
"Apakah kami boleh melihat keadaannya Dok?"Tanya Ummiku.
"Silahkan"Sang Dokter mempersilakan.
Satu per satu ahli keluarga masuk,sehingga tersisa aku dan istriku.
__ADS_1
"Kamu tidak mau masuk sayang"Tanyaku ketika melihat Istriku diam tak bergeming.Dia menggeleng pelan.
"Kalau Mas mau masuk,silahkan!Aku tunggu disini"Jawabnya.Aku menggiringnya duduk.
"Aku takkan masuk jika tanpamu"Jawabku yakin,istriku tersenyum tipis.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
POV AISYAH
Hari-hari berlalu dengan semangat baru.Aku bersyukur sekali dalam Keputus-asaan diriku akan hidup,akhirnya bukan aku yang mati namun bayiku yang pergi.
Kini aku memulai hidup yang baru dengan ambisi yang baru.Aku akan membalas sakit hati ku kepada Kanda Syarif dan istrinya.Akan aku buat rumah tangga mereka porak poranda.ITU JANJIKU!!!
Dengan bujuk rayuku kepada Ummi Syarifa yang notabene tidak suka kepada istri Kanda Syarif,Aku bisa kerja di Perusahaan keluarga menggantikan kedudukan Kak Hafiz.
Awalnya Kanda ragu dengan kemampuanku,namun Ummi Syarifa sangat membelaku sehingga Kanda Syarif dengan terpaksa menyetujuinya.
"Kalau ada sesuatu yang tidak kamu mengerti,kamu bisa tanyakan langsung kepadaku,atau kepada Anita sekretarisku"Ucap Kanda ketika aku mulai bekerja dihari pertama.
"Aku lebih suka bertanya dengan Kanda,seperti biasanya"Jawabku santai.Kanda mengangguk paham.
"Ya sudah,kamu bisa kembali ke tempat kerjamu sekarang"
Aku tak bergeming,sampai Kanda melihat ku dengan heran.
"Boleh tidak,aku satu ruangan dengan Kanda?Tempat ini cukup luas,jadi aku tidak perlu susah-susah keluar masuk untuk bertanya sesuatu yang tidak aku pahami"
"Kamu punya ruangan sendiri Aisyah"
"Tidak masalah bukan jika kita satu ruangan?"Aku tetap dengan keinginanku. Kanda Syarif menggeleng pelan.
"Aku akan meminta Anita Untuk mengantarmu ke ruanganmu"
"Kenapa Kanda menghindariku? Apa ada yang salah dengan hatimu Kanda?"aku sorot mataku dengan tatapan menggoda.
"Tidak ada"
"Lalu kenapa Kanda tidak mau satu ruangan denganku?"
"Aisyah... lakukan pekerjaanmu sebagaimana mestinya,dan tempati tempatmu sebagaimana mestinya.Tolong silakan keluar!"Kanda Syarif bangkit dan menunjukkan jalan keluar untukku.Aku terdiam, oke!! saat ini aku masih kalah tapi tidak untuk lain hari.Aku bangkit lalu keluar dari ruangan Kanda Syarif.
Disaat aku berjalan menuju ruangan tempat kerjaku, aku menemukan cara licik untuk membuat istri Kanda cemburu.
"Seru juga ya kerja sekantor dengan mantan"
Aku buat pesan itu di grup WA keluarga besar kami,dan disana istri Kanda juga sebagai anggotanya.Entah bila Kanda memasukkan nomor istrinya ke dalam group keluarga besar kami.
__ADS_1
"Selamat ya sayang, semangat kerjanya"
Ummi Syarifah membalas.
"Aku juga mau kerja dong"
Layli ikut membalas.
Aku tersenyum,ku letakkan tas kerjaku di atas meja lalu ku hempaskan tubuhku di kursi yang sedikit gerakan saja akan berputar.
Aku tertunggu-tunggu istri Kanda membalasnya juga,entah kata bijak apa yang akan ia lontarkan dari mulut pedasnya itu.Sampai 30 menit kemudian,tak ada balasan darinya.
"Hemmmm mungkin lagi molor dia,biasa dari rakyat jelata langsung jadi Nyonya"
Baru saja ku letakkan ponselku,interkom disudut meja berdering.Segera ku angkat ganggang telfon.
"Hallo"
"Assalamualaikum"
Wihhh suara Kanda.
"Wa'alaikum salam"
"Aisyah,maaf sebelumnya...kamu bisa kerja atau tidak?"Tutur kata Kanda terdengar lembut,tapi apa maksudnya?
"Maksud Kanda apa ya?"
"Aku lihat di CCTV kamu hanya main handphone saja,tidak berbuat apa-apa"
Aku refleks mendongak ke atas,benar saja.Ternyata diruangan ini dilengkapi CCTV.
Aku tersenyum ke arah camera,lalu ku lambaikan tangan.Sengaja aku kirim cup jauh untuknya.
Tut Tut Tut Tut
Ternyata Kanda memutuskan talian.Hemmmm aku tersenyum tipis.Kanda,,,,maafkan aku,aku terlampau sakit hati.Jadi setelah ini aku akan secara terang-terangan akan merebutmu dari istrimu.
"Tidak aku sangka ternyata Kanda memperhatikan aku dari CCTV"
Ku tulis lagi pesan di grup WA keluarga besar.
"Kak Aisyah,Kanda itu tunanganku"
Cihhh Layli membalas.
"Siapapun pantas mendapatkan Kanda Asal dari keluarga besar kita,atau setidaknya dia jelas bebet bibit dan bobotnya"
__ADS_1
Ummi Syarifah membalas.Aku tersenyum membacanya.