Gara-Gara Kamu

Gara-Gara Kamu
EPS 22 Mencari Kerja Untuk Manda


__ADS_3

POV AISYAH


Mendengar bahwa Kanda Syarif Hidayatullah telah menikah dengan wanita selain Layli sepupuku.Hatiku sakit,aku segera menyelesaikan skripsi ku lalu pulang ke tanah air.


Masih terngiang-ngiang ucapan Layli saat menelepon ku.


"Kak Aisyah,Kanda itu mencintai mu.Seandainya yang menikah dengan Kanda adalah dirimu aku tak apa.Tapi ini wanita lain yang tak tahu darimana asalnya.Hatiku tak terima Kak"Layli menangis sejadi-jadinya.


Aku pun menangis dalam diam.Aku harus menemui Kanda dan membuatnya bisa menceraikan istrinya.


Tapi apa yang ku lihat begitu sangat menyakitkan.Kanda sangat memanjakan istrinya,dan mereka sangat mesrah.Hatiku sakit menemukan bahwa Tatapan Kanda kepadaku sudah biasa saja.Tidak ada binar cinta dimatanya.


Lain halnya ketika menatap istrinya,begitu teduh dengan senyuman yang menggugah jiwa.


Dan yang menambah hatiku hancur,Kanda mengatakan bahwa istrinya mungkin tengah mengandung.Aku merasa jarak kami berdua sudah terlampau jauh,sangat jauh.


Begitu Kanda pulang,aku berlari ke kamar Khumaira adik kandung Kanda yang tengah pergi menimba ilmu di pondok pesantren.Aku menangis disana.Tak berapa lama Layli datang.Ia memeluk ku dan kami menangis berjamaah.


"Bagaimana nasibku Kak?"Rintih Layli ..


Aku merangkul adik sepupuku dengan erat.Aku juga tidak tahu harus bagaimana ?


___


Paginya,aku yang menginap di rumah orang tua Kanda bersama Layli, dijemput oleh Kak Hafiz tunanganku. Katanya Kak Hafiz mau membawaku ke suatu tempat. Aku pun ikut dengannya setelah sarapan pagi bersama.


"Kita mau ke mana Kak?"Tanyaku di saat kami sudah dalam perjalanan.


"Melihat rumah baru kita, sebentar lagi kita akan menikah.Jadi aku berencana akan memboyongmu ke rumah baru kita"jawabnya.


Aku tersenyum getir, aku tak pernah mencintai Kak Hafiz. Tapi aku tidak bisa menolak perjodohan ini.Karena ini sudah tradisi dari keluarga kami secara turun-temurun. Hanya Kanda yang sekarang menikah dengan wanita lain. Otomatis istri Kanda akan dikucilkan dari keluarga kami. Kecuali Jika benar dia hamil.Mungkin akan lain ceritanya.


Mobil Kak Hafiz menepi di depan sebuah rumah besar berlantai 2. Ia turun lalu membukakan pintu untukku.Kami berdua masuk bersama-sama ke dalam rumah yang masih kosong itu.

__ADS_1


"Gimana menurut Aisyah?"tanya Kak Hafiz sewaktu kami sudah berada di dalam rumah itu.


"Bagus Kak"


"Aisyah suka?"


Aku mengiyakan. Kak Hafiz mengajakku ke lantai 2, katanya di sana adalah letak kamar kami berdua nantinya.Kamarnya luas dan ada kamar mandi yang berukuran besar. Ternyata sudah ada tempat tidurnya di sana. Yah hanya tempat tidur saja perabot yang sudah ada.


"Kak aku ke kamar mandi dulu ya"Pamitku saat merasa kantung kemihku penuh. Kak Hafiz mengangguk.Aku masuk ke kamar mandi.Selesai membuang hajat, Aku tergoda untuk mencoba mandi kamar mandi itu.Aku membuka pakaianku,ku basahi tubuhku dengan menggunakan shower. sangat menyegarkan, tiba-tiba ada sesuatu yang berjalan di punggung ku.Aku berusaha menggapai nya,ternyata kecoa bersayap.Aku menjerit lalu berlari keluar karena ketakutan.


Kak Hafiz juga shock melihat ku yang berlari ke arahnya lalu memeluk nya.Aku berjingkat-jingkat sampai gendong ke Kak Hafiz.Kak Hafiz pun menggendong ku seperti anak kecil.


"Aisyah ada apa?"Tanyanya lembut.


"Ada kecoa Kak"Jawab ku masih dengan mata terpejam ketakutan.Kak Hafiz diam,aku heran dengan kediamannya.Ku buka mataku perlahan.


Baru ku sadari bahwa aku dalam keadaan tidak berpakaian.Aku terlonjak kaget dan turun dari gendongan Kak Hafiz.Aku ingin berlari masuk kembali ke kamar mandi namun tanganku dicekal.Kak Hafiz menarik ku dalam pelukannya.


Ketika Kak Hafiz ingin menyatukan dirinya dengan ku,aku sempat mengatakan bahwa kami belum halal.Dengan senyuman Kak Hafiz mengatakan bahwa kami takkan lama lagi akan menjadi yang halal.Jadi tidak perlu dipermasalahkan.


Akhirnya aku pasrah,ku serahkan mahkota yang ku jaga selama ini kepada tunanganku.Karena ke enakan,kami melakukannya sampai berkali-kali dan tidur dengan kelelahan yang menyenangkan.


Sejak saat itu,hampir setiap hari Kak Hafiz membawaku ke rumah baru kami.Dan kami melakukannya lagi dan lagi.Aku pun sudah melupakan rasa sakit hatiku kepada Kanda.Aku terbuai oleh kenikmatan cinta dari Kak Hafiz.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


POV DIANA.


Hari ini dengan ijin dari suamiku,aku pergi janjian dengan Manda untuk ke Mall bareng.Sekalian mau merekomendasikan Manda untuk kerja di Mall milikku.


Aku menemui supervisor OB di sana,dan aku minta lowongan kerja untuk Manda.Aku juga minta agar dia mendapatkan pekerjaan yang ringan-ringan saja.Karena dia juga butuh waktu untuk kuliah online.


Mungkin karena segan karena ini permintaan langsung dari ku,si Mbak supervisor pun menyanggupi.

__ADS_1


"Terimakasih ya Mbak"Ku dekatkan bibirku ke cuping telinga nya"Nanti saya tambahin gajinya ya"Bisikku.


Si Mbak supervisor tersipu,ia mengangguk malu-malu.Katanya Manda bisa kerja mulai besok pagi.Manda sangat semangat sekali,urusan kuliahnya pun sudah selesai.Dan lebih bagusnya lagi Manda bisa mendapatkan biaya siswa juga disana.


"Makasih ya D,kalau Lo nggak bantuin gue,gue nggak akan seberuntung ini"


"Ini semua nggak gratis loh,Lo harus balas jasa gue dengan kesuksesan"


"Pasti!!"Jawab Manda dengan sumringah.


"Yuk temenin gue belanja,setelah ini kita bakal jarang bersama-sama lagi"Ajakku.


Manda memelukku erat,ia terisak dalam dekapan.


"Hey kok nangis"Aku mengelus punggungnya.


"Gue pasti akan merindukan Lo D"Isaknya.


Aku tersenyum.


"Kalau dapat izin lagi dari suami gue, gue akan datang menemui Lo di sini"


Manda melepaskan pelukannya, yang mengganggu sambil mengusap air matanya.


"Yuuuk"Aku tarik tangannya agar mengikuti ku.


Kami berdua berjalan-jalan dengan perasaan tanpa beban.Saat menjumpai seorang cleaner service, kebetulan Mbak cleaner service-nya itu mengenalku. Aku mengajak Manda untuk praktek kerja, iseng-iseng aja pikirku.


Dengan izin si mbak aku mengambil alih alat pel yang dipegangnya.Dengan gelak tawa aku memperagakan cara mengepel kepada Manda.Manda manggut-manggut seperti layaknya seorang Bos.


"D"Sebuah suara menyebut namaku,Sontak aku menoleh ke arah asal muasal suara.


"Aisyah"Desisku begitu melihat Aisyah dan juga Ummi serta Layli.

__ADS_1


__ADS_2