Gara-Gara Kamu

Gara-Gara Kamu
EPS 26 Nasib Aisyah


__ADS_3

"Jadi kamu berubah pikiran?"Ibunya Kak Aisyah kini buka suara.


"Saya tidak berubah pikiran Ummi,tapi Kanda sendiri yang menolak.Saya bisa apa Ummi?Apa lagi saya sekarang tengah mengandung"


Kedua wanita beda usia itu terbelalak mendengar pengakuan ku.


"Ka-kamu hamil?"Aisyah jadi terbata-bata.


"Itu anak kanda?"Umi Zahra bertanya seakan ragu.


"Terus anak siapa umi? ya anak kanda lah"jawabku.Lagi-lagi Ibu dan anak itu saling berpandangan.


"Jadi maafkan saya Ummi...Kak Aisyah...saya tidak bisa membantu kalian untuk keluar dari masalah ini"Sambung ku.


Mereka terlihat kecewa,yah salah sendiri kan??


____


POV AISYAH


Aku kaget ketika tahu Diana,istri Kanda Syarif ternyata hamil.Harapanku untuk menikah dengan Kanda pupus sudah,padahal aku sudah senang saat Ummi Syarifa mengusulkan agar Kanda menikahiku,menjadi Ayah dadakan dari anakku.


Apalagi didukung oleh istrinya,tapi ternyata Kanda menolak dengan tegas.Aku semakin sakit,Kanda Syarif yang dulu sangat perhatian dan peduli denganku,Kini sudah tak perduli sedikit pun dengan ku.


"Ummi,kita ke Kantor tempat Kanda bekerja"Pintaku saat aku dan Ummi dalam perjalanan pulang dari rumah Kanda.


"Mau apa kamu kesana?"Tanya Ummi padaku.


"Aku harus bicara empat mata dengan Kanda,kita harus bicara dari hati ke hati Ummi.Aku yakin Kanda masih punya perasaan terhadap ku"Jawabku penuh keyakinan.Ummiku diam,kemudian ia meminta supir pribadi kami untuk merubah jalur.Supir kami patuh tanpa bantahan.


___


Setibanya di tempat yang kami tuju,aku duduk di Lobby.Sedangkan Ummi yang meminta resepsionis untuk memberi tahu kepada Kanda tentang kedatangan kami.Tak berapa lama Ummi menghampiri ku dan duduk disamping ku.


"Bagaimana Ummi?"Tanyaku.


"Sebentar lagi Syarif akan turun"Jawab Ummi dengan senyuman.Aku membalas senyuman Ummiku.Aku sangat yakin aku bisa merubah pendirian Kanda jika aku bicara dari hati ke hati tanpa siapapun. Hanya Kami,kami berdua saja.


Dari kejauhan aku melihat Kanda datang mendekat.Aku tersenyum padanya dari balik cadarku.Dia membalas senyumku, lalu menyalami Ummiku penuh takzim.


"Ada perlu apa Ummi sampai datang kemari? pasti ini masalah yang serius"tanya Kanda kepada Ummiku.


"Emmmm bukan Ummi tapi Aisyah"jawab Ummi.

__ADS_1


"Aisyah???"


Mata kami bertembung, aku tertunduk malu.


"Ada apa Aisyah mencari Kanda?"


Suaranya lembut menggetarkan jiwa.


"Emmm bisakah kita bicara berdua saja Kanda?"Pintaku dengan mengumpulkan segala keberanian.


"Kenapa tidak bicara di sini saja?"


"Ini terlalu sensitif Kanda"Ummiku mendahului menjawab. Kanda Syarif terdiam sejenak.


"Baiklah Ayo ikut Kanda"


Pria yang kukagumi itu berdiri mendahului, sedangkan aku mengikutinya dari belakang.Ia membawaku ke sebuah teras yang berbentuk seperti balkon panjang.Di sana agak sepi namun Sangat terbuka.Mungkin Kanda ingin menjauh dari fitnah jika kita berduaan di tempat yang tertutup.


"Katakanlah Aisyah ada perlu apa kau kepadaku?"


Ku telan saliva agar suaraku lancar saat berbicara dengan seseorang yang membuatku berdebar-debar.


"Aisyah dengar istri Kanda sudah hamil?"


"Tahu dari siapa?"


"Kau menemui istriku?


Aku mengangguk.


"Lalu?"


"Aisyah mohon sama Kanda agar mau menikahi Aisyah, ini hanya untuk sesaat saja Kanda bukan selamanya.Yah!!Ini memang salahku dan tidak sepatutnya aku minta tolong kepada Kanda, hanya saja takdir berkata lain Kanda. Aku yang ceroboh dan Kanda yang harus datang menolongku.Tapi siapa lagi yang akan menolongku Kanda?"


Dadaku sebak,kedua netraku berembun.Kanda terlihat bingung,ia beberapa kali mengusap wajahnya dengan kasar.


"Ini demi perasaan yang pernah tercipta diantara kita Kanda,jadi aku mohon.... tolong aku"Ku beranikan diri memegang ujung kain lengan Kanda Syarif.


Kedua netra Kanda menatap cengkraman tanganku diujung kain bajunya.Kemudian naik menatap wajahku.Pandangan kami beradu,tapi itu tidak lama.Karena Kanda menepis kedua tanganku.


"Maafkan aku Aisyah, mungkin benar dulu aku pernah punya rasa terhadapmu.Tapi sekarang, aku hanya mencintai istriku Aisyah"


"Jika kamu memohon pertolonganku dengan atas nama rasa yang dulu pernah ada di antara kita, Maaf aku tidak bisa.Silahkan pulanglah"

__ADS_1


Tanpa menunggu jawabanku,Kanda pergi meninggalkan aku sendiri.Sungguh diluar dugaan ku,Kanda Syarif akan memperlakukan diriku seperti ini.


Kini aku benar-benar sudah putus asa,aku sudah kehilangan cara agar nama baik keluarga ku terjaga.Satu-satunya harapan ku tak sudi untuk menolong ku.Meskipun dia dulu pernah mencintai ku,namun cinta yang baru mampu mengalahkan perasaannya yang begitu murni terhadap diriku.


Yah!!!Cinta yang baru,cinta Kanda untuk Diana.Diana??kenapa harus kamu?kenapa harus ada kamu diantara aku dan Kanda?Jika tak ada dirimu,pastilah Kanda akan sudi melakukan apapun untuk ku.


Benih kebencian bertabur dalam ragaku,aku sangat benci dengan wanita itu.SANGAT BENCI !!!


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


POV SYARIF HIDAYATULLAH


Aisyah maafkan aku,aku tidak akan melanggar janjiku kepada Allah.Diana adalah wanita yang sangat berharga bagiku,aku tidak akan menyia-nyiakan nya demi apapun.Apalagi hanya demi perasaan diantara kita dulu.


Jujur aku merasa iba dengan Aisyah,gadis yang penuh wibawa dan bijak harus merendahkan diri untuk meminta di madu hanya karena ingin menutupi dosanya.


Jika aku belum menikah,aku bisa saja menolongnya,menjaga kehormatannya.Tapi aku sudah menikah,tentu tidak akan mudah.Apalagi istriku sangat cemburu dengan Aisyah,semakin aku tidak ingin tergoda dengan permintaan gila itu.


Ku hela nafas panjang,meredakan gemuruh kegalauan yang melanda.Kasihan Ummi Zahra dan Abah Sukri,anak gadis yang mereka elu-elukan telah mencoreng nama baik keluarga.Entah apa yang akan terjadi nanti???


____


Pekerjaan untuk hari ini sudah selesai,semua skejul untuk besok pun sudah dibuat oleh Anita.Yah sekretarisku itu sudah ku pekerjakan seperti biasanya.


Aku pun bersiap untuk pulang,aku tersenyum sendiri.Mengingat kata pulang langsung teringat istriku tercinta.Setiap saat aku selalu merindukannya.Segera ku kemasi berkas-berkas penting di atas mejaku,lalu ku bergegas pulang.


Baru saja ku membuka pintu mobil,telfonku berdering.Nama Ummi ku tertera di layar ponsel.Segera ku tekan tombol warna hijau.


"Hallo,,, Assalamualaikum"Sapaku.


"Wa'alaikum salam,Kanda tolong cepat ke rumah sakit sekarang"Suara Ummi seperti sebuah perintah yang tidak bisa dibantah.


"Ada apa Ummi?"


"Aisyah melakukan percobaan bunuh diri,sekarang masih ditangani oleh Dokter"


"Apa?"


Aku terkejut bukan main, benarkah Aisyah melakukan percobaan bunuh diri?Padahal Aisyah seorang gadis yang bijak dan pintar,kenapa ia bisa melakukan hal sebodoh itu?


"Kanda..."Suara Ummi mengejutkan diriku.


"Iya Ummi..."

__ADS_1


"Cepat datang ya"


"Baik Ummi"


__ADS_2