Gara-Gara Kamu

Gara-Gara Kamu
EPS 32 Diana Selingkuh??


__ADS_3

"Sayang..."Panggil ku disaat istriku naik ke atas tilam dan merebahkan diri di sisiku .


"Hem"Jawabnya manja,ia mengendus kan kepalanya dibawah ketiakku.


"Papa terlihat tidak suka jika kamu memilih kuliah online sayang"


Istriku mendongak,ia tidak segera menanggapi perkataan ku.


"Papa memang ingin aku bisa pintar dalam hal bisnis"Ucapnya kemudian.


"Apa kamu kecewa sama aku sayang??"


Istriku menggeleng.


"Aku pasti bisa tanpa harus kuliah seperti keinginan Papa Mas,jadi tidak perlu terlalu khawatir"


Jawaban Istriku sungguh menenangkan diriku.Tapi bagaimana aku menghadapi Papa besok?Bukankah aku akan sekantor dengan nya?


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


POV DIANA


Hari ini adalah hari pertama aku melayani Papa dan Kakek sarapan pagi setelah aku menikah.Mereka nampak bahagia sekali,begitu juga suami ku.Sesekali kami bercanda ria sampai tertawa bersama.


Tiba-tiba ponselku berdering menghentikan tawa kami bersama.Aku menatap layar ponsel dengan rasa heran,karena nomor yang masuk sama sekali tak aku kenal.


"Siapa?"Tanya suamiku.


"Entahlah...".Ku ambil ponsel ku,lalu ku tekan tombol hijau.


"Hallo..."


"Dimana kalian sekarang?"


Suara Ummi langsung terdengar memekakkan telinga.Aku refleks menjauhkan ponsel ku dari cuping telinga.


"Hay jawab!!!Ada dimana kalian sekarang?"


"Di rumah Mi..."Jawabku.

__ADS_1


"Mana Kanda,,,mana anak Ummi?"


Ku sodorkan ponselku kehadapan suamiku.Dengan rasa segan,suamiku mengambil ponsel tersebut dari tanganku.Ia memohon diri dengan anggukan kepala untuk menerima telpon dari Ibunya.Kemudian Suamiku melangkah pergi agak jauh dari tempat kami duduk makan bersama.


"Assalamualaikum Ummi....emmm Kanda sekarang ada dirumah Di...Maaf Mi,,Kanda lupa mengaktifkannya lagi....Emmmm gimana ya Mi??Kanda sudah dapat kerja lain..Jadi Kanda tidak bisa kerja disana lagi..."


Lama suamiku diam tak menjawab,namun ia sesekali melihat ke arahku yang menatapnya cemas.


"Maafkan Kanda Ummi... Assalamualaikum"


Sesudah mengucapkan kalimat itu, suamiku datang menghampiri lalu duduk kembali di tempat semula.Ia meletakkan ponselku di atas meja makan tepat disisi kiriku.


"Ada apa Ummi nelfon Mas?"Tanyaku penasaran.


"Beliau meminta ku untuk kembali bekerja lagi,dan tidak akan memaksa ku jika memang tidak menginginkan Aisyah kerja di Perusahaan"


"Lalu???"Sambung ku ingin lebih cepat tahu kelanjutannya.Suamiku melihat ke arah Papa dan Kakek.


"Aku menolak sayang..."


"Kenapa?"


Aku melihat ada sesuatu yang terpendam dalam lubuk hati suamiku.Namun ia berusaha menutupi semuanya dengan senyumnya.


Saat Suamiku mendahului masuk ke mobil,Papa menghampiri ku.


"Sepertinya suamimu tidak bahagia berada ditengah-tengah keluarganya.Mintalah dia agar tinggal disini"Bisik Papa yang membuatku terharu.Aku mengangguk dengan air mata yang terbendung.Papap menepuk pundak ku pelan lalu ia bergegas masuk ke dalam mobilnya.


Aku menatap dua mobil yang perlahan menjauh dari kediaman ku.Setelah ku yakin mereka sudah pergi,aku pun masuk ke dalam rumah.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


POV SYARIFA


Ku cengkram kuat ponsel ku, untuk mengurangi rasa geram ku terhadap putraku.Dengan sombongnya ia menolak tawaran ku agar kembali ke Perusahaan.


"Gimana Mi?"Tanya suamiku.Aku menghela nafas kesal.


"Dia menolak Bah"Jawab ku.

__ADS_1


"Salah Ummi sih,sok sok an bela Kak Aisyah.Padahal dia itu bodoh,nggak berpengalaman"Layli menimpali.


"Tawuk... sekarang kalau sudah tidak ada Kanda,siapa yang akan mengurus perusahaan?"Ibu mertuaku ikut-ikutan membuat telinga ku panas.


"Biar Abahlah dulu,sampai Kanda merasa bahwa dia tidak bisa apa-apa tanpa kita.Nanti dia sendiri akan menyembah-nyembah mohon ampunan dan ingin kembali bekerja di perusahaan kita"Sahutku penuh keyakinan.


"Benarkah???Tapi kalau misalnya dia benar-benar bisa tanpa kita?gimana?"Ibu mertuaku menyahut lagi.Aku semakin merasa pening,ku picit pelipis ku biar sedikit mengurangi rasa peningku.


"Ha??? pusing dah"Sambung Ibu mertuaku lagi,ku lihat Layli tersenyum menahan tawa.


"Lay...kalau kedatangan mu bikin aku tambah sakit kepala.Lebih baik kamu pulang"Seruku kepada Layli.Seketika raut wajahnya berubah,ia bangkit lalu meninggalkan meja makan.


Ku lirik Ibu mertuaku dengan ekor mataku,ternyata dia tengah memperhatikan diriku.


"Kenapa?mau mengusir ku juga?"Sindirnya.


Ku tak bisa mengatakan sepatah kata meskipun aku ingin.Segera ku tinggalkan tempat makan untuk pergi ke kamarku.


___


Berhari-hari telah berlalu,ku tunggu-tunggu putraku menghubungi ku,tapi tak ada.Aku juga beberapa kali diam-diam menyambangi rumahnya,dia juga tak ada disana.


Kata si Entun,Kanda sekarang tinggal di rumah istrinya.Dia pun ditugaskan hanya seminggu dua kali untuk membersihkan rumah tersebut.


Sebegitu marahlah anakku kepadaku?? Apakah aku benar-benar sudah sangat keterlaluan padanya??Sehingga dia memilih pergi menjauh,bahkan tidak mau tinggal dirumahnya sendiri??


Ingin ku hubungi lagi istri Kanda,tapi rasanya aku malu??Dimana kah rumah istrinya??kalau aku diam-diam pergi kesana dan mengintip mereka pasti tidak akan ketahuan.Tapi dimana rumahnya??aku pun tak tahu.


Aku coba bertanya kepada Entun,dia juga tidak tahu.Hemmmm lalu siapa yang tahu rumahnya?? Aku pusing sekali jika harus bertanya-tanya sendiri tanpa adanya jawaban.Lebih baik aku refreshing dulu,cuci mata di Mall.Meskipun tidak beli apapun,asal bisa melihat barang-barang bagus pasti Moodku yang hilang akan kembali.Hemmmmm????


Segera ku perintahkan supir pribadi ku untuk mengantar aku ke Mall.Pergi sendiri pun jadilah.


Aku begitu menikmati jalan-jalan ku didalam Mall besar ini,kalau masih kurang Mood aku berencana untuk pergi nonton.


Tapi seketika langkahku terhenti,aku tidak bisa menggerakkan kakiku walaupun seinci.Aku melihat menantuku,istri dari Kanda Syarif dirangkul mesrah oleh seorang pria paruh baya yang masih terlihat tampan.Dan istri Kanda tidak menolak,dia malah senyam-senyum malu-malu kucing.


Pria itu menggiring istri Kanda ke sebuah restoran di dalam Mall tersebut.Aku terus mengekorinya.Pria itu sangat intim dengan istri Kanda.Ia beberapa kali menyerah anak rambut istri Kanda,dan istri Kanda hanya tersenyum malu.Apa-apaan ini?Ingin segera ku labrak dia,tapi tidak!Aku harus bermain cantik.Segera ku foto kejadian itu menggunakan ponselku.Hemm akan ku rebut putraku kembali dari tangan wanita iblis itu.


Aku terus menguntit keduanya,sampai mereka pergi naik lift ke lantai atas.

__ADS_1


Sedang apa mereka di atas sana??bukankah di lantai atas adalah tempat office?Ah aku tidak mau tahu yang jelas aku sudah punya bukti yang kuat untuk merebut kembali putraku darinya.Kemungkinan besar Kanda pindah dari rumah nya ke rumah perempuan itu karena hasutan iblis betina itu.Dia mengambil kesempatan pertengkaranku dengan Kanda untuk memisahkan kami berdua.Ohhh kasihan sekali Kanda,dia pasti sekarang tengah kerja keras banting tulang,sedangkan istrinya berbahagia dengan laki-lakinya lain.KURANG AJAR!!!


__ADS_2