Gara-Gara Kamu

Gara-Gara Kamu
EPS 29 Sifat Aisyah


__ADS_3

POV Aisyah


Aku geram sekali melihat tingkah Diana yang sok romantis bersama Kanda Syarif.Ia seolah-olah menunjukkan kepadaku bahwa Kanda Syarif memang sangat mencintainya. Yah aku akui Kanda Syarif saat ini memang sangat mencintai istrinya.Tapi bukan tidak mungkin Kanda Syarif akan kembali mencintaiku.Akan aku lakukan segala cara agar Kanda Syarif kembali mencintaiku seperti dulu. Nanti kau pasti akan menggigit jarimu Diana.


Aku tersenyum sendiri membayangkan semua itu.Ku hempaskan tubuhku ke kursi kebesaranku,baru saja aku berangan,tiba-tiba daun pintu ruang kerjaku terbuka.Dan muncullah sekretaris Kanda Syarif.


"Loh kok masih duduk santai sih kita mau rapat loh"


Anita berucap ketus kepadaku.


"Kata Kanda Syarif Pak Burhan cukup kamu yang temui"Jawabku.Aku malas untuk pergi miting jika tak ada Kanda.


"Lah ini kan tugas mu"Ia membantah.


"Itu yang diucapkan Kanda baru saja Sebelum dia mengantar pulang istri tercintanya"Aku tak mau kalah.Ia mendengus kesal,lalu pergi dengan membanting pintu dibelakang punggungnya.


Hemm punya sekretaris belagu begitu,kalau aku yang jadi bosnya udah aku pecat dari dulu.Nggak mau aku pelihara orang seperti itu.Kesel banget pakek banting-banting pintu segala.


____


POV SYARIF HIDAYATULLAH


Ku bukakan pintu untuk istriku,agar ia dengan mudah keluar dari dalam mobil.


"Makasih Mas"Ucapnya dengan disertai senyuman yang sangat menawan hati.Layli pun turun berdiri di samping Istriku.Bukan aku tak tahu niat Layli mendekati istriku,aku sudah baca semua chat grup WA keluarga.Namun aku biarkan saja istri ku berbuat yang ia suka,selama masih dibatas yang wajar.Toh aku sendiri tidak berminat untuk menduakan nya.


Ku cium pipi istriku sembari berbisik.


"Sebenarnya aku pulang lagi pengen nih,sayang malah ngijinin dia ikut"


Istriku tersenyum tipis,ia hanya melirik dengan ekor matanya ke arah Layli.Tanpa sebarang jawaban.


"Aku ke kantor dulu ya sayang"Pamitku,istriku hanya mengangguk"Layli titip istriku ya,jangan tengkaran"Sambung ku.


"Iya Kanda,jangan khawatir"Jawab Layli disertai senyuman.Itu terlihat dari matanya yang menyipit dibalik cadarnya.


Ku cubit pipi istriku sebelum aku masuk mobil.Geregetan banget aku sama dia,setiap kali bersamanya si entong selalu terjaga.Hemmm.....


Ku lajukan mobilku perlahan meninggalkan pekarangan rumah menuju tempat kerjaku.Tak butuh waktu lama,aku pun sampai.Dan kedatanganku langsung disambut oleh Anita.


"Pak,,, Meneger yang sekarang menolak miting.Alhasil saya yang menemui Pak Burhan seorang diri.Anda tahu kan Kalau Pak Burhan sangat jengkelin orangnya"Ia mengadu panjang lebar.


"Loh kenapa Aisyah menolak?"


"Katanya Bapak yang nyuruh,katanya cukup saya yang menemui Pak Burhan"


Aku menghela nafas panjang,meredam rasa marah dalam hati.Segera ku datangi ruang kerja Aisyah .

__ADS_1


"Assalamualaikum"Seruku setelah membuka pintu lebar-lebar.Aisyah mendongak,sepertinya ia tengah bermain dengan ponsel miliknya.


"Wa'alaikum salam Kanda..."Ia tersenyum tipis seraya bangkit.Aku menghampirinya


"Kenapa kamu menolak untuk miting dengan klien?"


"Loh bukannya Kanda sendiri yang bilang bahwa Anita bisa menghendel Pak Burhan"


"Itu bukan berarti kamu harus lepas tangan,kamu seharusnya ikut dengan Anita biar kamu bisa belajar dengannya"


"Aku belajar sama dia???Kanda bercanda?"


"Memang apa salahnya?"Bantahku.


"Kanda...dia hanya seorang sekretaris?"Ucapan Aisyah seperti tengah menghina Anita.


"Tapi dia lebih pintar dari pada kamu"


Aisyah tersenyum mengejek.


"Kalau kamu tidak bisa dikasih tahu,lebih baik mulai besok tidak usah kerja lagi disini"


Senyuman yang mengejek langsung berubah jadi wajah yang penuh kekhawatiran.


"Kanda pecat Aisyah ??"


___


Jam pulang kantor sudah tiba, segera aku kemasi semua berkas-berkas yang tengah aku periksa. Setelah itu barulah aku bergegas untuk pulang. Anita pun sudah menyelesaikan semua pekerjaannya,ia menganggukkan kepala memberi salam kepadaku di saat aku melewati meja kerjanya. Aku pun membalas anggukan kepalanya. Dan di ujung lorong Aisyah berdiri menungguku, ia tersenyum melihatku. Aku bersikap biasa saja.


"Kanda kita pulang bareng yuk?"


"Apa kamu tidak membawa mobil?"Tanyaku sambil berjalan menuju lift,ia mensejajari langkahku.


"Tidak.... tadi aku diantar oleh Abah"jawabnya.


"Baiklah..."Aku tidak bisa mengelak, Karena bagaimanapun juga dia adalah adik sepupuku. Jika kubiarkan dia pulang sendiri, pasti Ummi akan memarahiku habis-habisan.


_


_


Aku memilih diam dan fokus mengemudi saat semobil dengan Aisyah.Berbeda dengan dulu, kalau dulu aku selalu caper agar bisa banyak bicara dengan Aisyah.


"Kanda boleh Aisyah tanya sesuatu?"


Eh ternyata dia yang ingin bicara dengan ku.

__ADS_1


"Katakan!!"


"Aisyah lihat Kanda sangat mencintai istri Kanda, padahal Kalian kan baru sekali bertemu langsung nikah? Kok bisa sih langsung cinta gitu sama Diana?"


Aku terdiam,memikirkan jawaban yang tepat untuk Aisyah.


"Syah tahu kan kalau Diana itu cantik"


Aisyah menggangguk ragu.


"Bukan hanya cantik wajah,tapi Diana itu cantik hati"


"Tapi Diana bermulut pedas Kanda"


"Apa yang dia katakan kan benar?bukan bohongan"


"Iya sih, tapi jangan kayak gitu cara ngomongnya, kayak orang nggak pernah sekolah aja"


"Terus?gimana cara ngomongnya?"


Melihat kediaman Aisyah aku tersenyum tipis.


__


Ku hentikan laju mobil tepat di depan pintu gerbang rumah milik Aisyah.Gadis itu tersenyum tipis.


"Makasih ya Kanda,sudah nganterin Aisyah pulang"


"Sama-sama...ingat Aisyah , besok kamu tidak usah kerja lagi"


"Kanda serius memecat Aisyah?"wajahnya pias seketika.


"Kamu baru boleh kerja setelah kamu belajar banyak tentang bisnis"


"Tidak!!!Aisyah tetap mau kerja"Tegasnya.


"Kalau begitu biar Kanda yang berhenti kerja"Aku tidak mau kalah.


"Kanda!! Jangan begitu dong"


"Sekarang nasib perusahaan ada di tanganmu, kalau kau tetap memaksa masuk kerja aku akan berhenti"Sedikitpun tidak ku tunjukkan rasa toleransi kepadanya.Aisyah terlihat kesal.


"Baiklah"Aisyah membuka daun pintu mobil Ia turun sambil lalu membanting pintu mobil dengan kuat.Huffff bakal cepat masuk rumah sakit nih mobil kalau dibanting-banting begitu.Ucapku membatin.


Setelah ku pastikan Aisyah masuk ke dalam rumah,kulajukan kembali mobilku menuju kediamanku.Sudah pasti Diana sekarang tengah menungguku.


Ingin segera ku tumpahkan keluh kesahku padanya,pasti istriku itu akan mendengarkan dengan seksama.Lagi pula aku sudah rindu bermanja-manja dengannya.Ku tambah kecepatan laju mobilku agar cepat sampai ke tujuan.

__ADS_1


__ADS_2