Gara-Gara Kamu

Gara-Gara Kamu
EPS 30 Ketegasan Kanda


__ADS_3

Ketika aku sampai di rumah,ku menemukan istriku sedang latihan yoga di dalam kamar.Ia langsung menghentikan aktivitasnya setelah tahu aku datang.


Dengan penuh khidmat,istriku mencium punggung tangan ku.Dia sudah mulai berubah sedikit demi sedikit,pakaiannya pun sudah agak tertutup meskipun belum memakai hijab.


Aku tidak memaksanya,hanya saja aku selalu mewanti-wanti agar bisa segera hijrah sepenuhnya.


"Layli pulang jam berapa sayang?"Tanyaku setelah aku duduk dibibir kasur.Ia mengaitkan jas yang baru saja ku kenakan di dinding.


"Lepas sholat ashar berjamaah denganku Mas"Jawabnya.


"Dia sholat ashar berjamaah denganmu?"


Istriku mengangguk


"Dimana?"


"Disini"


"Dikamar kita?"


Ia mengangguk lagi.


"Tumben sangat akrab sekali dengan mu sayang"


"Dia ingin menjadi maduku Mas"Istriku terkekeh sembari menutup mulutnya.


"Kau ini ada-ada aja sayang,kan sudah aku bilang.Aku tidak ingin menduakanmu"


"Maaf ya Mas,Di hanya gerram dengan Aisyah yang ingin membuatku panas.Eh ternyata dia sendiri yang kebakaran jenggot"


"Iya sayang,Aisyah juga udah aku pecat kok"


"Loh kenapa Mas?"Istriku menautkan kedua alisnya yang tebal dan indah.


"Dia tidak bisa diajari sayang,ternyata dia sangat angkuh dan sombong"


"Dia melawan mu Mas?"


"Tidak,tapi dia melawan Anita dan menolak miting.Meskipun kedudukan Anita hanya sekretaris ku tapi dia kan lebih tahu tentang perusahaan daripada Aisyah.Seenaknya dia menghina Anita didepan ku sayang"

__ADS_1


Istriku manggut-manggut seperti mengerti apa yang aku maksud.


"Jadi sekarang jabatan Manager kosong dong Mas?"


Aku menjawab dengan anggukan.


"Kalau Di yang kerja gimana?"


Aku menatap istriku ragu.Belum aku menjawab,telfonku berdering.


"Sebentar sayang"Ku rogoh ponselku di saku celana,ternyata dari Ummi.Segera ku tekan tombol hijau.


"Assalamualaikum Ummi"


"Wa'alaikum salam"Jawab Ummi dari seberang"Kanda...benarkah Kanda telah memecat Aisyah?"


Hemmm rupanya Aisyah telah mengadu kepada Ummi.


"Iya Ummi,Kanda memang telah memecat Aisyah"Jawabku tanpa menutupi apapun.


"Kenapa Kanda?? Bukankah seharusnya kamu mengajarinya cara bekerja,bukan main pecat begitu saja.Pokoknya Ummi tidak mau tahu,besok Aisyah harus kembali bekerja disana.Titik!"


"Baiklah Ummi, seperti yang Ummi mau.Akan Kanda turuti...tapi Kanda sudah mengatakannya kepada Aisyah ,jika ia tetap bekerja maka Kanda yang akan berhenti"


"Ummi,,,ludah yang dibuang tidak bisa Kanda jilat kembali.Jika Ummi menilai Aisyah pantas untuk bekerja di perusahaan kita,silahkan!Pekerjakan dia,Kanda akan berhenti detik ini juga.Karena orang yang bekerja disana adalah orang yang sudah berkemampuan,bukan orang yang masih mau belajar.Apalagi orang yang tidak mau diajari dengan baik"


"Jika ucapan Kanda dinilai kasar dan kurang ajar,Kanda mohon maaf sebesar-besarnya.Assalamu'alaikum Ummi"Segera ku tekan tombol merah dan langsung ku non aktifkan ponselku.


Tak bisa ku diamkan saja dengan sifat Ummi yang sok ngatur begitu.Seolah-olah beliau yang telah memajukan perusahaan.Biarlah...sesekali aku harus tegas dengan Ummiku.


Istriku mengelus dadaku,mungkin ingin meredakan emosiku.Ku ulas senyuman kepadanya,agar ia tidak terbawa emosiku.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


POV Ummi SYARIFA


"Eh,kok malah dimatikan sih?"Gerutuku.Belum selesai aku bicara dengan putra sulung ku,dia dengan lancangnya mematikan telfonnya.Ku coba menelfon nya lagi,tapi sudah diluar jangkauan.


"Kenapa Mi?"Tanya suamiku.Ku hempaskan tubuhku dengan kasar ke atas Sofa.Ku cengkram kuat ponsel di tanganku.

__ADS_1


"Kanda Bah,dia seenaknya mematikan telfonnya padahal Ummi belum selesai bicara"Jawabku.


"Kamu sih Fah, seenaknya mengatur-ngatur tentang perusahaan.Kayak tahu aja,itu Perusahaan suamiku yang merintis dari Nol.Sekarang malah mau kamu hancurkan hanya karena Aisyah"Sungut Ibu mertuaku.


"Bukan begitu Mah,Fah hanya mau Aisyah kerja disana.Tapi baru sehari kerja aja udah dipecat sama Kanda.Kayak dia yang punya perusahaan, padahal masih makan gaji juga"Bantahku,aku memang pantang disalahkan.


"Itu berarti Aisyah memang tidak bisa kerja,aku rasa Kanda lebih tahu siapa yang bisa kerja dan tidak.Bukan kamu"Ibu mertuaku tetap menyalahkan aku.


"Biarin saja Mah,Fah ingin lihat bagaimana Kanda yang sombong itu bertahan hidup tanpa kita"


"Tanpa Kanda perusahaan akan hancur,kalau hancur apa yang akan kamu lakukan?kamu mau bekerja keras untuk mencari biaya hidup!"


"Abah masih bisa kok Mah menjalankan perusahaan"Ku alihkan pandangan kepada suamiku.Ia terlihat terkejut...


"Abah sudah lama tidak terjun langsung ke lapangan,jadi banyak yang Abah belum tahu"Jawab suamiku.


"Ah sebentar saja Bah,sampai Kanda datang kesini mengemis belas kasihan kita"Jawabku dengan santai.


"Aku tidak setuju!!!Cepat telfon Kanda dan beritahu dia agar jangan mundur dari Perusahaan"Titah Ibu mertuaku dengan tegas .


"Ummah,kalau aku telfon dia sekarang akan semakin besar kepala dia nanti"Bantahku.


"Aku tidak mau tahu!!kalau kamu tidak mau,biar aku datang ke rumah nya"


"Ummah...tolong hargai keputusanku"


"Jika keputusan mu akan menghancurkan perusahaan ku,aku takkan menghargainya sedikitpun.Bila perlu kau keluar saja dari rumah ini"Ibu mertuaku menuding ke arah luar.Aku terkejut,sampai begitu Ibu mertuaku marah padaku.


"Abah...tolong jelaskan kepada Ummah"Aku berusaha membujuk suamiku.


"Apa yang harus dijelaskan Fah?Apa yang Umma katakan itu benar"Suamiku malah sependapat dengan Ibunya.Ku lihat Ibu mertuaku melengos dengan dada terbusung,seolah mencemooh diriku.


"Abah kenapa tidak membelaku sih?"Aku begitu dongkol.


"Bukan tidak mau membelamu Fah,coba sekarang kamu pikir baik-baik.Siapa yang akan mengurus perusahaan?Aku??sudah pasti akan banyak hal yang tidak aku tahu,karena Kanda sudah menjalankan prosedur terbaru yang tidak aku pahami.Otomatis Perusahaan akan menurun dan merugi.Ok!!Kalau itu maumu,tapi imbasnya jatah belanja kamu akan berkurang.Kamu mau??"


Aku terkesiap,Kalau sampai jatah bulanan ku berkurang aku sangat tidak mau.Apalagi sekarang Kanda sedang marah padaku,dia pasti tidak akan memberikan aku uang bulanan seperti biasanya.Hemmmm,aku jadi bingung sendiri.Hanya karena aku membela Aisyah ,aku akan merugi.Oh tentu aku tidak mau.


"Emmmm baiklah,Fah akan mendatangi rumah Kanda sekarang juga"Segera ku bangkit menyandang tasku dan bersiap pergi.

__ADS_1


"Aku ikut"Tiba-tiba Ibu mertuaku bangun dari duduknya.


"Aku sudah rindu dengan cucu menantuku"Sambungnya yang membuat cuping telinga ku panas.Tapi mau tidak mau aku harus mengijinkan Ibu mertua ku ikut.Secara dia adalah Ratu dirumah ini.


__ADS_2