Gara-Gara Kamu

Gara-Gara Kamu
EPS 23 Positif


__ADS_3

Ummi memandang ku dengan tatapan jijik,sedangkan Layli tersenyum licik dibalik cadarnya.


"Sedang apa kamu disini?"Tanya Aisyah.


"Aa-emm lagi boring aja bantuin temen ngepel"Jawabku gugup.


"Cih.. Dasar emang manusia tidak berbobot,jadinya punya temen pun hanya seorang OB"Ummi mengoceh.Aisyah terlihat segan padaku.


"Kamu sama siapa kesini?"Sambung Aisyah.


"Sendiri"Jawab ku santai.Sedangkan Manda seperti tidak suka dengan sikap mereka.


"Seorang istri yang baik kemana-mana harus ada muhrim yang mendampingi.Nih malah keluyuran sendiri,mungkin Kanda Syarif tidak tahu akan hal ini"Oceh Ummi lagi dengan lirikan mata yang membenci.


Manda ingin membelaku namun ku tahan lengannya.."Tapi D"


Aku menggeleng sebagai larangan.Dengan wajah yang ditekuk Manda mendengus.


"Ohya kalian kesini mau belanja?"Tanyaku.


"Ya iyalah,masak mau ngepel"Ummi tetap menjawab dengan ketus.


"Ohya kebetulan kamu ada disini,bulan ini Kanda tidak memberikan Ummi uang belanja.Pasti dia kasih ke kamu semua uangnya,iya kan??Karena itu kamu harus menemani kami belanja dan membayar belanjaan kami"


Hah???Manda sendiri tak percaya mendengar nya.Seingatku memang Suamiku memberikan kartu kredit nya sama aku.Tapi aku tidak tahu berapa limit isi saldonya.Karena tak pernah aku pakai.


"Gimana?"Ummi menyambung kalimatnya lagi karena tak ada sahutan dariku.


"Baiklah Ummi"Jawabku tetap santun.Ia mendengus sombong lalu melangkah pergi.Diikuti oleh Layli dan Aisyah disampingnya.


"Man,Lo pulang duluan ya..."Pintaku pada Manda sembari merogoh uang beberapa lembar dan ku selipkan di tangan Sahabat ku.


"D..aku ada uang kok"Tolak Manda.


"Tak apa,traktir gue nanti pas dapat gaji pertama ya"Godaku seraya pergi meninggalkan Manda yang menatap ku haru.Ia mengangguk walau aku sudah pergi jauh.


Ketiga wanita muslimah ini masuk ke sebuah toko baju branded.Staf pegawai yang melihat ku berdiri di belakang mereka membungkukkan badannya.Aku membalas dengan anggukan kepala disertai senyuman.


"Lihat kalau orang kaya mah dimana-mana diberi hormat"Celutuk Ummi pongah.Aku diam dengan senyuman yang tersembunyi.


Aku melihat Mbak Meneger ingin menyapaku tapi ku beri kode agar jangan mendekati ku.Ia sempat heran dan mungkin terasa hati.Tapi ku letakkan ujung telunjuk ke bibirku sebagai tanda agar dia diam.Dan ekor mataku melirik ke arah ketiga wanita bercadar yang sibuk memilih pakaian.Barulah si Mbak Meneger toko mengerti,Ia mengangguk pelan.


Setelah menyerahkan barang belanjaan ke kasir.Aku membayar semuanya,tanpa mereka tahu bahwa aku memakai uangku sendiri.Selesai dibayar, ketiganya mengambil barang belanjaan mereka masing-masing dan tanpa mengucapkan terimakasih ketiganya pergi begitu saja.


Keluar dari toko baju,mereka masuk ke toko tas dan sepatu.Lagi-lagi karyawan toko yang mengenal ku memberi salam hormat.Tapi Ummi merasa mereka hormat kepada nya.Itu membuat ku tersenyum lucu.


"Katanya hamil??gimana udah periksa ke dokter?"Sindir Ummi.


"Belum Ummi..."

__ADS_1


"Loh..kok belum? jangan-jangan memang tidak hamil"


"Kanda terlalu melebih-lebihkan Ummi,karena dia sangat berharap anak dari ku"


"Perlu kamu tahu ya,Ummi cuma mau cucu dari kalangan sederajat dengan kita"


Aku tersenyum tipis.


"Lay.. Aisyah..Yuk!Ummi nggak jadi beli nanti habis uang Kanda"Ummi meleyot pergi diikuti oleh dua gadis bercadar itu.Aku menghela nafas panjang,semoga ku bisa sabar dan lebih sabar.


Aku mengantar ketiganya sampai ke mobil yang mereka tumpangi.


"Ingat cepat pulang,jangan belanja banyak-banyak.Ngirit kalau dikasih uang sama Kanda jangan dihabiskan semuanya.Biasanya kalau orang nggak biasa pegang uang banyak kan gitu.Tabung biar tambah kaya"Ummi berucap dengan nada sengit dari dalam mobilnya.


"iya Ummi"Aku mengangguk patuh.Ummi menutup kaca mobil dan mobil itu melaju perlahan.


Kata-kata Ummi membuat aku jadi tertantang,Dia tidak mau cucu dari orang yang tidak sederajat dengan nya.Bagaimana jika aku punya anak dari suamiku?Hemm aku tersenyum licik,segera ku memesan taxi online agar mengantarku ke rumah sakit terdekat.


___


Ternyata tidak perlu menunggu lama,hasil test kehamilan sudah bisa dilihat.Aku membuka amplop putih di depan Dokter dengan tangan gemetar.Sumpah aku deg-degan banget.


Ku baca selembar surat keterangan yang menandakan aku positif hamil.Dua sudut bibirku menyunggingkan senyuman.


"Saya Hamil Dok?"Tanyaku tak percaya.


"Iya,selamat Ya"Ucap sang Dokter dengan antusias.Aku mengangguk,aku sungguh tak menyangka bahwa ucapan suamiku benar adanya.


Aku menjerit dalam hatiku.Senyuman tak pernah lekang dari bibirku sampai aku tiba di rumah.


Baru saja aku membuka daun pintu,ponselku berdering.Ku ambil benda pipih itu di dalam tas.Ternyata suamiku menelfon.


"Hallo.."Sapaku


"Assalamualaikum sayang,lagi dimana?"Tanya suamiku lembut.


"Wa'alaikum salam Kanda,ini baru saja sampai di rumah"


"Ohhh baguslah,baru saja Ummi menelfon katanya ketemu sama kamu di Mall?"


"Iya Kanda"


"Sudah semua urusan mu dengan temanmu itu?"


"Alhamdulillah sudah"


"Apa Ummi menyakiti mu lagi sayang?"


"Ah itu sudah biasa"

__ADS_1


"Kenapa kamu memilih untuk menutupi jati dirimu sayang?"


"Maafkan aku Kanda,aku hanya ingin Ummi menyadari semua sikapnya yang salah"


"Hemmmm jujur aku sakit hati sayang jika mereka seenaknya menghinamu.Tapi aku juga tidak bisa sampai durhaka kepada mereka"


"Iya Kanda aku ngerti kok...Ohya,jam berapa Kanda pulang?"


"Aku akan usahakan secepatnya sayang,kenapa udah kangen ya?"


Aku tersipu malu meskipun godaan suamiku hanya sebatas suara.


"Siap-siap ya sayang"


"Siap-siap apa?"Tanyaku.


"Kita main beberapa Ronde"


Suamiku tergelak.


"Apa-an sih?"


"Kok jadi tegang gini yah,padahal cuma candaan"Selorohnya.


"Apa-apaan sih Kanda,udah ah"Aku mematikan telfon secara sepihak.Risih juga aku mendengar guyonan suamiku yang terlalu intim.


Eh aku baru ingat,gimana aku kuliah kalau aku sekarang tengah hamil???emmmm kalau aku mendaftar di kampus yang sama dengan Manda kan bisa juga.Jadi aku bisa ikut kuliah online saja.


Iya deh,lagian juga daftarnya nggak ribet,bisa lewat situs website nya.Ok!!Aku bergegas pergi ke kamar untuk mendaftar kuliah online di kampus Manda.


___


Samar-samar aku mendengar langkah kaki mendekati.Ku buka perlahan mataku,sebuah kecupan di keningku menyambut kesadaranku dari alam mimpi.


"Udah sholat sayang?"Tanya Suamiku.Aku tersenyum sambil mengangguk.Suamiku membantu ku bangun dari tidur ku.


"Jam berapa ini?"Tanyaku.


"Masih jam 4 sore"


"Kanda,aku punya sesuatu untuk mu,aku simpan di kotak nakas"


"Ohya,apa itu?"Suamiku bangkit dan belum sempat ia melangkah telfonnya berdering.


"Hallo?? Wa'alaikum salam,,,kenapa??Di rumah sakit mana? Baiklah,kanda akan segera kesana sekarang juga"


Aku melihat wajah suamiku tak setenang tadi,ia panik.


"Ada apa Kanda?"

__ADS_1


"Kak Hafiz sayang,dia kecelakaan dan meninggal di tempat"


"Apa?!!!"


__ADS_2