
Hari ini aku melaksanakan akad nikah secara hukum di Kantor Urusan Agama.Papa hadir tetap dengan penyamarannya,kakek juga turut datang.Dari pihak suamiku,Kak Hafiz datang mewakili.
Papa merangkul ku sambil menangis,Kakek juga turut merangkul ku.Aku terhimpit diantara tubuh dua pria yang bergetar karena isakan.
Dengan penuh kasih Papa menghapus air mataku,aku juga menghapus air mata Papa.
"Tak ku sangka,kau sudah sebesar ini nak"Ucap Papa lirih.
"Makasih ya Pa"
Papa mengiyakan,ia mengecup kening ku begitu mendalam.Kini giliran kakek,ia menyeka air matanya lalu menjitak keningku.
"Sakit Kek"Aku mengaduh.
"Kamu ..cucu kakek satu-satunya,kenapa jalan ini yang kamu pilih?Kakek ingin merayakan pesta pernikahanmu sebesar-besarnya.Memakai gaun terindah di dunia.Tapi sekarang coba lihat dirimu.Hanya memakai dres dan hijab sederhana seperti mau tahlilan"
"Nanti Syarif akan rayakan pesta pernikahan kok Kek,tapi ini hanya biar sah Dimata hukum saja"Tiba-tiba suamiku datang.Untung dia tidak dengar pembicaraan aku dengan Papa.
"Bener???"Ucap Kakek kurang yakin.Suamiku mengangguk pasti.Kakek langsung tersenyum sumringah.
"Jaga cucuku ya,dia agak bandel soalnya"
"Pasti Kek"Suamiku menjawab disertai kerlingan mata kepadaku.
___
"Kanda"Panggilku kepada Suamiku.Kini aku harus terbiasa dengan panggilan itu.
"Ya sayang"
"Hari ini mungkin teman-temanku sudah pada sampai di Sekolah.Boleh nggak kita mampir ke sana sebentar?"
Suamiku tidak langsung menjawab,ia berpikir sejenak.
"Baiklah"Jawabannya kemudian.Aku tersenyum tipis.
Sampai di Sekolah,memang benar rombongan yang dari Bali sudah pada datang.Aku turun dari mobil begitu juga suamiku.Ia mengikuti ku kemana aku pergi.Sebenarnya risih juga,tapi mau menolak nanti malah gimana?
"D.."
Aku menoleh ke arah suara,Manda berlari menuju ke arah ku.Ia langsung merangkul ku dengan erat.Seperti kami sudah berpisah lama,padahal baru dua hari.
"Eh kok malah nangis sih??jangan lebay deh"Ucapku saat melihat Manda mengusap air matanya.Manda tersenyum tipis.
"Sini...gue mau bicara sama Lo"Aku menarik tangan Manda menjauh dari tempat itu menuju tempat yang agak sepi.Sudah tak ku pikirkan suamiku,yang terpenting sekarang aku harus bicara sama Manda.
"Ada apa sih D?Kok kayak penting banget?"
"Emang penting banget, elo kan yang naruh obat perangsang di minuman gue?"
"What's?? Maksud lo apa?"
Raut wajah Manda sangat terkejut.
"Ada orang yang naruh obat perangsang dalam minuman gue sampai gue jadi kayak orang mabuk.Yang duduk sama gue malam itu kan cuma lo"
"Sumpah demi apapun D gue nggak ngelakuin itu, lagian buat apa gue naruh obat perangsang dalam minuman lo?Mau cipika-cipiki sama gue?Gue masih normal D!"
__ADS_1
"Terus? Siapa yang berani ngelakuin itu sama gue?"
Manda diam,ia seperti tengah berpikir memutar otak.
"Gue nggak berani nuduh siapapun tapi gue curiga sama duo nyinyir itu, cuma kena tumpah air aja dia minta pertanggungjawaban gue buat bersihin bajunya padahal itu air putih.Tapi gue nggak berani nolak,gue takut"
"Terus???"
"Iya terus lo hilang nggak tau ke mana? gue udah cari lo ke mana-mana D, dan gue pengen ngelaporin kehilangan elo sama guru. Tapi mereka nggak ngebolehin gue lapor sama guru,alasannya takut elo tuh nggak hilang"
Aku diam,bisa jadi kecurigaan Manda itu benar.Awas yah!!!Tapi satu hal lagi yang membuat aku geram lagi sama Manda,aku cubit perutnya dengan kuat sampai ia menjerit kesakitan.
"Aduh D sakit"Ia menggosok bagian bekas cubitan ku.
"Itu belum seberapa dengan kejengkelan gue sama lo,gara-gara lo tau nggak!yang doain gue nikah sama dia akhirnya gue nikah beneran sama dia"
Manda menoleh ke arah suamiku yang berada agak jauh dengan keberadaan kami.Ia menuding dengan mata membulat.
"Ja-jadi itu cowok yang lo bilang ganteng?"
Aku sumpal mulut Manda dengan tanganku.
"Jangan keras-keras begok"Aku malu jika suamiku dengar,kebetulan ia melihat ke arah kami.Manda malah cekikikan.
"Jadi Lo nikah sama dia?"
Tawa Manda lenyap berganti tatapan tak percaya.
"Nikah???Lo udah nikah?"Pekik Manda histeris.Ku sumpal lagi mulutnya kali ini lebih kuat.
"Jangan keras-keras!!!"
"Sorry"
Beberapa kali Manda menarik nafas dalam-dalam lalu dihembuskan perlahan.Kami sama-sama tidak bicara lagi,setelah sedikit lega,Manda melanjutkan pembicaraan.
"Lo serius sudah nikah??"
Aku mengangguk.
"Sama dia?"
Manda menunjuk ke arah suamiku.Aku mengangguk lagi.
"Lo kan nggak kenal dia D?kok bisa nikah?"
"Kita kecelakaan"
"Hah? kecelakaan ?Parah nggak?"
Manda refleks membolak-balik badanku.
"Bukan kecelakaan itu?"
"Terus?"
Ku dekatkan wajahku ke cuping telinga Manda.
__ADS_1
"Kita ng*ntot karena obat perangsang"
"Hah???"Manda kaget bukan main.Matanya membulat,bibirnya menganga sampai berbentuk huruf O.
"Tapi Lo jangan kasih tahu siapa-siapa Ok"
Manda mengangguk setuju dengan permintaan ku.
Ku lihat suamiku yang dihampiri oleh duo nyinyir,mereka seperti caper sekali.
"Bahaya D"Bisik Manda.
"Bahaya kenapa?"Tanyaku tak paham.
"Gimana kalau suamimu mengatakan yang sebenarnya kalau dia adalah suamimu?"
Aku terbelalak kaget,langsung ku ambil langkah seribu sebelum terlambat.
"Eh yuk kita pulang"
Langsung ku tarik tangan suamiku pergi dari tempat itu.
"Eh D,,,kita belum kenalan sama bodyguard Lo"Seru Lona lantang.
"Nggak perlu"Jawabku tak kalah lantang tanpa menoleh.Aku terus saja menarik tangan suamiku pergi dari tempat itu.Karena kalau sampai dua nyinyir tahu tentang siapa laki-laki yang bersamaku?habislah aku!!!.
"Teman-temanmu tadi sebut aku siapa? Bodyguard?"Tanya suamiku dalam kesibukannya mengemudi.
"Emmmm Iya deh kayaknya"Aku menjawab dengan berpura-pura tidak tahu.
"Menyesal Aku tidak bilang kalau aku suamimu bukan bodyguard mu"
"Tidak perlu lah,itu tidak penting mereka tahu atau tidak"Jawabku Asal.
"Ya nggak boleh gitu dong Sayang, namanya juga temen kamu jadi mereka harus tahu"
"Mulai sekarang mereka bukan temen aku, aku rasa mereka lah yang menaruh obat perangsang dalam minuman aku"Terkaku.
"Ohya??? Terus apa tujuannya?"
"Entahlah"aku mengedikkan bahuku.Suamiku tak bermonolog lagi,ia diam dan terus fokus menyetir.
"Akhir Minggu ini kita ke Rumah orang tuaku ya"Ajak Suamiku kemudian.
"Mau apa?"
"Mau bahas masalah pesta pernikahan kita"
"Ah tak perlulah "Aku mengelak.
Suamiku menatapku sekilas lalu kembali fokus menyetir.
"Kamu tidak ingin Kakekmu bahagia?"
"Maksudnya??"Ku tatap ia dengan penuh tanda tanya.
"Apa kamu lupa tadi dia bilang apa tentang impiannya?"
__ADS_1
Yah,,,aku belum lupa,,,tapi kalau sampai ada pesta pasti sedikit banyak orang akan datang.Aku masih belum mau kedokku terbongkar.