Gara-Gara Kamu

Gara-Gara Kamu
EPS 34 Tuduhan Perselingkuhan Sampai guna-guna


__ADS_3

Baru saja aku masuk ke ruangan kerja Papa, tiba-tiba ponselku berdering.Ku rogoh ponselku yang ku simpan di dalam tas.Setelah ku cek layar,nama Ummi terpampang jelas.


Ku lihat wajah suamiku yang saat itu juga menatapku.


"Dari Ummi..."Cepat ku sodorkan ponselku ke hadapannya.Suamiku mengangguk lalu menerima ponsel yang ku berikan.


"Hallo Assalamualaikum Mi....Iya Mi,Kanda tengah sibuk bekerja.Iya Mi... Baiklah.... Assalamualaikum"


Hanya percakapan singkat,suamiku mengembalikan ponsel milikku.Papa dan Om Michael saling berpandangan, seolah-olah mengherankan dengan kejadian ini.


"Kenapa Ummi menelfon ku Mas?? Kenapa tidak menelfon langsung ke hp mu?"Tanyaku seraya duduk di sofa yang kosong.


"Aku ganti nomor sayang...Aku malas melayani kerena Ummi yang selalu memaksakan "Jawab suamiku sembari duduk di kursi yang berdempetan dengan ku.


"Lalu apa kata Ummi barusan?"


"Ia meminta kita datang ke rumah"


"Kapan??"


"Sekarang,tapi biarlah nanti malam saja kita datang "Jawabnya.


Aku diam tidak bertanya lagi,namun aku merasa tak tenang.Pasti ada sesuatu yang telah terjadi.


___


Sehabis sholat Maghrib,aku dan suamiku pamit pergi ke rumah orang tua suamiku.Kakek tidak langsung menjawab iya!! Beliau menatap kami secara bergilir, seperti ada sesuatu yang ia pikirkan.


"Syarif..."Tiba-tiba Kakek menyebut nama Suamiku.


"Iya Kek..."Suamiku menjawab begitu takzim.


"Aku tahu kamu mencintai cucuku,dan aku juga tahu bahwa tidak mudah bagi keluarga mu menerima dia sebagai menantu.Tapi kamu harus tahu bahwa kamu sangat beruntung mendapatkan putri kami"


Aku tersenyum penuh haru mendengar Kakek mengatakan hal itu.Apalagi saat suamiku mencium tangan Kakekku.


"Terimakasih Kek,,,telah mempercayakan Cucuku Kakek kepada Syarif.Syarif janji akan menjaganya sepenuh hati"

__ADS_1


Kakek tersenyum,ia menepuk pundak suamiku lembut.


___


Kami sudah sampai di kediaman keluarga besar Abdullah,rumah besar nan megah itu serasa menyeramkan bagiku.Jantungku berpacu dua kali lebih cepat.Tanganku mendadak dingin,namun suamiku meremas nya lembut membuat rasa hangat menjalar.


Kami berdua berjalan masuk sambil bergandengan tangan.Daun pintu rumah terbuka lebar, seolah-olah dengan sengaja mempermudah kedatangan kami.Sampai di dalam semua ahli keluarga telah berkumpul tanpa terkecuali.Sepertinya ada hal besar yang dinanti-nanti.


"Assalamualaikum..."Seru Suamiku.


"Wa'alaikum salam"Jawab mereka kompak.Suamiku menyalami paman-paman dan bibik-bibiknya.Lalu kedua orang tuanya, kemudian terakhir adalah Ummah,neneknya.Karena beliau duduk paling terakhir.


Aku pun juga menyalami semuanya,namun sikap mereka sama, sebelum ku cium mereka menarik tangan mereka cepat lalu mengelap tangan mereka dengan tisu.


Aisyah dan Layli terlihat tersenyum sinis menyaksikan hal itu.Aku terus saja menyalami mereka satu persatu sampai habis.


Kemudian aku berdiri di samping suamiku.Karena memang sudah tak ada kursi kosong untuk kami.Aisyah dan Layli saja duduk di belakang sofa yang memutar menggunakan kursi kayu biasa.


Suamiku berniat mengambilkan kursi untuk ku,namun langkah nya tertahan oleh seruan Ummi.


"Biarkan saja dia berdiri Kanda, seorang pezina tidak pantas untuk dihormati"


"Maksud Ummi apa ya?siapa yang Ummi sebut seorang pezina?"Tanya suamiku.


"Siapa lagi kalau bukan istrimu itu,kau kerja keras banting tulang.Pasti semua tidak akan mudah bagimu Kanda setelah kamu keluar dari perusahaan kita.Tapi apa yang istrimu lakukan dibelakang mu sungguh keterlaluan"Ummi berbicara dengan sangat berapi-api.Aku dan suamiku masih tidak mengerti.


"Tolong jelaskan tanpa berbelit-belit Ummi"Pinta Suamiku yang aku tahu dia berusaha menahan sabar.


Ummi mendengus ,ia menyodorkan ponsel miliknya.Aisyah segera berlari mengambil ponsel itu lalu diserahkan kepada suamiku.Memang jarak Ummi agak jauh jadi ketika dia mengulurkan ponselnya tidak sampai dengan mudah kepada suamiku.


Suamiku mengambil alih ponsel itu dari tangan Aisyah ,gadis itu terlihat tersenyum malu-malu.Tapi aku sendiri yang merasa malu melihat sikapnya itu.


Suamiku terlihat serius melihat apa yang ada di ponsel itu,sambil sesekali ia menggulirnya ke atas.Aku penasaran,jadi aku ikut melihatnya.Refleks aku menakupkan kedua telapak tangan ku ke mulut ku,aku sungguh tak percaya bahwa Ummi akan melihat apa yang ku lakukan dengan Om Michael.


Suamiku menatap ku,aku menggigit bibirku.Bingung!! itulah yang aku rasa saat ini.


"Sudah jelas!!! Apakah kamu masih punya muka untuk membela diri??"Hardik Ummi.

__ADS_1


Suamiku meletakkan ponsel itu ke atas meja.


"Dasar perempuan murahan, jangan-jangan anak yang kamu kandung bukan anak dari anakku?iya!!!"


"Kanda... kembalilah dan tinggalkan istrimu yang durjana itu"Abah ikut berbicara.Kupingku terasa panas mendengar nya.Meskipun nada suaranya datar,tidak seperti suara Ummi yang menengking tinggi.Tapi tetap saja menyakiti hati.


Suamiku menatap ku, seolah-olah bertanya apa yang harus ia lakukan??Aku hanya mampu menghela nafas panjang sambil menggeleng perlahan.


"Di... katakan pembelaan mu"Ummah kini yang bertitah.Diwajah tuanya terlihat jelas kekecewaan terhadap ku,tapi aku harus bagaimana ?Kalau aku jujur kedokku akan terbuka,ataukah semua memang ditakdirkan terkuak sekarang ?


"Untuk apa dia membela diri Ummah,toh semua bukti sudah nyata terpampang"Timpal Ummi dengan percaya diri nya.


"Kanda... cepat talak dia, tidak usah ngasih kesempatan apapun padanya"


"Tidak Ummi!!!"Jawab suamiku tegas.Semua orang ku lihat terbelalak, mereka saling berpandangan satu sama lain.


"Kanda .. apakah matamu sudah buta???hah???lihat dengan jelas kemesraan istrimu itu,masihkah dia pantas dijadikan istri???"


"Kanda tidak akan pernah menceraikan istri Kanda, meskipun sebesar apa kesalahannya di mata kalian"


Ummi sampai menganga mendengar ucapan putranya.Semua orang pun tak kalah shock sama halnya seperti Ummi.


"Kanda .. apakah kamu sudah termakan guna-guna oleh istrimu itu?sampai kamu bisa sangat buta untuk melihat kesalahan yang ia lakukan?"Kini Aisyah yang menyahut.


"Cepat rukiyah Kanda Abah,biar guna-guna itu keluar"Pekik Ummi tegas.


"Siapa yang diguna-guna???"


Sebuah suara terdengar lantang membuat kami hampir bersamaan menoleh ke arah pintu tempat asal suara.


"Di-di-dia itu selingkuhan nya... berani-beraninya sampai datang ke rumah ku"Ummi memekik dengan suara gemetar.


Aku terpana melihat Om Michael datang menyusul kami.


Semua orang seperti tak percaya,yah mana ada selingkuhan menyusul datang ke tempat persidangan.Aku saja sudah kehabisan kata,begitu juga Suamiku.


Malah dengan santai nya Om Michael merangkul bahuku didepan mereka, membuat semua orang langsung beristighfar secara berjamaah.

__ADS_1


"Ayo jawab siapa yang sudah diguna-guna??"


Tak ada jawaban terdengar,mereka hanya terpana melihat sikap Om Michael kepadaku.


__ADS_2