
"Ihh Apa-apaan sih??"
Dia nampak kesal,aku tak menanggapi.Ku tatap dia dengan bibir tergigit,agar dia menyadari apa kesalahannya.Ternyata ia peka juga, segera ia membuka ikatan bajunya yang menunjukkan pusarnya.
Aku melangkah ke arah lemari,ku ambil celana panjangnya lalu ku berikan padanya.
"Pakailah,ada Kak Hafiz di depan"
Ia patuh juga,ku tinggalkan ia sementara masih berganti celana.Aku menghela nafas panjang,istriku memang menguji adrenalin ku.Dia cantik juga ****,tubuhnya sintal tanpa cela.Jika bisa,ingin ku nikmati dia setiap saat.Alhamdulillah Allah mempertemukan aku dengannya,jika rencana Anita benar terjadi.Maka habislah aku!
Bagiku Anita bukanlah wanita baik-baik,penampilannya selalu mengundang syahwat.Beberapa kali aku tegur dia dengan baik,bukan berubah malah semakin menjadi.Akhirnya aku menyerah untuk menasehatinya,aku hanya berusaha menjaga diriku agar tidak tergoda oleh kemolekan tubuhnya.
Ku temui ka Hafiz di teras rumah,lalu ku ajak dia masuk.Ku ambilkan minuman kaleng yang tersedia di ruang tamu.Yah!disana ku letakkan satu kulkas untuk para tamuku.Aku memang tidak membayar pembantu untuk full time,karena aku tidak suka orang lain tahu lebih banyak tentang privasi ku.
"Silahkan di minum Kak"
Kak Hafiz planga-plongo seperti mencari sesuatu.
"Cari Apa Kak?"
"Penari itu mana?"
Hisssss...Aku menggeleng pelan.
"Itu istriku Kak"
Ia cengengesan.Sengaja ia menggoda ku.
"Aku pikir kamu akan ikut adat keluarga yang menikah dengan perjodohan,ku lihat sama sekali kau tidak pernah berhubungan spesial dengan mana-mana perempuan.Ehh tahu-tahu sudah menikah selain dari Layli"
Aku tersenyum,Kak Hafiz belum menyadari jika dulu sebelum dia bertunangan dengan Aisyah,aku menyukai Aisyah.Tapi itu dulu,setelah Aisyah dijodohkan dengan Kak Hafiz aku membunuh cintaku yang terpendam kepada Aisyah.Aku belum tahu apakah Aisyah juga punya perasaan sama seperti ku dulu,yang ku lihat dia menerima perjodohan itu dengan senyuman.Tak berapa lama aku pun dijodohkan dengan Layli,dia juga termasuk saudara jauh.Begitulah adat turun temurun kami,selalunya menikah dengan perjodohan orang tua.
Karena dari itu ada pertentangan ketika aku menikah dengan tiba-tiba.Aku sudah tahu apa resikonya,tapi aku tidak boleh mangkir dari tanggung jawab.Ini jalan yang Allah bagi kepadaku,aku sama sekali tidak berniat membangkang dari orang tuaku.Jadi disini,aku harus bersikap hati-hati dan bijak.
Tak berapa lama,istriku keluar.Seperti biasa kecantikannya berkali-kali memukau pandangan mata.Aku memperkenalkan Kak Hafiz kepada istriku.Mereka pun bersalaman.
"Jadi ini penari itu??"Kak Hafiz menggoda lagi.
"Kak..."Aku mendelik,kak Hafiz malah tertawa.
"Sekarang nih aku kan udah nikah,kalau Kak Hafiz kapan nih??"Tanyaku iseng.
"Tunggu Aisyah menyelesaikan studinya di Mesir,kalau tidak salah terakhir aku telfon dia katanya dia sedang menyelesaikan skripsinya"
"Jadi nggak akan lama lagi dong"
"Sepertinya begitu"
__ADS_1
___
Usai sholat Maghrib kami bertiga berangkat ke rumah istriku.Sengaja aku meminta agar Kak Hafiz yang menyetir,sedangkan aku duduk di kursi belakang berdua bersama istriku.
"Jahat kamu Rif,sudahlah ku tolong,aku pula yang harus jadi supir"Seloroh Kak Hafiz.Aku hanya senyum saja,tak ku perdulikan bebelan ya.
Tak sampai satu jam,kami sudah sampai di sebuah rumah minimalis.Tidak mewah,sederhana saja namun terlihat nyaman dan terawat.
Ku gandeng tangan istriku, mengekori langkah Kak Hafiz yang di depan kami.
"Assalamualaikum"
"Wa'alaikum salam"Jawab dari dalam.Suaranya bergetar seperti seorang yang sudah renta.Pintu terbuka dan....
___
POV DIANA
Aku langsung menutup mulut ku,menahan tawa yang hampir pecah.Papa yah Papa,ia berpenampilan seperti kakek tua berjanggut putih dengan punggung yang bungkuk.Bagiku ini lucu,lucu sekali.
"D..."Desisnya begitu melihatku.Aku tersenyum.
"Dia Kakekmu ?"Suamiku bertanya.
"Saya Dam,,, Saudara Kakek dari kakeknya"Suara Papa dibuat-buat serak.Kak Hafiz dan suamiku menoleh ke arahku.Aku menarik kedua sudut bibirku agar tersenyum lebar.
"Dia Kakekku"
Aku menunjuk ke arahnya.Serta Merta kedua saudara sepupu ini menyalami Kakekku kemudian menyalami Papa yang tengah menyamar.
Kami bertiga dipersilahkan masuk,Setelah mendapatkan suguhan teh dan beberapa kue.Suamiku mengawali topik pembicaraan niat kami datang kemari.
"Tapi kamu tahu kan,D itu Yatim"Ucap Papa.
"Iya Kek"
Papa melirik Kakekku yang sejak tadi diam,entah kenapa dia begitu pendiam? sariawan kah?
"Aku terpulang kepada D saja,asal dia bahagia"Sambung Papa.Suamiku tersenyum senang,ia melirikku sepintas.
Setelah itu Papa,kak Hafiz,dan suamiku terlibat beberapa pembicaraan.Aku dan Kakek hanya menyimak saja.
Beberapa saat kemudian,kami berpamitan untuk pulang dan membuat janji besok akan bertemu di Kantor Urusan Agama.
"D... Kakek ingin bicara"
Tiba-tiba Kakekku yang sejak tadi diam saja angkat bicara.Aku mengangguk menyanggupi,setelah mendapat izin dari suami,aku masuk ke dalam bersama Kakek.Sementara Papa menemani Kak Hafiz dan suamiku.
__ADS_1
"Apa cerita ini??kenapa tidak memberi tahu Kakek secara langsung?Apa yang terjadi??Kamu masih belum cukup umur untuk menikah??Baru dua bulan lalu KTP nya jadi sekarang sudah nikah??"Kakekku membebel panjang lebar.Ohh ternyata dia diam karena menyimpan Bom yang siap meledak.
"Maafkan D Kek,,"Aku tertunduk penuh sesal.Kakek mendengus kesal,aku tak mampu berkata lebih.Papa pasti sudah cerita semuanya kepada Kakek.
"Pakek acara bohong,tidak memberi tahu siapa kita sebenarnya"
Kakek menggerutu,aku tetap memilih diam.Nafasnya terdengar berat dan cepat,beliau seperti menahan emosi.
"Sampai kapan kamu akan terus berbohong?"
"D awalnya tidak ada niat untuk berbohong sama mereka kek,hanya saja D ingin menutupi pernikahan D.Tapi setelah melihat sambutan mereka,D memilih untuk diam dan menutupi siapa D sebenarnya"
Kakek diam dengan wajah nesu,tapi ia menyimak dengan baik.Aku bergelayut manja di lengan Kakek.
"Bantu D ya kek,,,dukung D,,,jangan marah-marah sama D"
Kakek menghela nafas panjang,raut wajahnya perlahan berubah.
"Tapi suamimu terlihat baik"
"Dia memang baik Kek,tapi keluarganya yang begitu"
"Baiklah,kali ini Kakek akur dengan keputusan mu,tapi ingat!!!Kalau ada apa-apa cepat beritahu Kakek"
"Siap!!!"Aku memberi hormat.Kakek tersenyum,ia mencubit pipiku gemas.
___
Setelah berpamitan kami pun pulang,kami menghantar Kak Hafiz lebih dulu karena jarak rumahnya lebih dekat.Lalu setelah itu Suamiku mengambil alih kemudi dan meminta ku untuk duduk di depan.Aku nurut aja,hemmm entahlah aku kok jadi anak ja'im pas berhadapan dengan suamiku ini.
Aku merasa ngantuk sekali dan tanpa sadar sudah terlena dalam perjalanan pulang.Tubuhku seakan melayang,dalam samar aku melihat sudah berada di dalam rumah.Suamiku membopongku sampai ke kamar.Dengan hati-hati ia meletakkan tubuhku,sebenarnya aku sudah terjaga namun aku pura-pura masih tidur.Aku meringkuk,suamiku menyelimuti tubuhku.
Hemmmmm merasa dimanjakan sekali.Dari dulu hanya Papa dan Kakek yang memanjakan diriku.Sekarang bertambah satu orang lagi, Terimakasih Tuhan...
Antara tidur dan masih sadar,aku merasakan kasur berdenyit.Selimut bergerak,dan suamiku menempel hangat dengan tubuhku.Aku diam,tetap berpura-pura tidur.Ia menarik bahuku hingga aku terlentang,ternyata ia membuka bajuku satu persatu.Aku ditelanjangi oleh suamiku sendiri.
Aku bergidik geli ketika sebuah ciuman mendarat di bawah pusarku.Ternyata dia langsung menyerang bagian inti.Aku tak dapat berpura-pura lagi ketika dia merongrong barangku,aku melenguh panjang.Ku lirik dia dengan ekor mataku,nampak dia tersenyum puas.
Selang beberapa detik ia mulai naik ke atas tubuhku.Tanganku menahan tubuhnya.
"A-aku takut hamil"
"Lalu kenapa kalau hamil??"
"A-aku masih ingin kuliah"
"Aku tidak akan melarang mu kuliah meskipun saat hamil"
__ADS_1
Aku kalah,ia tersenyum dan lanjut menyerang ku kembali hingga bertubi-tubi.