Gara-Gara Kamu

Gara-Gara Kamu
EPS 6 Pulang


__ADS_3

Aroma khas dan hangat memenuhi rongga hidungku,aku membuka mataku perlahan.Ku dapati Pria ganteng yang aku lupa namanya duduk di samping ku.


"Nona sudah sadar?"Suaranya yang lembut dan mendalam menyambutku.Aku beringsut duduk,ia cepat meletakkan bantal dibelakang punggungku.


Keadaan kamar sudah sepi,tinggal aku dengannya saja.


"Mas,,,"Desahku parau.


"Hem"Ia menjawab sembari mendekatkan wajahnya.Ya Tuhaaannn,,,kuatkan aku.Dia terlalu ganteng,tapiiiiiii.


"Sebenarnya apa yang terjadi??kenapa kamu menikahiku seperti ini?Aku... bingung.Kita kan nggak saling kenal"


Pria itu diam,ia menjedah waktu mungkin untuk menjelaskan.


"Maafkan aku ya,,,ini semua salahku.Aku khilaf,,,aku...aku kehilangan kendali.Sampai merenggut kehormatanmu"


"Apa??"Aku histeris,kaget.Ku sibak selimut yang menutupi separuh tubuhku.Ku tengok bagian bawah perutku,perih sih!Ku telan Saliva,kerongkongan ku terasa kering.Mataku membulat,aku tak percaya ini.


"Ja-jadi karena itu kamu menikahiku?"


"Iya,,,aku takut Allah murka padaku karena aku telah berzina.Jadi segera ku halalkan dirimu"


Aku terpelongo,tak dapat ku bayangkan semua ini sebelumnya.


Yah sebagai teman yang baik,gue doain deh semoga mereka cepet pisah dan cowok ganteng itu bisa jadian sama Lo,kalau perlu cepat menikah sama Lo...Amin"


"MAAANDAAAAAAA"


Aku menjerit sekuat-kuatnya sampai pria ganteng yang kini sudah sah jadi suamiku menutup telinga.


Sudah menjerit aku ngos-ngosan,amarahku membludak.Aku tidak mau menikah,aku tidak mau punya status istri diusia muda.Aku masih kecil,BH ku aja masih size 36.Masih terlalu kecil untuk menyusui bayi.Huhuhuhuhu..Aku menangis sejadi-jadinya sampai Pria itu jadi bingung harus bagaimana.


"Nona...Nona"


Dia mungkin ingin ngapusi tapi tidak tahu caranya.Ku lap ingusku,dan mengeringkan air mataku.


"Maaaasss"Rengekku.


"Iya..."


"Kita cerai yuk..."Pujukku.


"Hah?-kenapa?"


"Aku belum siap"


"Tapi...."


"Kamu udah tanggung jawab kok,kamu sudah menikahiku,Allah tidak akan murka.Jadi sekarang kamu ceraikan aku dan kita jalani hidup kita masing-masing seperti semula.Anggap saja tidak terjadi apa-apa.Dan semua tentang semalam cukup kita berdua saja yang tahu"Aku memotong kalimatnya dengan cepat.


"Kalau kamu hamil gimana?"


"Hah?hamil???"Aku terbelalak ,tidak pernah aku berpikir ke arah situ.


"Masak cuma sekali doang bisa hamil?"

__ADS_1


Pria itu menggeleng takut.


"Bukan sekali,tapiiiiiii"Dia menggantung kalimatnya.


"Tapi apa?"Jantungku berdebar kencang.Ketakutan menyergap hatiku.Baru kali ini aku merasakan ketakutan.


"Berkali-kali sampai aku lupa kalinya berapa"


"Hah???"Aku shock banget sampai mulutku mengap.


"Daaannn,,,itu semua aku muntahkan di dalam"Pria itu menundukkan wajahnya.


"Hah????"Aku sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi,huhuhuhu aku tak sanggup menahan tangisku.Kok bisa???kok bisa aku tidak mengingatnya.Pantas badanku remuk dan leherku sudah seperti terkena ruam.Ternyata aku dibantai habis-habisan.Ini bukan khilaf namanya,tapi ketagihan.Oh my good.....Aku menutup wajahku.Batinku sangat terguncang.


"Maafkan aku"Pria itu tertunduk dengan penyesalan.


"Sekarang kita harus gimana?"Tanyaku kemudian.


"Kita jalani saja apa yang dikehendaki Allah,sekarang kita sudah sah sebagai suami istri"


"Tapi aku kesini, untuk liburan.Bukan menikah"


"Aku akan menemui orang tuamu,dan akan aku jelaskan semuanya"


"Tidak semudah itu...kakekku pasti akan shock sekali.Gimana kalau sampai terkena serangan jantung,kamu mau tanggung jawab?"


Pria itu diam,mungkin memikirkan langkah selanjutnya.


"Lalu gimana caranya aku melamarmu,kita harus menikah secara sah Dimata hukum"


"Apa tidak cukup kita menikah seperti ini saja?Aku tidak mau teman-teman ku tahu aku menikah muda,apalagi tahu apa alasannya? Pasti aku akan menjadi bahan cibiran orang"


"Kita jalani biduk rumah tangga ini secara diam-diam,kalau ternyata aku tidak hamil kita cerai"Ku usulkan sebuah ide yang menurutku cerdas.


"Astaghfirullah...pernikahan bukan main-main Nona,dan perceraian sangat dilaknat oleh Allah"


"Tapi aku belum siap?"


"Kamu pikir aku siap-??Meskipun aku sudah berusia hampir 31 tahun,aku juga belum siap untuk menikah.Tapi ini semua sudah ditakdirkan untuk kita, ALLAH lebih tahu apa yang terbaik untuk hamba-hamba-Nya"


Aduh malah pidato...aku bertambah bingung.Ku garuk kepalaku yang tidak gatal.


"Sudah!!sekarang kamu mandi lalu siap-siap untuk pulang"Tegasnya seraya bangkit.Aku terkesiap,mataku membulat sempurna.


"Pulang??pulang kemana??"


"Kamu tinggal dimana?"Ia berbalik.


"Jakarta"


"Bagus,,aku juga tinggal di Jakarta"


"Ta-ta-tapi a-a-aku kesini bersama teman-teman sekelas ku"


"Aku akan menemui gurumu"Pria itu sibuk merapikan dasinya.

__ADS_1


"Kamu mau bilang apa?"Aku naik cemas.


"Aku akan bilang agar mengijinkan kamu pulang lebih dulu bersamaku"


"Kalau kamu ditanya siapa?"


Pria itu beralih menatap ku.


"Aku harus mengaku sebagai apa?"


"Ja-jangan suamiku"Aku menolak keras.


"Baiklah,,,aku akan mengaku kekasihmu"


"Ja-jangan!!"


"Pacarmu???"


"Jangan!!!"


"Tunangan mu"


"Jangan"


"Lalu sebagai siapa?"


"Abang sepupu"


"Tidak boleh!!!"Tolaknya tegas.


"Kenapa??"


"Dilarang seorang suami mengaku sebagai saudara,bisa jatuh talak"


Pidato lagi...hadooooh.


"Aku akan mengaku sebagai pengganti orang tuamu"Tegasnya.


Aku ingin menyanggah tapi ia malah keluar dari kamar,meninggalkan aku dengan kekesalan.


____


POV SYARIF HIDAYATULLAH


Disaat membuka mata,aku terkejut melihat ada seorang gadis bugil di sisiku.Ku kumpulkan semua ingatanku tentang semua yang terjadi semalam.


Memori tentang bagaimana aku mencumbu seorang gadis dengan penuh hasrat seperti layar film di otakku.


"Astaghfirullah"


Ku usap wajahku dengan penyesalan yang mendalam.Ku hela nafasku dalam-dalam,ku paksa otakku untuk mencari cara agar aku bisa menebus dosaku yang telah berzina.


Ku tatap gadis yang terlihat masih sangat muda tidur dengan pulasnya.Ku belai pipinya yang lembut,dia cantik.Betapa jahatnya aku telah menodainya, merenggut mahkota yang mungkin sangat ia lindungi.Bagaimana nanti nasibnya??Ya Allah....Ku putuskan aku harus menikahi gadis ini.Memang keputusanku terbilang nekat,tapi aku harus menanggung semua perbuatanku.Entah gadis ini akan menerima ku sebagai suami atau tidak?aku akan memikirkannya nanti,saat ini yang harus aku lakukan adalah tanggung jawab ku kepada gadis itu dan juga kepada Allah SWT.


Ku bergegas mandi junub,setelah itu ku kenakan pakaian rapi.Tak lupa ku pakaikan baju gadis itu dengan pakaian nya yang ku sepah kemana-mana.Setelah itu aku turun ke lobby,meminta bantuan kepada staf hotel agar mencarikan aku seorang penghulu yang bisa menikahkan aku dengan gadis itu.

__ADS_1


Meskipun permintaan ku terbilang aneh,tapi staf hotel tersebut bersedia membantuku.Kebetulan di belakang hotel ada masjid,dan di masjid itu ada beberapa ustadz.Jadi aku diminta untuk kesana dan meminta bantuan para ustadz itu untuk menikahkan ku.


Aku sambut idenya dengan antusias,ku ikuti petunjuknya.Benar saja,para ustadz itu bersedia membantu.Dan kami pun gegas pergi ke hotel tempatku menginap.Dan terjadilah pernikahan ini.


__ADS_2