Gara-Gara Kamu

Gara-Gara Kamu
EPS 20 Perang Kerinduan


__ADS_3

Sepulang dari kantor,aku melihat mobil Ummi terparkir di halaman rumah.Aku tidak kaget karena semalam uang gajiku sudah masuk.Yah meskipun aku adalah CEO di perusahaan keluarga ku,tapi Abah tetap menggaji ku tiap bulan.Karena Abah tetap Presdir perusahaan.


Melihat ku datang,Ummi langsung bangkit dengan senyuman yang sumringah.Ternyata Ummi tidak sendirian,ia bersama Layli.


Aku menyalami Ummiku lalu duduk bersebelahan dengan nya.


"Ummi dengar dari pembantumu,katanya istrimu sudah beberapa hari tidak terlihat.Kemana dia?"


Kalau Ummi sempat bertemu dengan Entun berarti Ummi sudah sejak tadi ada disini.


"Dia pulang Ummi"Jawabku.


"Pulang?"Ummi tersenyum kecut "Baguslah...ceraikan saja istri tidak berguna itu"Ketusnya.


"Kanda tidak akan pernah menceraikan istri Kanda Ummi"


Ummi terkejut mendengar jawaban ku


"Kau ini kenapa Kanda?Sejak menikah dengan perempuan itu jadi suka membantah Ummi?"


Aku diam,jika ku lawan maka semua akan bertambah runyam.


"Ya sudah,,,mana uang belanja untuk Ummi"Ummi menengadahkan tangan.


"Maafkan Kanda Ummi,Kanda harus menunggu istri Kanda untuk memberikan jatah bulanan kepada Ummi"


"Apa?"Wajah Ummi berubah bringas.


"Ini kewajibanmu Kanda sebagai anak yang berbakti.Untuk apa menunggu istri mu?"

__ADS_1


"Bukankah Ummi tidak suka jika Abah memberikan uang kepada Ummah tanpa ijin dari Ummi"


Ummi terdiam,rahangnya mengetat.Ia mungkin menahan emosi yang bergolak.


"Kanda akan memberikan uang belanja kepada Ummi,tapi harus dengan persetujuan dari istri Kanda.Itu ajaran dari Ummi juga bukan?"Tambahku.Ummi menghela nafas kasar.


"Baiklah,kapan istrimu akan pulang"


"Dia masih merawat Kakeknya yang tengah sakit Ummi"Jawabku sekedar alasan.


"Ok!!Ummi pergi dulu!Ayo Lay!!"Ummi bergegas keluar dari rumahku diikuti oleh Layli.Aku menghela nafas lega,akhirnya aku bisa menegur Ummi dengan cara yang baik.


...----------------...


POV DIANA


Handphone ku berdering kembali,Papa menelfonku.Segera ku tekan tombol hijau.


"Sayang,baru saja Pak kepala sekolah menelfon Papa.Dia bertanya tentang kebenaran pernikahan mu?"


"Apa??"


Gawat!!!Jadi suamiku memberi tahu Pak Kepsek.


"Iya Sayang,tapi Papa jawab kalau itu hanya pernikahan dalam bisnis"


"Ohhhh, terus Pak Kepsek bilang apa Pa?"


"Yah dia bilang agar Papa tenang saja,karena hal itu hanya diketahui oleh beliau saja"

__ADS_1


Huffff aku lega.Yah Pak Kepsek memang sangat loyal kepada ku,karena kami adalah Donatur terbesar di sekolah.Jadi selain aku pintar,aku disegani karena nama keluarga ku.Hemmm syukurlah....


Hari berlalu seperti biasa,tiada yang spesial.Membosankan!!Besok adalah hari penerimaan ijazah sekaligus pesta perpisahan.Aku akan menerima medali untuk siswa terbaik,jadi aku diminta memakai pakaian adat Jawa yaitu kebaya modern.Aku juga meminta Papa agar menyempatkan diri untuk hadir,Papa janji akan diusahakan.Karena ada rapat penting di kantor.Kalau Kakek jangan ditanya lagi,ia sangat antusias ingin ikut.


Hari yang dinanti sudah tiba,acara perpisahan ini sangat meriah.Semua teman-temanku yang lulus tahun ini berpakaian adat berbagai macam.


Pesta perpisahan sudah dimulai, berbagai macam tarian tradisional turut memeriahkan acara.Ada juga lakonan drama dari cerita rakyat.Juga lomba puisi serta dance yang menakjubkan.


Dan terakhir adalah penerimaan ijazah,aku dipanggil sebagai siswa terbaik dan nilai tertinggi tingkat provinsi.Suara gemuruh tepuk tangan mengiringi langkahku naik ke atas panggung.Aku menerima sebuket bunga dan piala.Juga surat ijazah,aku menyalami guru-guruku dengan takzim.Mereka semua mengucapkan selamat atas keberhasilan ku.


Tiba-tiba lampu di aula sekolah yang menjadi tempat acara mati mendadak.Sontak membuat suasana jadi ricuh.Saat itulah lampu sorot besar menyala menerangi tubuhku.Aku kaget bukan main.Suara tepuk tangan menggema,lampu sorot itu beralih ke arah pintu masuk aula yang tinggi dengan beberapa undakan.Dan ku lihat sosok yang diam-diam ku rindukan muncul disana.


Ia tersenyum padaku,semua mata tertuju ke sosok yang tersorot lampu.Suamiku berjalan menuruni undakan satu persatu.Dan lampu sorotnya mengikuti.Aku bisa melihat para siswi berdecak kagum dengan ketampanan suamiku.Ingin rasanya ku lipat ia agar hanya aku yang menikmati keagungan Tuhan yang satu ini.


Ia naik ke atas panggung dengan gagahnya,berdiri tepat didepan ku.Tangannya yang terlipat di balik punggungnya keluar dengan seuntai mawar merah.


"Selamat ya sayang,atas keberhasilan mu"Ucapnya meluluh lantakkan jiwaku.Aku seperti terhipnotis dengan keromantisannya.Apalagi dengan tiba-tiba ia mencium bibirku.Mataku membulat sempurna.


"AAAAAAAAAAKKKKK "Seluruh penonton berteriak histeris.Dengan tanpa dosa ia tersenyum manis,lalu mengapit ku turun dari pentas.Aku yang masih tidak percaya dengan hal ini seperti kerbau yang dicocok hidungnya.Mengikutinya tanpa membantah dan tak perduli dengan apapun lagi.


Ia mengajak ku pulang,dan aku patuh tanpa sanggahan.Selama di dalam perjalanan,tangannya tak melepaskan genggamannya.Jadi otomatis ia mengemudi dengan sebelah tangan.


Sesampainya di rumah,aku sempat terserimpet karena bawahan kebaya yang mengekang pergerakan kakiku.Tanpa aba-aba suamiku langsung menggendong ku dan dibawanya aku masuk ke dalam.Aku-??Takjub untuk kesekian kalinya,kami melangkah masuk dengan pandangan beradu satu sama lain.Ia terus saja tersenyum manis menatap ku.Aku benar-benar sudah tidak berdaya dengan semua itu.


Ia meletakkan tubuhku penuh hati-hati ke atas peraduan kami.Entah karena apa aku hanya diam tak melawan.Ia melepaskan setelan jasnya,lalu melemparnya sembarangan.Ia juga melepas kancing baju kebaya ku,agak susah memang tapi ia melakukannya dengan penuh kehati-hatian.


Ia tak membiarkan sehelai benang pun menutupi tubuhku.Ia menatapku dari atas sampai ke bawah kakiku.Perlahan ia naiki aku,melepas kemejanya lalu menindih ku.Dengan selembut mungkin ia menciumi wajah,bibir dan leherku.Aku tak melawan hanya mengerang penuh kenikmatan.


Ketika ia menggigit telingaku,aku menggelinjang.

__ADS_1


"Aku merindukanmu sayang,,,,jangan tinggalkan aku lagi ya"desahnya dicuping telinga.Aku tersenyum tipis,ia kembali menciumiku.Kini ia menciumi seluruh tubuhku yang sudah tak berbusana.


Aku dibuai dengan permainan yang membuat ku kehilangan kendali.Aku sampai memohon agar segera ia menyatukan diri.Namun dengan senyuman penuh misteri ia tidak melakukannya.Malah semakin membuatku Menggila.Aku sudah tak tahan,ku dorong tubuhnya hingga terlentang.Lalu ku satukan diriku dengannya,ku ambil posisi duduk agar lebih mudah.Dan kini giliran nya yang mendesah tak karuan.Ia melolong kenikmatan,tapi ku hajar ia tanpa ampun.Keinginan birahiku sudah menggunung,menyimpan rindu dalam diam.Ia menegang,menahan pinggulku dengan kuat.Semuanya muntah menghangat,ia menarikku jatuh ke pelukannya.Kami tidur dalam keadaan yang saling bertopang tubuh.Karena kelelahan akibat peperangan kerinduan.


__ADS_2