Gara-Gara Kamu

Gara-Gara Kamu
EPS 15 Nikmat Tak Terduga


__ADS_3

"Waaahhh enaknya,,,"


Si entun bingkas bangun dan merapikan dirinya.


"Ehh Nyonya,maaf saya lancang"Ucap Entun merasa bersalah.


"Lancang apa-an??udah duduk aja,aku temenin"


Aku duduk di kursi panjang yang tersedia di bawah pohon anggur yang lebat itu.Ku tepuk kursi kosong disebelah ku agar Entun juga duduk menemani.


"Kamu udah nikah?"


"Udah Nya,,,udah ada 3 anak"


"Waahhh subur juga kamu"


"Tubuhnya aja subur Nya"


Aku tergelak.


"Suamimu kerja apa?"


"Hanya tukang ojek online Nya"


"Bagus dong daripada nganggur...Ohya kamu udah makan belum?"


"Udah tadi Nya"


"Untuk makan siang gimana?"


"Saya nggak masak Nya,soalnya Tuan kan kerja jadi nggak makan di rumah.Saya bawa bekal dari rumah aja"


Aku mengangguk mengerti.


"Masak yuk...Ada bahan nggak di kulkas?"


"Emmmm kayaknya ada ayam sama mie dan beberapa ikan.Tuan kan kalau nggak malas dia masak sendiri Nya"


Aku mengangguk lagi.


"Ya udah yuk,,,laper nih"


Aku menepuk pundak Entun mengajaknya pergi ke dapur.Aku sangat semangat sekali karena sudah lama aku tidak melakukan hobiku ini.


Aku masak bahan seadanya,tapi ku wajibkan untuk enak.Si Entun bertindak sebagai juri.


"Hemmmm enak kayaknya"


Bukan suara Entun ya guys,,,aku dan Entun menoleh ke arah datangnya suara.Suamiku tersenyum mendekat ke arah kami.


"Masak apa sayang?"


Tanpa canggung suamiku memelukku dari belakang dan mencium keningku.


"Jadi nyamuk nih"Goda Entun sembari berjalan mundur dan keluar dari dapur.


"Kamu ah"Aku jadi tak enak sendiri.


"Biarin aja,toh Entun bukan jablay"Elak suamiku.


"Ngapain jam segini sudah pulang?"


"Kangen"


Aku mencebikkan bibirku.


"Nah ini yang buat aku kangen"Suamiku meremas bibirku gemas.


"Sakit"Aku menepis tangannya dengan kesal.Ia hanya cengengesan.

__ADS_1


"Ke kamar yuk sayang"


"Ogah"


"Ketus amat,dosa loh"


"Biarin"


Aku meneruskan kerjaanku mengaduk makanan yang ku masak dengan tubuh masih dikungkung dari belakang oleh suamiku.


"Baiklah disini pun jadilah"


Dengan gesit suamiku melorotkan celana ku dan membuka resleting celananya dengan satu tangan.


"Eh mau ngapain?"Aku ingin berontak tapi tangan suamiku begitu kuat memelukku meskipun hanya satu tangan.


Karena posisinya emang memungkinkan,dengan leluasa suamiku meruda ku dari belakang.Awalnya aku berontak,tapi kok enak gitu.Ya udah aku pasrah deh,aku kelimpungan melayani suamiku dalam keadaan begini,ia menang banyak.Aku mendesah tak karuan,lututku gemetaran.Suamiku begitu semangat menghujamkan senjatanya sampai kami *******.


Aku terjelopoh ke lantai karena tungkai kakiku tak mampu menopang tubuhku.Suamiku tersenyum puas,ia masuk ke kamar mandi yang tersedia di dapur.Setelah membersihkan diri ia menghampiriku.


Ia merangkulku dan membantu ku bangun.


"Mangkanya jangan berani-beraninya menolak"Bisiknya menggoda.Aku cubit pinggang nya dengan kuat,ia menjerit kuat.


"Sakit sayang"


Aku melengos,dia membimbing ku duduk di meja makan.


"Tunggu ya sayang,aku akan menyiapkan semua makanan yang kamu masak lalu kita makan siang bersama"


Ia berucap lembut,aku mengiyakan.Dengan gerakan lihai suamiku menyiapkan semua makanan di atas meja.Tak lupa ia mengambilkan nasi untukku.


"Ini pertama kali aku makan masakan istriku"


Aku tersenyum,Dia menyuapkan makanan setelah membaca doa.


"Emm enak banget sayang,kamu emang pinter masak ya?"


"Serius ini enak,kalau gitu kamu masak tiap hari ya buat aku.Aku akan pulang tiap jam waktunya makan, insyallah"


"Tapi aku harus kuliah juga"


Suamiku berhenti mengunyah.


"Kamu masih mau lanjut sekolah?"


"Loh terus gimana?"


"Kamu udah punya suami sayang"


"Nanti keluargamu akan semakin tidak menghargai aku jika aku hanya tamatan SMA"


Suamiku terpegun,ia menatapku sendu.


"Baiklah,tapi aku yang akan memilih dimana kamu akan kuliah.Aku ingin kamu lebih banyak di rumah dari pada diluar rumah.Menungguku pulang kerja,menyemangati aku"


Aku tersenyum setengah hati.Jujur ini yang tidak aku suka.Hidup terkungkung sedangkan jiwaku bebas melanglang buana.


"Kamu tahu nggak apa yang aku inginkan?"


Suamiku menggeleng.


"Yah pantas kamu nggak tahu,karena kita menikah tanpa mengenal satu sama lain.Boleh aku ngasih tau sedikit tentang aku?"


"Boleh"Jawab suamiku sambil terus mengunyah makanan.


"Aku gadis tomboi,aku suka ilmu Kanuragan,aku suka panjat tebing,aku suka naik motor sport,aku juga hobi masak.Jiwaku liar,aku suka kebebasan.Dan kamu ingin aku banyak di rumah?itu sangat bertentangan dengan naluri ku"


"Maaf jika aku harus mengatakan ini,tapi kamu harus tahu bagaimana aku?sehingga kamu tahu bagaimana harus memperlakukan aku"

__ADS_1


Suamiku terdiam,ia menelan habis makanan dalam mulutnya lalu meneguk minuman dalam gelas disisinya.


"Terimakasih sudah mengatakan tentang dirimu.Memang aku sangat ingin memiliki istri yang stay di rumah.Tapi jika Allah sudah mentakdirkan kamu untuk aku,berarti kita harus bisa menyatukan perbedaan ini"


Aku diam-diam kagum dengan sikap bijaknya.


"Apa kamu yakin?"


"Aku yakin apa yang Allah berikan kepada para hambanya itu adalah yang terbaik untuk hambanya"


Aku tersenyum tipis.Aku suap makanan ke mulut ku,ada rasa haru menyergap di relung hati.Sehingga membuat ku susah untuk menelan makananku.


"Ohya tadi kamu bilang apa?Kamu suka panjat tebing?kamu suka Kanuragan ?Dan kamu suka naik motor sport?"


Aku mengangguk.


"Berarti teman-teman kamu kebanyakan pria dong?"


Aku mengangguk lagi.Suamiku diam membuat ku heran.


"Emang kenapa?"


"Apa dari semua teman laki-laki mu nggak ada yang menaruh hati padamu?"


"Banyak"Jawabku Jujur.


"Banyak???"


Aku mengangguk yakin.


"Emmm kalau gitu kamu bisa kan berhenti melakukan hobimu?"


Kini aku yang diam kebingungan,apa maksud dari ucapannya?


"Aku cemburu loh,,, kalau kamu dekat dengan pria lain"


Hampir aku tersedak karena ingin tertawa.Suamiku cepat mengambilkan air minum untuk ku,ku teguk sampai habis.


"Pelan-pelan dong sayang"


"Aku merasa lucu saat kamu bilang cemburu"


"Ya itu aku jujur sayang"


"Emang kamu sayang beneran sama aku?"


"Loh?kok masih nanyak?Kalau nggak sayang ngapain bela-belain buat lanjut nikah secara hukum walau harus menentang kehendak orang tuaku"


Aku mingkem, menelaah kalimat yang diucapkan oleh suamiku.


"Tapi jujur aku masih kurang percaya"


"Yah karena pernikahan kita dadakan,dan karena kecelakaan gitu?"


Aku mengiyakan.


"Sayang,,,iya kita memang bersatu sebab kecelakaan itu.Tapi kamu itu cantik,menarik,menantang,aku langsung jatuh cinta sama kamu saat kau tidur begitu kelelahan diranjangku.Aku tak perduli dah gimana setelah itu?aku tetap menikahimu meskipun aku tahu bakal ditolak oleh keluarga ku.Aku tak perduli lagi siapa dirimu,asal usulmu, yang terpenting kita halal atas Ridho dari Allah SWT"


"Tapi kamu tidak pernah menanyakan apakah aku mencintaimu?"


"Untuk apa?? Allah saja tetap mencintai hambanya tanpa syarat harus dapat balasan"


"Dan kamu yakin kita akan bahagia tanpa rasa cinta dalam diriku untukmu?"Sambung ku.


Suamiku tersenyum,ia memegang daguku membuat kami saling bertatapan secara intens.


"Benar kamu tidak mencintaiku?"Tanyanya membuat aku salah tingkah.Ku tarik wajahku namun suamiku mencengkram kuat daguku.


"Jawab dulu"

__ADS_1


Aku tersipu,pipiku memanas.Ia menarik wajahku semakin dekat lalu ******* bibirku.Mataku membeliak lebar,meskipun ini sudah ciuman keberapa kalinya,namun rasa itu tetap sama seperti ciuman yang pertama.


__ADS_2