Gara-Gara Kamu

Gara-Gara Kamu
EPS 17 AKU PULANG


__ADS_3

"Dan Kau!!"Ia menuding Layli"Aurat terjaga tapi cadarmu menyembunyikan kebusukanmu!!"


Layli panik,ia mundur beberapa langkah.


"Ada apa ini ?"


Aduh,,,Ummi muncul lagi!Aku menggaruk kepala yang tidak gatal.


"Tuh menantu impian Ummi,main nyosor aja sama laki orang.Emang begitu ya adab orang berkasta"


Aku terbelalak mendengar ucapan istriku.Tak menyangka dia akan mengatakan begitu.


"Cuuiihhh...Masih mending aku,anak yatim-piatu,di mulia kan oleh Nabi,tapi tahu adab dan akhlak.Udah lepas aja hijabmu,kalau ternyata kamu menodai kesucian nya dengan akhlak yang kurang terpuji"


Aku melihat semua orang berdatangan karena penasaran.


"Sudah sudah sudah jangan bikin ribut disini.Layli cepat masuk ke dalam"Seru Ummi.


Sepertinya Ummi melindungi Layli dari rasa malu.Layli merunduk berlari kecil menghindari tatapan semua orang.Ia masuk melalui pintu yang lain.


Ummi mendengus sinis ke arah istriku,istriku membalas dengan senyuman kecut.Mengerikan juga jika dia marah.Bagaimana dengan diriku?


Istriku menenungku tajam,aku sampai tercekat tidak bisa menelan.


"Ayo pulang"Titahnya seraya berbalik masuk ke dalam.Aku menurut,tidak ada yang bisa ku lakukan selain patuh.


___


Selama di perjalanan,istriku diam saja.Aku ingin mengawali pembicaraan,tapi begitu melihat ekspresi wajahnya yang datar niatku kecut menciut.Alhasil hanya bisu yang menemani perjalanan kami.


Tiba di rumah,ia langsung keluar dari dalam mobil dan membanting pintu mobil.Ngeri sekali oy!!!Ku susul cepat langkahnya.


"Sayang..."Aku merayu namun dia acuh"Sayang...jangan gitu dong.kamu salah paham"


Langkah kakinya terhenti membuat aku ikut terhenti.


"Salah paham?"


"Iya sayang..."


"Maksudnya salah paham apa ya?"


"Yang kamu lihat tadi pas Layli memeluk ku dari belakang"


Dia tersenyum sengit.


"Perkara Layli itu bukan masalah bagi aku tahu nggak,terserah dia mau apain kamu.Yang menjadi masalah buat aku adalah sebelum itu.Jadi tidak usah mengatakan apapun agar aku tidak semakin membencimu"


Dia pergi begitu saja meninggalkan aku yang terpinga-pinga.Aku heran dan tidak habis pikir,jika bukan masalah Layli lalu masalah apa?Ahhh perempuan..selalu berteka-teki tak jelas begini.


___

__ADS_1


Malamnya,aku menunggu istriku yang masih berada di kamar mandi.Aku sudah bertekad untuk melakukan apapun agar dia tak mendiami ku begini.


Rugi oy jika bini marah berlarut-larut,bisa-bisa mengkerut nih burung perkutut.Dahlah masih beraroma pengantin baru,masak udah didiamkan.


Istriku keluar dari kamar mandi,wajahnya datar tanpa ekspresi.Aku kaget begitu ia menarik selimut dan mengambil bantal lalu disusunnya di lantai.


Segera ku turun dari tempat tidur.


"Sayang jangan gitu dong"


Ku sentuh pundaknya,tapi apa yang ku dapat?Ia menahan tanganku, menarikku hingga tertahan oleh tubuhnya lalu mengangkat tubuhku hingga berputar 360° dan terhempas kuat ke atas tilam.


Aku terbelalak,aku di smackdwon oleh istriku sendiri???Ia santai seperti tak bersalah.Dengan tenang merebahkan tubuhnya ke atas selimut yang terhampar.


"Auww"Punggungku sakit,ngilu sekali.Ini aku dibanting ke atas tilam yang empuk sudah sakit begini.Apalagi dibanting ke lantai,bisa jadi mayat nanti aku.Hiiiii aku bergidik ngeri.Nih istriku marahnya nggak main-main.Haduuhh gawat!!!


___


POV DIANA


Aku diam membelakangi suamiku yang tidur di atas kasur.Mataku terpejam namun pikiranku menerawang.Sangat jelas sekali ekspresi wajahnya ketika Layli mengatakan bahwa gadis yang bernama Aisyah mencintainya.Raut wajah itu adalah raut wajah ketika seseorang tahu orang yang dicintai juga punya perasaan yang sama.


Entah kenapa hatiku sakit bagai teriris?aku merasa dinikahi bukan atas dasar cinta.Hanya sebatas tanggung jawab.Hah cinta???Sejak bila aku perduli akan cinta?Tapi jika pernikahan ini berdiri tanpa cinta,apa yang akan terjadi??Apakah selamanya aku akan mengalami perasaan sakit seperti ini??Tidak!!Aku hidup berhak untuk bahagia,bukan meratap sebuah perasaan yang bukan untukku.Aku harus mengakhiri ini semua,toh mungkin aku tidak akan bisa akur dengan keluarganya.


Saat sarapan pagi,aku bersikap biasa.Namun sedikitpun tak ku senyumi dia.Suamiku pun sama,ia terkesan takut.Mungkin trauma karena aku banting dia ke kasur semalam.


"Kita akan bercerai"Ucapku datar.Dia tersedak,sampai batuk-batuk.Segelas air ia teguk dan batuknya pun mereda.


"Sadar...aku nggak mabuk kok"Jawabku ketus.


"Allah melaknat perempuan yang minta cerai kepada suaminya"


"Tak apa!Itu akan menjadi urusan ku dengan Allah.Aku tidak ingin punya urusan dengan kamu dan keluarga besarmu"


"Semudah itu kah sayang??"


"Jika kamu menikahiku dengan mudah,maka aku akan meninggalkanmu dengan mudah"


"Apa yang membuatmu marah padaku sayang?"


"Aku merasa dibohongi olehmu"


"Aku bohong apa?"


"Tentang perasaanmu padaku"


"Apalagi ini?"


"Kau mencintai Aisyah kan?"


Suamiku terdiam ia menatapku dengan tajam.

__ADS_1


"Tidak usah berdalih,aku sudah mendengar semuanya"


"Kamu salah paham Sayang"


Aku tersenyum sinis.


"Mentang-mentang aku bodoh dengan cinta, kamu mau seenaknya mempermainkan diriku?"


"Aku tidak mempermainkanmu sayang"


"Bibirmu mungkin bisa membohongiku tapi sirat di matamu mengatakan yang sebenarnya, kau masih mencintai Aisyah"


Dia merenung ku tajam.


"Jadi kamu marah karena itu dan kamu minta cerai karena itu?"


Aku diam seribu bahasa.


"Sayang...jujur dulu Aku Memang mencintai Aisyah itu sebelum aku mengenalmu, tapi setelah aku bertemu denganmu,perasaanku langsung berubah.Percaya ataupun tidak terserah padamu"


Haruskah ku percaya ini?


"Sayang kalau aku tidak mencintaimu untuk apa aku sampai ingin membuat pesta pernikahan kita meskipun ditolak mentah-mentah oleh orang tuaku.Hal yang aku lakukan ini bukan hal sepele sayang, kamu tahu sendiri banyak yang menentang pernikahan kita.Tapi aku tetap mempertahankannya untukmu"


Sedikit banyak hatiku tersentuh juga.


"Untuk apa dipertahankan jika perasaanmu bukan untukku"


"Sayang aku harus bagaimana untuk membuktikan bahwa aku sangat mencintaimu tolong katakan aku harus bagaimana?"


Suamiku meratap sayu.


"Izinkan aku pulang"tegas ku.


"Tidak!!"


"Tidak pantas kah aku membuat keputusan?Apakah hanya keputusan mu yang harus selalu diikuti?"


Suamiku menatap lekat.Lama kami bertentangan mata.


"Baiklah,aku ijinkan kamu pulang"


Akhirnya dia mengalah.Aku mengangguk disertai senyuman getir.


"Tapi bukan untuk berpisah,aku ingin kamu berpikir jernih dan kembali lagi ke rumah ini"Sambungnya.Aku tak menjawab,ku sesap teh hangat ku


"Nanti malam aku hantar kamu pulang"Ucapnya lagi.


"Aku bisa pulang sendiri"Cetusku.


"Tidak!!aku tidak ijinkan!!Nanti malam aku hantar kamu pulang"

__ADS_1


Aku mengalah,tak apalah janji aku pulang itu saja!!!


__ADS_2