Gara-Gara Kamu

Gara-Gara Kamu
EPS 21 Bertemu Aisyah


__ADS_3

Aku menggeliat,aroma yang menggugah selera menerpa Indra penciumanku.Ku buka mataku perlahan.Terlihat suamiku yang datang menghampiri dengan membawa nampan.Aku beringsut bangun.


"Selamat Sore tuan Putri"Sapa suamiku dengan senyuman.Di depan mataku kini ada dua piring nasi goreng.Aku mengendus baunya yang menggoda.


"Hemmm sepertinya enak"


"Ya jelas enak dong"Jawab Suamiku.Ia menyendok kan nasi lalu menyodorkan ke mulut ku.Aku pun melahapnya.


"Enakkan?"


"Emmmm lumayan"Jawabku.Padahal bukan lumayan,tapi enak banget.


Suamiku terus menyuapi aku,sampai se piring habis ku makan.


"Mau nambah??"


Aku menggeleng,ku raih gelas yang berisi air.Ku tenggak habis tak bersisa.


"Kamu nggak mau makan?"Tanyaku.


"Suapin"Jawabnya dengan senyuman menggoda.Aku pun patuh,ku suapi dia sampai nasi goreng di atas piring ludes.Ia bersendawa setelah menenggak minumannya.


Piring dan nampan yang sudah kosong ia tepikan.Lalu ia duduk kembali berhadapan dengan ku.Perlahan ia membelai rambut ku lembut.


"Jangan tinggalkan aku lagi ya"Pintanya.Aku hanya tersenyum.


"Aku benar-benar sayang sama kamu,aku hampir lupa kalau aku pernah mencintai wanita lain dulu karena terlalu sayangnya aku ke kamu.Jadi tolong,cukup hentikan siksaan rindu ini.Aku sudah seperti orang gila yang mencari mu kemana-mana"


"Gombal"Aku tersipu.


"Aku serius sayang"Dia semakin meyakinkan saja.


"Aku tahu satu perkara tentang dirimu"


Ku tautkan kedua alisku.


"Kamu Putri Diana Binti Danur Wenda kan?"


Aku mengangguk.


"CEO M-M GROUP"


Aku terhenyak kaget.Ia justru tersenyum manis.


"Aku yang bodoh,lupa jika pemilik M-M GROUP adalah Danur Wenda.Aku sangat bodoh tidak mengenali istriku yang yatim tapi seorang putri ternama"


"Sejak kapan kamu menyadari?"Tanyaku.


"Ketika aku ke rumah yang ditunjukkan oleh kepala sekolah waktu itu.Aku melihat fotomu menghiasi ruang tamu.Foto bersama Tuan Damian Aryaguna.Dan juga dari tanda tangan mu di berkas penambahan saham.Aku samakan dengan tanda tangan mu di surat nikah kita.Semuanya sama..."

__ADS_1


Aku tersenyum tipis,ternyata Papa memajang foto ku di rumahnya.Padahal dulu tidak,sejak kapan itu Papa lakukan?.


"Apakah kamu tidak jujur karena sikap keluarga ku?"


Haruskah aku jawab???Aku diam tak bergeming.


"Maafkan keluarga ku ya sayang"


Ia membelai lembut pipiku.


"Aku akan memberi tahu mereka agar mereka bisa memperlakukan kamu semestinya"


"Jangan!!!"Cegahku cepat.


"Kenapa?"


"Biarkan saja,aku ingin keluargamu menerima ku apa adanya.Jadi biarkan mereka menganggap diriku begitu"


"Tapi Ummi akan terus merendahkan mu"


"Lebih baik begitu,dari pada di tinggikan tapi dikhianati"


Suamiku terdiam sejenak.


"Baiklah jika itu maumu"


Deringan handphone berbunyi.Suamiku meraih ponselnya dari atas nakas.


"Angkat saja"Ucapku.Suamiku menurut.


"Assalamualaikum...Ya Lay ada apa?Ohhh iya,aku akan bilang dulu kepada istriku.Iya dia ada disini...Jika dia ijinkan aku akan datang bersamanya.Baiklah...Wa'alaikum salam"


Percakapan yang singkat.


"Ada apa?"Tanyaku.


"Layli bilang Aisyah datang"


DEGH!!!


Suasana hatiku langsung tak nyaman.


"Aku takkan pergi kalau kamu tidak ijinkan"


Enak aja ku ijinkan,nggak akan pernah!! Eh kok aku jadi posesif gini.Ah tidak!!Aku takkan menunjukkan sisi lemahku.


"Pergilah,,tak apa"Jawabku di lemah lembutkan.


"Aku akan pergi denganmu,nanti malam"Jawabnya kemudian.Hemmm emang pengen pergilah tu....

__ADS_1


___


Seperti biasa,selepas sholat Maghrib berjamaah.Kami pergi ke rumah orang tua suamiku,yah lebih tepatnya mertuaku.


Disana seperti sudah ramai oleh tamu.Saat kami berdua baru saja menginjak teras rumah,Seorang gadis bercadar berlari menyambut.


"Kanda..."Sapanya.Suaranya seperti nada kerinduan.Tanganku yang semula digenggam aku lepaskan lalu ku bergelayut manja di lengan suamiku.Suamiku seperti paham akan bahasa tubuhku.Ia menarik ku agar lebih merapat.


Gadis yang kemungkinan adalah Aisyah menatap kaku ke arah kami berdua.Disudut matanya ku lihat genangan yang tertahan.


"Aisyah sehat?"Sapa suamiku membuat gadis itu tersentap.


"Se-sehat Kanda"Jawabnya gugup.


"Kak Hafiz ada di dalam?"Sambung suamiku.


"Dia ada miting dengan klien,tapi tadi yang jemput Aisyah adalah Kanda Hafiz"Jawab Aisyah sambil lalu melirikku.


"Ooohh ya tadi dia sempat meminta untuk menunda jadwal miting.Tapi dia tidak memberi tahu alasannya."


"Eh hampir lupa,ini istriku.Putri Diana.."Suamiku memperkenalkan diriku.


"Nama yang indah"Ucapnya.Lalu ia menyalami ku,aku pun membalasnya.Ternyata dia lebih ber attitude dari pada Layli.


Setelah berkenalan,Aisyah masuk ke dalam diikuti kami.Seperti biasa,jika aku datang maka sorot mata beberapa diantaranya seperti tidak suka termasuk Ummi danLayli.Kalau Abah biasa aja,tapi aku tahu kalau dia juga kurang suka padaku.


___


Selepas makan malam bersama,aku membantu ART di dapur mencuci piring kotor.Kalau ahli keluarga sudah pasti tengah bersenda gurau.


Selesai membereskan semuanya,aku berniat pergi ke ruang tamu.Dan apa yang ku lihat membuat kakiku enggan melangkah.


Aisyah dan suamiku sedang bercengkrama begitu intens.Mereka duduk di dua kursi yang berdekatan,ku lihat Aisyah mencondongkan tubuhnya lebih dekat dengan suamiku sembari menunjukkan sesuatu.


Ku tarik nafas dalam-dalam lalu ku hembuskan perlahan.Ku langkahkan kaki mendekati suamiku.Lalu ku duduk di sisinya.Meskipun kursi tunggal,tak menyurutkan niatku untuk duduk berdua dengan suamiku.


Semua mata langsung tertuju kepada ku.Aku acuh saja.Suamiku melihat sekilas kepadaku lalu melanjutkan penjelasannya kepada Aisyah.Mungkin Aisyah menanyakan tentang pelajaran yang kurang ia pahami.Ataukah itu hanya alasan untuk dekat dengan suamiku.


Ummi menatapku sinis,aku malah tersenyum kepadanya.Tak sengaja tatapanku bertembung dengan Aisyah.Ia sepertinya tersenyum dengan canggung.Terlihat dari matanya yang menyipit.Aku membalas senyumnya,di otakku timbul ide untuk memanaskan suasana.Ku rebahkan kepalaku di pangkuan suamiku.Semua mata mereka yang membenciku membeliak lebar.Suamiku santai saja,malah ia meletakkan tangannya di pipiku sambil sesekali mengusap manja.


"Kalau mau tidur di kamar saja,tuh ada kamar kosong disana.Lagian baru lepas makan langsung tiduran,itu seperti mencontoh perbuatan Syetan"Uuuhhh pedas sekali ucapan Ummi kepadaku.


"Biarkan sajalah Ummi,istriku mungkin tengah mengandung"Seloroh suamiku.Aku terbelalak,begitu pun yang lain.


"Benarkah dia hamil?"Tanya Abah.Aku bangkit dari pangkuan suamiku.Ku lihat buku yang dipegang Aisyah terlepas dari genggaman.


"Mungkin saja Bah,masih belum tahu.Tapi sikapnya yang manja dan emosian membuat ku berkeyakinan kalau dia tengah hamil"Jawab Suamiku.Aku memilih diam daripada berdebat panjang.Suamiku hanya tersenyum tipis.


"Cepatlah Periksakan istrimu"Timpal Ummah.

__ADS_1


"Baik Umma"Sekali lagi Suamiku melirikku dengan senyuman.


__ADS_2