
Seperti yang sudah dijanjikan,Suamiku mengajakku ke rumah orang tuanya di Minggu pagi.Dan sepertinya banyak tamu karena aku melihat tempat parkirnya yang luas hampir penuh.
Aku dan suamiku berjalan beriringan,hatiku dag-dig-dug kayak mau ikut lomba aja.Namun aku berusaha untuk setenang mungkin.
Pintu utama terbuka lebar,entah sengaja atau terlupa untuk ditutup semula.
"Assalamualaikum"Seru Suamiku sembari masuk ke dalam.
"Wa'alaikum salam"Terdengar suara kompak menjawab.
Terlihat di ruang tamu berkumpul para laki-laki dari berbagai umur.Suamiku menyalami semuanya dengan penuh takzim,namun meminta ku untuk diam tak mengikuti.
"Ummi kemana Abah?"Tanya suamiku.
"Di halaman samping lagi bakar-bakar"
"Ooohhhh..Kanda mau kesana dulu ya Abah"
Ku lihat Abah mengangguk tanpa memandang ke arah suamiku.Terlihat jelas seperti kurang suka dengan kedatangan kami.
Suamiku mengapit ku dan mengajak ke halaman samping.Aku menggeleng pelan,namun suamiku malah tersenyum manis.
"Jangan takut,aku akan bersamamu"Bisiknya.Aku menghela nafas berat,aku tidak suka jika dipaksa-paksa begini.Tapi apa boleh buat,nanti kalau maksa nolak malah nambah masalah.Terpaksa deh ngikut.
"Assalamualaikum"Sapa suamiku.Disini berkumpul para wanita termasuk gadis bercadar yang diperkenalkan sebagai tunangan suamiku.
"Wa'alaikum salam"Mereka kompak menjawab.
"Wah Syarif sama siapa tuh?"Sapa seorang wanita.
"Istriku Bik"Jawab suamiku ramah.
"Loh,kan tunangan dengan Layli.Kok malah punya istri wanita lain"
Wajah ummi terlihat emosi.
"Entahlah Maisaroh,kesambet setan mana lah anakku yang ku banggakan ini malah kecantol wanita yang tidak jelas asal-usulnya"
Aku diam menahan amarah,suamiku meremas kuat tanganku.Sepertinya ia menyembunyikan amarah dibalik senyum nya.
"Tidak mengapa lah Syarifah,namanya sudah tidak berjodoh.Mungkinlah anak jelitaku ini akan mendapatkan seorang pria dari kelas bangsawan"
Aku tebak perempuan gempal yang berucap barusan adalah ibunya Layli.
"Mungkin sudah nasib aku yang kurang baik sehingga gagal bermantukan anak gadismu yang Sholehah Daria"Tambah Ummi lagi.
"Ini cobaan Syarifah,kamu harus sabar,Banyak bermunajat kepada Allah SWT.Jika ini adalah jebakan syetan semoga syetan itu cepat binasa"Lirikan tajam menukik ke arahku.
__ADS_1
Jadi yang disebut syetan itu aku??? Astaghfirullah,baju aja syar'i tapi mulut dah macam syar'u.Pikirku...
"Kanda,,,ada apa gerangan kalian datang kemari?"Umma menyapa kami.
"Emmm Kanda ingin membicarakan tentang pesta pernikahan Kanda Umma"Masih mampu suamiku menjawab.
"Pesta??siapa yang mau berpesta??Ummi tidak Sudi berpesta untuk pernikahan yang tak ku ridhoi ini"Ketus Ummi.
"Tapi Ummi..."
"Ummi hanya mau berpesta jika kamu menikah dengan Layli"Ummi memotong kalimat suamiku.
"Jadi kamu ingin Kanda poligami?"Timpal Ummah.
"Di keluarga besar ini hanya Layli yang pantas menjadi menantu perempuan ku"Tegas Ummi.Ku lihat gadis bercadar itu menyipitkan matanya seperti tengah tersenyum.Sepertinya dia sama saja dengan yang lain.
Suamiku ingin menyanggah namun ku cengkram tangannya.Suamiku menoleh ke arahku,aku tersenyum.
"Kandaku sayang,tak apalah kita tidak usah berpesta.Yang terpenting kita sudah halal Dimata hukum dan agama.Allah akan senantiasa meridhoi kita Kanda jika kita mengikuti apa keinginan orang tua"Ucapku sengaja ditekankan.
"Tapi sayang,aku tidak ingin mengecewakan Kakekmu"Balas suamiku.
"Kanda,Meskipun Kakekku tidak berkasta,namun dia lebih bijak dari semua orang tua.Dia bukan seorang ustadz,tapi dia tahu qoda'dan qodar Allah SWT tidak bisa dirubah.Mungkin aku dan kanda dipertemukan dalam keadaan nista,tapi percayalah jika tanpa izin dari ALLAH SWT semua tidak akan terjadi begitu saja"
"Hanya sekelompok orang-orang sombong yang tidak bisa menerima kehendak -NYA.Dan ingatlah kanda,ALLAH mengharamkan syurga bagi hambanya yang mempunyai sifat sombong walau sebutir tepung"
___
POV SYARIF HIDAYATULLAH
Diam-diam aku bangga dengan istriku ,dia mampu menghadapi sikap Ummi dan bibik-bibikku dengan bijak.
Usai acara makan-makan,istriku sigap membantu mengemas barang-barang kotor.Ia tanpa segan membantu ART mencuci piring.Begitulah,,,terkadang yang berkasta enggan melakukan pekerjaan yang mereka pandang sangat rendah dan tidak pantas.
Aku juga ikut membantu agar cepat kemas,setelah aku pikir sudah siap tinggal menunggu istriku selesai mencuci piring.Aku hendak melihat kamar adikku Khumaira.
Saat ku buka pintu,ternyata di dalam ada Layli tengah santai dengan melepas cadar.Ia kaget melihatku,agar tidak terjadi fitnah ku urungkan niatku untuk masuk.
"Kanda Syarif..tunggu!!!"
Pintu yang siap ku tutup,ku buka kembali.Layli gegas menghampiriku sambil memakai cadarnya.
"Lay ingin bicara dengan Kanda"
"Baiklah,tapi kita harus mencari tempat terbuka agar tidak terjadi fitnah"Ucapku.Layli mengangguk,ia mengajakku ke halaman belakang.Aku pun setuju!
"Apa yang ingin Layli katakan?"Tanyaku.
__ADS_1
"Kanda...kenapa Kanda tega melakukan ini kepada Lay?Bukankah Kanda tahu pernikahan kita sudah dekat,kenapa Kanda malah terpikat dengan wanita tak berkasta itu?"
"Lay...nama istriku Diana,dia sekarang adalah wanita terhormat mengikuti kasta ku"
"Jika dia tidak menikah dengan Kanda dia bukan siapa-siapa Kanda.Tidak setaraf dengan Lay"
"Tapi aku mencintai nya Lay"
Layli menggeleng pelan.
"Kak Aisyah pasti sangat kecewa dengan Kanda,hatinya akan semakin hancur.Cintanya yang terpendam akan terbengkalai"
DEGH!!!
"Apa maksudmu Lay?"Detak jantung ku seperti berpacu lebih cepat.
"Yah Kak Aisyah mencintaimu Kanda,dia terpaksa menerima pertunangannya dengan Kak Hafiz karena tahu kau akan dijodohkan dengan ku"
"Kau tahu darimana kalau Aisyah mencintai ku?"
"Kak Aisyah selalu mencurahkan isi hatinya padaku,aku diamanahkan oleh Kak Aisyah agar bisa ikhlas mencintaimu Kanda.Tapi ternyata kamu memilih wanita lain"
Butuh waktu bagiku untuk berdamai dengan hati yang baru menyadari bahwa gadis yang dicintai juga punya rasa yang sama.
"Kenapa???Kanda juga sakit kan jika Kak Aisyah juga terluka?Kalian sebenarnya saling mencintai tapi tidak bisa jujur bukan?Aku tahu itu Kanda,aku tahu...Aku mencintaimu agar Kak Aisyah tenang dan ikhlas melepas mu.Tapi ketika aku mencintaimu?kau memperlakukan diriku begini"
"Maafkan aku Lay,kini semua sudah terlambat.Aku tidak perlu tahu semua itu"
"Kanda jahat!!"
Aku memutuskan untuk tidak berlama-lama disini,mungkin hatiku masih ada rasa dengan Aisyah?Sehingga pengakuan Layli membuat ku terluka.
Tiba-tiba tanpa di sangka Layli memeluk tubuhku dari belakang.
"Astaghfirullah Lay"Pekik ku.
"Jangan pergi Kanda...jangan pergi"Pintanya disertai isakan.Aku berusaha melepaskan diri namun Layli memeluk ku dengan erat.
"Waaaaahhh"
Sebuah suara mengagetkan kami berdua.Layli dengan cepat menarik diri diantara kami.
Istriku muncul,ia bersandar ke dinding dengan tangan terlipat di dada.
"Sayang ini tidak seperti yang kau pikirkan"Aku menghampirinya,namun ia menepis ku.
"Nanti kita bahas masalah ini di rumah"Ujarnya seperti mengandung nada ancaman.
__ADS_1
"Dan Kau!!"Ia menuding Layli"Aurat terjaga tapi cadarmu menyembunyikan kebusukanmu!!"