
POV ANITA
Kekesalan makin membuakkan bagiku,bayangkan saja,ternyata Bos ku meniduri gadis lain.Dan lebih parahnya langsung di nikah siri oleh si Bos.
AAAAKKKHHHHHH
Geram,kesal,gereget banget.Coba saja bayangkan?Aku yang sudah susah-susah buat Bos *****,eh malah cewek lain yang dapet enaknya.Kalau saja aku yang diposisi cewek itu,pasti aku sudah jadi istri Syarif Hidayatullah.Huuffff keberuntungan belum berpihak kepada ku.Awas saja nanti,kalau aku punya kesempatan lagi takkan ku tinggalkan Bos ku begitu saja.Tak apalah jadi yang kedua,yang penting aku bisa menjadi istrinya.
"An..tolong pesankan tiket untuk 3 orang ya.Siang ini kita langsung ke Jakarta"Pesan Bos ku saat ia mendatangi ku yang tengah bersantai di tepi pantai yang terhubung dengan restoran di hotel tersebut.Aku hanya mengangguk saja,malas banget harus bermanis-manis ria karena hatiku sekarang lagi kurang mood.Ditambah lagi cewek itu juga akan disertakan Pulang bersama.Hatiku makin dongkol.
"Kamu baik-baik saja kan An?"Ternyata Bos ku menangkap kecemberutan ku.
"Iya Bos"Terpaksa ku untai senyum meskipun tidak ikhlas.
"Oohhh ok,aku akan menemui guru istriku dulu untuk berpamitan"
"Apa Bos???guru??"Aku sangat terkejut mendengar kenyataan terbaru tentang cewek itu.
"Iya An,dia baru saja lulus sekolah menengah atas,dan datang kesini untuk liburan bersama teman-teman sekelas nya.Jadi aku harus ijin dulu sebelum membawanya pulang"
Setelah menjelaskan secara rinci,Bos meninggalkan diriku yang masih tidak percaya.Aku pikir cewek itu setara denganku,ternyata masih bocil???Ohhh Tuhan.
___
POV MANDA
Aku terus saja mencari tahu keberadaan sahabat terbaikku,Diana.Dia menghilang sejak malam tadi dan tidak ada satu pun yang mengetahui keberadaannya.Aku mau lapor Pak Andre,tapi dicegah oleh Lona dan Gita.Katanya kalau sampai lapor Pak Andre bakal runyam urusannya.Tunggulah sampai nanti siang,kalau belum ada tanda-tanda keberadaan Diana barulah lapor sama guru.
Aku menurut,karena aku takut dengan duo nyinyir sebutan dari Diana untuk mereka.Tapi tak ku sangka,aku dipanggil Pak Andre untuk menghadap.Lona dan Gita yang tengah menemani ku mencari Diana turut serta memenuhi panggilan dari Pak Andre.Dalam perjalanan ke tempat Pak Andre menungguku,aku bertanya-tanya ada apa Pak Andre memanggil ku?Apa ada hubungannya dengan hilangnya Diana?.
Sampai di lobby hotel tempat Pak Andre menungguku,aku melihat Pak Andre sedang bersama cowok ganteng memakai setelan jas warna telur asin.Nampak kacak dengan kulitnya yang bersih dan wajahnya yang tegas.Aku sampai menelan saliva melihat ketampanan laki-laki itu.
Aku dan duo nyinyir memberi hormat kepada Pak Andre selaku wali kelas kami.
"Ada apa Pak memanggil saya?"Tanyaku.
"Oh ini,Bapak mau minta tolong,tolong kemasi barang-barang D ya,,,dia mau pulang duluan"
"Apa?D??dimana dia sekarang?"Aku tak dapat menyembunyikan keterkejutan ku atas kabar ini.
"Dia bersama saya sekarang"Cowok Ganteng itu yang menjawab.
__ADS_1
"Hah??sama kamu?kamu siapa?ngapain kamu sama dia?"
"Saya perwakilan dari orang tua Nona,datang untuk menjemput Nona"Jawabnya sopan,jujur aku makin kesemsem sama cowok ini.Kenapa D tidak pernah cerita kalau punya bawahan ganteng seperti ini?
"Sudah sana cepat Man,siapkan semua barang-barang Diana"Timpal Pak Andre.
"Baik Pak,,,kita ketemuan disini ya.Kamu mau bawa D pulang kapan?"aku harus bertemu D dulu,aku harus pastikan D baik-baik saja.
"Sebentar lagi,baiklah kita jumpa disini"
Aku mengangguk setuju,gegas ku pergi menuju kamar kami berempat untuk mengemasi barang-barang Diana.Duo nyinyir ngekor di belakang ku.
___
"Gue kok ngerasa ada yang tidak beres ya?"Gumam Lona sembari duduk di bibir kasur.Sedangkan aku sibuk merapikan barang-barang Diana dan memasukkannya ke ransel.
"Iya gue juga ngerasa gitu"Tambah Gita.
"Emangnya apa yang tidak beres sih??"Tanyaku yang belum paham apa yang mereka pikirkan.
"Pria itu siapa?kenapa bukan Diana yang pamit kepada guru?kemana Diana?"Ucap Lona.
"Mangkanya tadi gue minta buat ketemuan di lobby,biar gue bisa ketemu sama D"Jawabku.
___
POV DIANA
Begitu terdengar suara pintu terbuka,aku beranjak dari dudukku.
"Kemana aja sih??"Ku sambut Pria yang sekarang telah menjadi suamiku dengan pertanyaan.
"Aku menemui sekretarisku untuk memesan tiket pesawat,sekalian ku temui gurumu dan minta ijin untuk membawamu pulang duluan"
"Hah???terus Pak Andre bilang apa?"
"Iya dia mengijinkan"
"Emang kamu bilangnya gimana?"Aku khawatir pria ini akan bicara yang sebenarnya.
"Aku bilang diminta untuk menjemputmu oleh orang tuamu"
__ADS_1
"Terus??"
"Ya terus diijinin meskipun gurumu terlihat ragu,dia juga meminta temanmu untuk mengemasi barang-barangmu.Aku tahu kamu tidak mungkin menemui teman-temanmu dalam keadaan seperti ini.Bisa-bisa kamu akan dipergunjingkan"
Huffff baguslah,,,pasti Manda yang diminta untuk mengemasi barang-barang ku.Duo nyinyir mana mau.
"Ya sudah ayo kita berangkat sekarang"Ajaknya.
"Tapi..aku butuh syal"
Pria itu diam memikirkan permintaanku,kemudian ia mengangguk mungkin paham untuk apa syal itu.Ia membuka kopernya lalu mengambil kain panjang,ia sendiri yang mengalungkan ke leherku.Tubuhnya hampir tidak ada jarak denganku,aroma tubuhnya menantang birahi.Dadaku berdegup kencang,barang milikku berdenyut-denyut.Aaaahhhh perasaan apa ini?Ingin ku terkam tubuhnya tapi aku masih bisa mengontrol kewarasan ku.
"Ayok"Dia menggenggam tanganku.Aku manut saja tanpa berontak.
Ternyata di pintu lift sudah menunggu seorang gadis yang ku lihat bersama suamiku di tepi pantai tepat saat aku pertama kali bertemu.Yang aku pikir gadis itu adalah kekasih suamiku.
"Sudah siap semua An?"Sapa suamiku.
"Iya Bos"Jawab gadis itu sambil melirikku sekilas.Bos???oh ternyata dia staf suamiku.Kami bertiga masuk kedalam lift bersamaan.Suamiku tak melepaskan tanganku walaupun hanya sesaat.Dan gadis yang dipanggil dengan sebutan An itu melihat dengan ekspresi tidak suka.
Sesampainya di lantai bawah,kedatanganku langsung di sambut oleh Manda dan yang lainnya.Aku segera melepaskan diri dari genggaman suamiku,aku hampiri teman-temanku.
"D..."Manda langsung berhambur memelukku,ia menangis dalam pelukannya.Aku tak tahu apa alasannya kenapa dia menangis?.
"Kenapa Lo Man??"
"Ah dia lebay D,hanya karena kamu mau pulang duluan Sampek nangis gitu"Celutuk Lona.
"Iya dia pasti takutlah Lon,nanti dia bakal kelaparan kalau tidak ada D"Tambah Gita.Manda merenggangkan pelukannya.
"Kamu kemana aja?aku cari-cari kamu kemana-mana?"Akhirnya aku tahu alasan Manda menangis.Ku dekatkan mulutku ke telinga Manda.
"Ini semua gara-gara kamu!!"
Mata Manda membeliak lebar.
"Gara-gara aku???aku nggak berbuat apa-apa sama kamu D"Wajahnya nampak panik.
"Nanti kita bicarakan masalah ini di Jakarta.Aku harus pulang sekarang,kirim no rekening kamu ke WA.Akan aku tf uang untuk kamu makan.Bukankah besok kalian semua sudah balik ke Jakarta"
Manda mengiyakan.
__ADS_1
"Ya sudah aku pulang duluan"Pamitku.Sekali lagi Manda mengiyakan,aku pamit juga kepada teman-teman yang lain.Termasuk duo nyinyir dan Dista.Tak lupa aku mencium telapak tangan para guru sebagai tanda perpisahan.
Suamiku mengapit tanganku lagi dan membawaku pergi menjauh dari teman-temanku.Ada perasaan sedih menyayat hati,kini aku bukan hanya meninggalkan teman-temanku,tapi juga meninggalkan status singel ku.Kebebasanku,oh tidak!!!