
Kecupan hangat membangunkan aku dari lenaku.Ku kerjapkan mataku,suasana diluar jendela nampak masih gelap.
"Jam berapa sih??"Aku mengucek mataku.
"Waktunya sholat subuh sayang,ayo kita sholat berjamaah"Ajak suamiku
"Ahhh nantilah aku masih ngantuk"Ku tarik selimut ku lagi namun suamiku menahannya.Ia malah menggendong tubuh ku dan dibawanya ke kamar mandi.Aku berontak,tapi tenaganya cukup kuat.Dengan paksa dia membuka piyamaku.Aku menolak tapi ia terkesan tidak perduli.
Kalian tahu?dia menanggalkan semua pakaian ku tanpa terkecuali.Kini aku bugil di depannya.Aku kesel,aku gereget banget.Tapi senyumnya itu loh,,,
Perlahan ia membuka kolornya,ia memang sudah bertelanjang dada sejak tadi.Aku menutup wajahku.Namun dia melerai kedua tanganku.Lalu melingkar kan tanganku ke pinggangnya.Otomatis diantara kami sudah tak ada jarak lagi.
"Kata ustadz ku,jika suami istri mandi bersama.Maka dosa-dosanya akan luntur mengikuti curahan air yang mengalir"
"Cuma mandi bersama kan??"Tanyaku.Ia tersenyum geli.
"Tergantung"
"Tergantung apa?"
Suamiku melirik ke bawah dengan ekor matanya.Baru ku sadari bahwa senjatanya sudah menegang diantara dua pahaku.
Astaga,,,aku pikir semalam pas mau tidur akan lolos dari keinginannya.Eh ternyata malah mau pas bangun tidur.
"Emmm boleh nolak nggak?"Tanyaku coba-coba.
"Nggak boleh"Jawabnya tegas.
HUFFFFFF aku harus cari akal.
"Emmm kan mau sholat subuh,nanti subuhnya dipatok ayam"
"Masih 30 menit lagi,cukuplah untuk dua ronde"
"Hah???dua ronde?"
"Ahhh sudahlah jangan buang-buang waktu lagi"
Pria perkasa ini langsung mengangkat tubuhku ke atas,lalu ditekannya ke dinding kamar mandi yang dingin.Ia langsung menyerangku tanpa ampun.Aku tak berkutik,aku pasrah dah.Mau gimana lagi??lagipun ini enak hihihihihihi.
____
Usai sarapan pagi,suamiku pamit untuk pergi ke kantor.Sebelum berangkat ia sudah wanti-wanti agar aku jangan kemana-mana.Aku mengangguk patuh,lagian juga aku mau kemana?Toh teman-teman kelasku mungkin masih dalam perjalanan pulang dari Bali.Lusa besok baru masuk sekolah.Itu pun hanya main-main saja karena tak ada pelajaran.Tinggal menunggu waktu penyerahan ijazah saja.
Bagi yang mau kuliah bisa langsung daftar kuliah,tapi aku???Tak tahulah bisa kuliah apa tidak.
Balik ke kamar,aku mengunci pintu dari dalam lalu menghubungi Papa.Itu memang niatku sejak semalam.Karena aku tidak mau ada orang yang mendengar pembicaraan ku dengan Papa.
"Hallo Pa"
"Iya sayang,ada dimana kamu sekarang?di perjalanan atau baru mau berangkat?"Yah Papa pikir aku masih di Bali.
"Pa ..bisa kita bicara serius"tanyaku.
"Bisa sayang,bicaralah"Jawab Papa tenang.Ku gigit bibirku,aku sangat gugup sekali.Gimana caranya mengawali topik??
__ADS_1
"Sayang...."Panggil Papa,mungkin karena senyap ia memanggilku.
"Iya Pa,,,,"
"Kamu baik-baik saja kan??"
"Iya Pa,D baik-baik saja"
"Kamu mau membicarakan hal yang serius tentang apa sayang?"
"Emmmmmm tapi Papa jangan marah ya??"
"Kapan Papa pernah marah sama kamu sayang?"
Yah benar!!Papa tidak pernah marah padaku.
"Emmmm Pa..."
"hemmm???"
"D.... sudah nikah?"
"Apa???"Tak ada suara lagi dari Papa.
"Pa...."Tak ada jawaban"Papa"Pekikku.
"Ah iya sayang"
"Papa baik-baik saja?"
"Ahhh...Papa shock sekali sayang,candaanmu membuat Papa hampir jantungan"
"Ka-kamu pamitnya ke Bali kan??untuk liburan ??kenapa bisa tiba-tiba kamu menikah ??"
"Ceritanya panjang Pa"
"Ceritakan lah sayang,Papa punya banyak waktu luang untuk mendengarkan nya"
Aku pun menceritakan semuanya dari A sampai Z tanpa terkecuali.Termasuk kejadian semalam saat aku bertemu keluarga suamiku.
"Sayang...jujur Papa tidak rela jika kamu harus menjadi menantu keluarga seperti mereka.Kalau perlu aku batalkan saja penambahan saham untuk mereka"
"Jangan Pa!! Justru ini menariknya buat aku Pa.Biarlah mereka menganggap D orang biasa saja,termasuk oleh suamiku sendiri.Agar D dicintai dari sebuah kekurangan bukan kelebihan yang D punyai"
Papa diam,mungkin tengah berpikir tentang ideku.
"Lalu apa yang harus Papa lakukan?sedangkan suamimu ingin menemui Papa dan Kakek"
"Ohya Pa,apa keluarga besar suamiku tahu sama Papa?"
"Ya mungkin saja"
"Kalau gitu Papa tidak usah menemui suamiku"
"Loh???kok gitu??"
__ADS_1
"Nanti semua rencana D bisa ketahuan"
"Jadi kamu akan mengesampingkan Papa??"
"Hanya sementara Pa"Rayuku.
"Tidak bisa !!Papa harus andil dalam Masalah pernikahan mu"
"Tapi???"
"Papa akan menyamar"Potong Papa dari seberang.
"Menyamar???"
"Iya,,,pokoknya serahkan semuanya kepada Papa,nanti Papa juga yang akan bicara sama Kakek"
"Tapi awas jangan bikin kesalahan Pa"
"Iya tenang aja"Jawab Papa meyakinkan ku.
"Ok!!!Aku serahkan semuanya sama Papa.Nanti lepas sholat Maghrib kami kesana"
"Ok siap tuan putri"
Aku tersenyum tipis,Ku putus talian.Lega sudah,sekarang tinggal nunggu kelanjutannya.
___
Boring juga ya tiduran terus nggak ada kerjaan.Semua tugas rumah sudah di kerjakan sama orang bayaran suamiku.Yah ada seorang wanita yang datang tiap pagi,dan akan pulang jam 3sore.Entah kenapa suamiku tidak memperkejakan ART yang menetap?Tapi enak juga sih,jadi bisa privasi keadaan.
Keadaan rumah sedang sepi,karena hanya tinggal aku seorang di dalam rumah ini dan seorang satpam yang menjaga di luar.Ku pikir-pikir sudah lama aku tidak olahraga.Aku pun memilih untuk menggerakkan tubuhku di ruang tamu.Karena disana ada tv besar lengkap dengan VCD nya.
Ku lihat koleksi kaset video suamiku.Eh ada lagu Arabic,kebetulan itu salah satu music kesukaan ku.Tak menunggu lama,ku play saja musicnya.Aku mengikat kaos ku hingga separuh dada,ku tunjukkan pusarku layaknya penari Arabic.Dan saat ini aku hanya memakai celana jeans pendek separuh paha.
Aku menari layaknya seorang penari Arabic yang profesional.Aku meliuk-liuk menikmati setiap hentakan musik.Ahhhh senangnya.....
POV SYARIF HIDAYATULLAH
Hari masih belum terlalu sore,aku pulang lebih awal bersama Kak Hafiz sepupuku.Aku berencana untuk mengajak Kak Hafiz ke rumah istriku sebagai wakil dari pihak keluargaku.Kalian tahu sendiri kan,keluargaku tidak setuju dengan pernikahan ku dengan Diana.
Baru saja keluar dari mobil,aku mendengar suara musik Arabic dari dalam rumah.Kak Hafiz menunjuk ke arah dalam,aku tersenyum.
"Mungkin istriku"Jawabku santai.Kami masuk beriringan ke dalam rumah.Baru saja pintu dibuka,kami sama-sama terhenyak kaget melihat pemandangan di depan mata.
Segera ku tutup muka Kak Hafiz lalu ku dorong keluar.
"Bentar aku mau lihat"Goda Kak Hafiz sambil memegang tanganku.
"Nggak boleh,itu istriku"Tegasku.Ku tutup kembali pintu rapat-rapat.
"Ah kamu nggak asyik"
"Tolong tunggu disini dulu Kak,jangan ngintip.Haram!!Paham!!!"
"Huffff ok"Kak Hafiz menghempaskan tubuhnya ke atas kursi rotan yang ada di teras rumah.Aku kembali masuk ke dalam,nampaknya istriku tidak tahu kedatangan ku.
__ADS_1
Segera ku lingkarkan lenganku di pinggangnya lalu ku angkat dia dan ku bawa masuk ke dalam.
"Woyyy lepasin"Istriku meronta-ronta namun tak ku hiraukan.Ku bawa ia masuk ke dalam kamar dan ku kunci pintu dari dalam.