
Bab 100. Welcome Baby Ariana
Datang ke Paris tak lengkap rasanya bila tak menikmati destinasi-destinasi wisata yang ditawarkan di Paris.
Pagi-pagi sekali, dengan diantar Antonio serta ditemani Glen, Ardo mengajak Gloria jogging di sekitar Sungai Seine. Gloria hanya berjalan pelan sambil menikmati pemandangan.
Sungai Seine adalah sebuah sungai utama di Prancis bagian barat laut. Sungai ini merupakan salah satu jalur lalu lintas air komersial dan juga menjadi sebuah tujuan wisata, khususnya bagian yang terletak dalam kota Paris.
Dengan latar belakang menawannya Menara Eiffel, Sungai Seine menjadi destinasi yang wajib disinggahi selagi di Paris, Prancis. Dikelilingi oleh bangunan-bangunan bersejarah dengan desain klasik, Sungai Seine menjadi spot romantis kedua di kota ini meski ramai dikunjungi oleh turis.
Lelah mengelilingi sekitar Sungai Seine, Ardo mengajak Gloria mengisi perut di restoran terapung yang berkonsep kapal terapung atau restoran yang berdiri di tepi Sungai Seine. Sangat nikmat pastinya menyantap kuliner khas Prancis seperti makaron, bagguette, atau roti bulan sabit, ditemani secangkir kopi atau teh dengan menatap keindahan Sungai Seine bersama pasangan tercinta.
Malam harinya, dengan bantuan Glen yang telah mereservasi terlebih dahulu via online, Ardo mengajak Gloria makan malam di sebuah kapal pesiar. Cerianya lampu malam yang menghiasi kota Paris menjadi pemandangan mengesankan ketika menyantap hidangan dari kapal pesiar.
Ardo dan Gloria yang tampil memukau untuk sebuah makan malam romantis, tampak menikmati momen kebersamaan mereka. Yang kelak akan menjadi kenangan termanis dalam hidup mereka.
Banyak kenangan yang telah mereka ukir di tempat nan romantis ini. Kenangan yang akan mereka bawa pulang untuk menjadi cerita dikala terkenang.
...
Hampir sebulan lamanya Ardo dan Gloria menikmati bulan madu mereka di Paris. Ardo senantiasa memanjakan istri tercintanya itu sepanjang waktu.
Kembali ke tanah air pun, Ardo masih tetaplah sama. Menjadi suami siaga, menyayangi serta memanjakan ibu hamil yang satu itu.
Hari-hari Gloria lalui tanpa merasakan kekurangan. Segala perhatian dan kasih sayang tercurah untuknya. Baik dari suami, keluarga, bahkan sahabat satu-satunya.
Hari berganti terlalu cepat. Sehingga tak terasa, kehamilan Gloria telah menginjak usia 38 minggu.
Di usia kehamilan ini, Gloria mulai kepayahan. Ia mulai mengalami sedikit kesulitan, baik dari ia melakukan aktifitas, bahkan tidur pun tak nyenyak.
Gloria tengah membantu sang mertua merangkai bunga di taman belakang rumah, saat tiba-tiba ia merasa kesakitan.
"Aduh!" Gloria memekik kesakitan sambil memegangi perutnya.
Aruna sontak menghentikan kegiatannya. Lalu menoleh cepat, mengamati Gloria yang tengah meringis kesakitan.
"Ada apa, Sayang? Kamu kenapa?" tanya Aruna cemas. Bangun berdiri, lalu menghampiri Gloria.
"Perutku sakit, Ma. Sakit sekali." Sembari memegangi perutnya, Gloria meringis kesakitan. Bulir-bulir keringat mulai tampak di dahinya.
"Loly, kamu akan segera melahirkan. Ayo, ayo, sini Mama bantu. Kita harus segera ke rumah sakit." Aruna meraih Gloria, membantunya berdiri.
"Sapto ..." Teriakan Aruna melengking, memanggil supir yang diperintahkan Ardo untuk bersiap siaga di rumah untuk membantu nyonya mudanya bila ingin bepergian. Bahkan untuk keadaan genting seperti ini.
...
Ardo dan Dicko melangkah lebar menyusuri koridor rumah sakit. Wajah cemas keduanya sangat kentara. Ayah dan anak itu langsung berangkat ke rumah sakit begitu mendapat telepon dari Aruna.
Sayangnya, dalam perjalanan menuju rumah sakit, jalanan mengalami kemacetan di beberapa jalur. Sehingga mereka tiba setelah satu jam lamanya berjibaku dengan kemacetan ibukota.
Sampai di ruang persalinan, Ardo dan Dicko langsung saja masuk. Di brankar rumah sakit itu, Gloria tengah terbaring menahan sakitnya kontraksi. Di tepian tempat tidur, Aruna duduk sambil menggenggam jemari Gloria.
"Sayang," panggil Ardo cemas bercampur panik menghampiri Gloria. Ia lantas mengulurkan tangannya mengusap lembut kepala Gloria yang tengah meringis menahan sakit.
"Gimana? Apa kata dokter?" tanya Dicko.
__ADS_1
"Masih pembukaan lima," sahut Aruna.
Ceklek
Pintu ruangan terbuka, Randa datang bersama dokter Silvia dan dua orang suster. Dokter Silvia pun langsung memeriksa kondisi Gloria.
Untuk hal yang satu ini, Aruna sudah melewatinya. Kala melahirkan Ardo ke dunia. Jadi, sedikit banyak, Aruna sudah memahami setiap tahapan persalinan yang harus dilewati Gloria.
"Untuk keluarga yang lain, boleh tinggalkan ruangan ini sekarang. Tidak lama lagi, Bu Glori akan segera melahirkan," ucap dokter Silvia.
"Sayang, kamu di sini ya temani aku," pinta Gloria saat yang lain mulai beranjak keluar dari ruangan tersebut. Terkecuali dua suster yang datang bersama dokter Silvia. Sebab mereka yang akan membantu dokter Silvia.
"Tapi, apa bisa?" Ardo melirik sejenak dokter Silvia.
Dokter Silvia pun tersenyum. "Boleh, Pak. Suami diperbolehkan menemani istrinya."
Ardo merasa senang diperbolehkan menemani Gloria. Dikecupnya berulangkali kening Gloria. Berupaya memberinya kekuatan. Sebab proses yang akan dilaluinya teramat menyakitkan juga melelahkan.
Bila ditanya, sejujurnya Ardo sangat berdebar-debar saat ini. Tak lama lagi ia akan menjadi seorang ayah.
"Kamu yang kuat ya Sayang. Demi baby kita, kamu harus kuat. Aku mencintaimu," bisik Ardo lalu kembali mengecup kening sang istri.
Gloria pun tersenyum, walau sakit yang ia rasakan sungguh tiada tara. Sebetulnya bisa saja Gloria memilih persalinan operasi cesar. Tapi ia lebih memilih persalinan normal. Hal itu membuat Ardo bangga kepada istrinya itu.
...
Di luar ruang persalinan, ditengah cemasnya Aruna, Dicko, dan Randa yang tengah menunggui, Opa Danu datang bersama Bram, Clara, dan Leona.
Dengan dibantu tongkatnya, Opa Danu tergopoh-gopoh menghampiri.
"Bagaimana keadaan Loly?" tanya Opa Danu, yang dibantu Bram memegangi Opa Danu.
Opa Danu mengangguk. "Sebaiknya kita semua berdoa agar Loly dan bayinya selamat."
"Semoga Loly bisa melewati ini semua. Loly itu anak yang kuat," ucap Clara.
"Semoga saja diberi kelancaran. Semoga Loly dan bayinya diberi kesehatan. Kita semua tidak usah terlalu mencemaskan Loly. Saya yakin, semuanya akan berjalan dengan lancar," ucap Randa menimpali.
"Jadi tidak sabar pengen lihat dede bayinya. Cewek apa cowok ya?" gumam Leona penasaran.
Sebab untuk jenis kelamin bayi, sengaja Ardo dan Gloria memilih untuk tidak mengetahuinya disaat USG yang rutin setiap bulan dilakukan Gloria. Dengan alasan, ingin menjadikan hal tersebut sebagai kejutan. Karena apapun jenis kelamin bayi, yang terpenting adalah bayinya sehat.
Setelah beberapa jam menunggu dalam kecemasan serta jantung berdebar tak karuan, akhirnya tangisan bayi pun terdengar dari dalam ruang persalinan tersebut.
"Oeeek ... Oeeek ..."
Semua pun akhirnya bernapas lega dengan wajah bahagia. Namun sayangnya, dokter mengijinkan membesuk setelah Gloria dan bayinya dipindahkan ke ruang rawat inap.
"Loly, gimana keadaan kamu Sayang?" tanya Aruna menghampiri Gloria yang terbaring di brankar setelah dipindahkan ke ruang rawat inap.
Gloria tersenyum dengan wajah lelahnya menyambut kedatangan keluarganya. Membesuknya dengan wajah berbinar-binar bahagia.
"Baik, Ma. Terimakasih Mama selalu menjagaku dengan baik," ucap Gloria tersenyum lesu.
"Mama yang seharusnya berterimakasih sama kamu. Karena kamu sudah memberi Mama cucu. Oh ya, ngomong-ngomong mana cucu Mama? Mama sudah tidak sabar ingin melihatnya."
"Loly, selamat ya Nak? Opa sangat berterimakasih sama kamu, karena kamu sudah memberi Opa cicit," ucap Opa Danu tersenyum menghampiri Gloria.
"Iya, Opa. Terimakasih juga karena Opa sudah menerima saya menjadi bagian dari keluarga Opa."
__ADS_1
"Loly, Papa juga sangat berterimakasih sama kamu. Berkat kamu Papa diberi kesempatan untuk menjadi seorang kakek," imbuh Dicko.
Gloria tersenyum. "Iya, Pa."
"Loly, selamat ya Nak. Akhirnya kamu menjadi seorang ibu. Paman turut berbahagia atas kelahiran bayi kamu. Oh ya, ngomong-ngomong Ardo ke mana?" tanya Randa menyapukan pandangan mencari Ardo.
Satu per satu memberi ucapan selamat kepada Gloria, saat Ardo datang dengan seorang bayi mungil dalam gendongannya.
Ardo mengejutkan semua orang, membuat mereka histeris melihatnya datang dengan membawa bayi mungil.
"Halo cucu Oma. Kamu sangat manis," ucap Aruna sumringah begitu Ardo menghampiri.
"Dari tadi Opa penasaran, cicit Opa laki-laki atau perempuan?" tanya Opa Danu.
Ardo yang menggendong bayi itu tersenyum-senyum menatap keluarganya satu per satu.
"Coba tebak."
"Kak Ardo bikin penasaran aja deh. Cepetan dong Kak. Ponakan aku cewek apa cowok." Leona mendesak tak sabaran.
Semua pun ikut penasaran dengan jenis kelamin bayi mungil tersebut.
"Jangan bikin penasaran dong Ardo," seru Bram.
"Iya nih. Bikin penasaran aja. Cewek apa cowok sih Do? Terus namanya siapa?" tanya Clara.
"Semua tenang. Biar Ardo yang memberitahu kita," ucap Opa Danu.
Sementara Gloria tersenyum-senyum melihat antusias dari keluarganya. Ia sungguh merasa beruntung, diberi keluarga seperti keluarga yang dimilikinya saat ini. Hal itu membuatnya tak henti berucap syukur.
"Ucapkan selamat datang untuk baby Ariana Putri Anggara," ucap Ardo yang membuat semua tercengang.
"Jadi cucu Mama perempuan?" Aruna masih tak percaya. Dilihatnya kembali bayi mungil tersebut.
"Cucu kita perempuan Pa, cantik lagi. Sama seperti mamanya!" seru Aruna kegirangan, saking bahagianya diberi cucu perempuan. Impiannya untuk menimang seorang bayi perempuan pun akhirnya terkabul.
"Ariana akan menjadi cicit kesayangan Opa. Menggantikan cucu perempuan Opa yang paling bandel," seru Opa Danu senang.
"Loh, kok gitu sih Opa? Apa Opa sudah tidak menyayangiku lagi?" sungut Leona manja. Namun malah mengundang gelak tawa semua yang ada.
Kehadiran Ariana telah memberi warna baru dalam kehidupan Ardo dan Gloria. Ariana akan menjadi sumber kebahagiaan mereka.
TAMAT
Mohon maaf banget baru bisa up sekarang. Begitu up langsung end😁. Belakangan ini author makin susah bagi waktu. Belum lagi si kecil lagi sakit. Jadinya baru bisa up sekarang.
Author juga tak lupa mengucapkan terimakasih yang sebanyak-banyaknya buat teman-teman yang udah setia nunguin, yang udah setia menemani perjalanan Ardo dan Gloria dari awal.
Thankyou Thankyou so much.
Terimakasih banyak buat teman-teman dimanapun berada yang udah setia ngikutin cerita receh author kawe ini😁
Love u sekebon jeruk.
Tetap jaga kesehatan. Ardo dan Gloria pamit undur diri dulu. Sampai jumpa di lain waktu.
__ADS_1
Bye 😘😘😘