
Keadaan sangat ricuh sepeninggal Kanda dan Istrinya.Abah Ubaid menyalahkan Ummi Syarifa karena terlalu menekan Kanda.Sehingga semuanya gagal total.
Sedangkan Ummi Zahra tidak henti-hentinya menangis memeluk Aisyah.Abah Sukri memilih diam seribu bahasa,namun aku tahu dia sangat kecewa dan terpukul atas kejadian ini.
Hanya Ummi Maimunah dan Abah Latif yang tidak berkumpul di rumah besar orang tua Kanda Syarif Hidayatullah.Karena mereka sedang membuat acara pengajian untuk Almarhum Hafiz putra sulungnya.
Aku bangkit, menghampiri Ummi Syarifa.Ku tarik ujung kain di lengannya membuat ia serta merta menoleh kepadaku.
Aku mengedipkan mata sebagai kode permintaan agar ia ikut denganku.Aku yang memang sudah sangat dekat dengan keluarga Kanda tidak perlu banyak bicara,sudah pasti Ummi Kanda menuruti permintaan ku.
"Ada apa Lay?"Tanya Ummi Syarifa saat kami berada di ruang belakang.Aku sengaja memilih tempat yang paling sepi karena takut ada yang mendengar percakapan kami.
"Kenapa Ummi mengusulkan Kanda agar menikahi Aisyah?Ummi tidak perduli lagi bagaimana perasaan Layli?"
Mendapatkan pertanyaan yang menyudutkan,Ummi Syarifa menghela nafas pelan sambil mendekatkan wajahnya ke telinga Layli.
"Ini semua Ummi lakukan agar istri Syarif minta cerai dari Syarif, tapi kok malah diizinin dan malah Syarif ya nggak mau"
Aku menelaah kalimat yang Ummi ucapkan.Jadi itu alasan Ummi,baiklah.Anggap aja aku sepemikiran dengan Ummi Syarifa.Aku akan menunggu keberuntungan untuk ku.
...----------------...
POV DIANA
Ku pandangi wajah suamiku dari sebelah sisi,diam-diam ku mengagumi ketegasannya dalam bersikap.Sebenarnya tadi aku hanya akting sok-sokan merestui suamiku menikahi Aisyah.Aku hanya ingin menyakiti hati Ummi yang tega menyuruh anaknya mendua.
Ternyata dugaanku benar,suamiku dengan tegas menolak dan memilih merangkul ku pergi.
"Kenapa sayang melihatku begitu??Ada yang aneh dengan wajah suamimu ini?"Dia melirik sepintas lalu fokus mengemudi kembali.
Aku tersenyum tipis,ku pandangi jalan yang kami lalui.Lenggang.... karena hari sudah larut malam.
"Bangga ya?aku bisa menolak menikahi wanita yang pernah kamu cemburui?"
Aku tak menjawab,hanya senyum tak mampu ku hapuskan.Sebelah tangan suamiku meremas jemariku.Ia menarik tangan yang ia genggam dan menciumnya lembut.
"Aku udah haturkan janji kepada Allah,bila dia ijinkan kita bersatu kembali setelah kamu meninggalkan ku tempo hari.Aku tidak akan menyakiti hatimu lagi,aku tidak akan menduakanmu selama kamu menjadi istriku.Seperti halnya Nabi Muhammad yang tidak pernah menduakan saidatina Khotijah Ra"
"Dan janjiku bukan main-main sayang"
subhanallah...
__ADS_1
Hatiku bergemuruh,netraku mengembun menahan tangisan haru.
"Mas..."Suaraku hampir tak terdengar karena tersekat di tenggorokan.
"Hem..."Suamiku menoleh sembari mengecup punggung tanganku yang masih dalam genggamannya.
"Apa kau tahu apa yang ingin aku tunjukkan tadi?sebelum kita mendengar kabar kematian Kak Hafiz?"
"Ohya?Aku lupa sayang,emang apa yang ingin kamu tunjukkan sama aku?"
Aku tersenyum menahan haru yang siap meledak.
"Aku hamil Mas"
CIIIIIIITTTTT
Suamiku menginjak rem dengan cepat,ia menatapku yang menahan nafas karena kaget dengan respon mendadak darinya.
"Kamu kaget sayang... sorry..maafkan aku sayang,aku...aku kaget"
Ku buang nafas yang tertahan didada,ku tatap dia.Ingin sekali aku marah,tapi tak bisa begitu melihat senyumnya.
"Iya,tapi hampir aku keguguran karena kaget"Ucapku menahan marah.
"Aduuuhhh maafkan aku sayang,maafkan Abi ya baby"Garcep ia mengelus perutku lembut.Aku yang nesu-nesu langsung tersenyum menahan tawa.
"Makasih ya sayang,,,"Tangannya yang perkasa mengelus pipiku lembut.
"Ummi pasti akan menyesal karena udah menyuruh kamu merestui untuk aku menikah dengan Aisyah.Karena ia akan dapat cucu dari ku langsung bukan anak orang lain yang harus jadi cucunya"
"Tapi kasihan Aisyah ya Mas,dia pasti bingung harus bagaimana menjalani hidupnya?"
"Ada sebab ada akibat sayang,semua itu ia lakukan dengan sukarela bersama Kak Hafiz.Jadi Allah mentakdirkan begini ia harus bisa menjalani semuanya dengan sabar dan tawakal"
Aku manggut-manggut.Suamiku menyalakan kembali mobilnya,lalu melanjutkan perjalanan kami.
___
Usai sholat subuh,suamiku pamit keluar sebentar.Aku ok saja,dan menunggunya sambil bermain game favorit aku.
Tak berapa lama dia datang dengan nampan di tangan.Ternyata ia masak nasi goreng untuk kami berdua.
__ADS_1
"Ini masih jam berapa Mas?Kok udah mau sarapan?"Tanyaku menyambut kedatangannya duduk di hadapanku.Aku menarik kakiku lalu duduk bersila menghadapnya.
"Aku ada miting pagi Sekarang,biasanya Kak Hafiz yang handel.Tapi karena dia sudah tiada,jadi aku harus turun tangan sendiri"
Aku menangkap ada perasaan kehilangan dalam kalimat suamiku.Aku tersenyum berusaha menyemangati dengan seulas senyuman.
"Kalau kamu butuh bantuan,aku bisa kok Mas bantuin kamu"
"Jangan,mending kamu istirahat di rumah saja.Ohya kalau bisa kamu menunda kuliahmu dulu ya"Pintanya .
"Tapi aku sudah daftar kuliah online Mas,karena tahu aku hamil jadi aku langsung buat keputusan ini"
Suamiku terdiam,ia sepertinya tengah memikirkan sesuatu.
"Baiklah,tapi jangan terlalu dipaksakan ya sayang.Kamu tidak boleh capek badan,capek pikiran, kamu tidak boleh stress mikirin apapun termasuk pelajaran.Kamu harus jaga benar-benar bayi kita...Ok"
Aku mengangguk setuju.
"Ya udah yuk makan"
Suamiku mendahului menyendokkan nasi ke mulutku.Aku pun membuka mulutku lebar-lebar.Eh ternyata suamiku membuka mulutnya juga.Jadi dia minta kita makan suap-suapan.Ok!!Aku pun menyanggupi.Kami berdua makan seperti itu sampai ludes.
___
Aku turun dari lantai kamar ku setelah diberi tahu oleh si Entun kalau ada tamu.Setelah ku temui ternyata Ibu Kak Aisyah dan Kak Aisyah sendiri yang datang.
Perasaan ku sudah tak tenang ,pasti mereka akan meminta hal yang sama seperti semalam tadi.Namun aku menutupi ketidak tenanganku dengan seulas senyuman menyapa.
"Ummi"Ku cium tangannya,ku salami Kak Aisyah.Lalu ku persilahkan keduanya duduk.
"Ada apa ya Ummi Zahra dan Kak Aisyah datang pagi-pagi sekali ke rumah ku?"
"Maafkan aku D,aku yang minta Ummi untuk menemani ku menemuimu.Aku ingin bahas masalah kehamilan ku ini.Bukankah kamu sudah mengijinkan Kanda menikahiku?"
Aku mengiyakan.
"Aku mohon agar kamu bisa membujuk Kanda lagi D"sambung Kak Aisyah lagi.
"Tapi suamiku tidak mau,dia sudah berjanji kepada Allah untuk tidak pernah menikahi wanita lain seperti halnya Rosulullah yang tidak pernah menduakan istri pertama saidina Khotijah Ra"Aku sengaja mengulang kalimat suamiku semalam agar Aisyah sadar diri.
Benar dugaan ku, Aisyah membendung air matanya dengan tatapan penuh harap kepada Ibunya.
__ADS_1