Gara-Gara Kamu

Gara-Gara Kamu
EPS 9 Sambutan keluarga suami


__ADS_3

Aku menggeliat,uhhhhh enaknya.Ku buka pelan mataku.Samar-samar aku melihat bayangan suamiku.Ku gosok mataku agar lebih jelas.Eh ternyata benar,dia tengah mengeringkan rambutnya.Baju jubah selutut dan celana panjang yang berwarna senada menunjang penampilannya.Kini bukan pria berdasi,namun lebih terlihat seperti ustadz Al Habsyi.


Aku tersenyum,mengagumi ciptaan Tuhan yang nyaris tanpa celah.Menyadari diriku yang sudah bangun dari tidur,ia membalas senyumku.


"Cepat bangun sayang,kita sholat ashar berjamaah.Waktu ashar sudah mau habis,setelah itu langsung sambung sholat Maghrib.Malam ini kita makan malam di rumah orang tua ku,tadi aku sudah nelfon ummi bahwa aku akan makan disana dengan membawa seorang tamu"Ucapnya panjang lebar namun tak ku endahkan,aku hanya fokus kepada sosok yang begitu rupawan.


"Cepatlah,,,,atau mau aku gendong sekalian"Godanya.Refleks aku bangun.Aku terkejut ketika menyadari keadaan ku yang tak memakai sehelai benangpun.Ku sibak selimut,Mataku membulat.Hampir sekujur tubuhku merah-merah.Aku tatap suamiku yang senyum-senyum mencurigakan.


"Kau apakan aku??"Tanyaku,dadaku bergemuruh hebat.Dia malah cengengesan"Kau apakan aku?!!!"Aku melengking kuat sampai dia terpana melihat ku marah.


"Ki- kita melakukannya sayang"Dia takut juga ternyata.


"Bukankah kau bilang tadi akan menunggu kita sama-sama mau!!!"


"Kita sama-sama mau sayang"


"Bohong!!!"


"Astaghfirullahhal'adzim...sayang aku tidak pernah berbohong seumur hidupku"


"Buktinya ini apa?tadi sendiri kau yang berjanji kan??"


"Iya sayang,aku memang berjanji.Tadi aku hanya menciummu,tapi kamu langsung mendesah.Kau seperti menantang ku,ya aku layani"


Aku diam,bayangan mimpi indah itu menari-nari.Jangan-jangan semua bawaan mimpi itu nyata??


Aku yang diam,dia juga ikut diam.Aku mendengus kesal,malu rasanya mengakui jika aku juga menikmati meskipun dalam keadaan tidur.Aku turun dari tempat tidur dalam keadaan bug*l,tidak perduli dengan tatapannya yang mungkin hampir tak berkedip.Aku masuk ke kamar mandi tanpa menoleh sedikitpun padanya.


___


Seperti yang sudah direncanakan,kami berdua pergi ke rumah orang tuanya.Aku memakai pakaian ku seadanya,karena saat pergi ke Bali aku hanya membawa sedikit baju.Karena ini pertemuan pertamaku dengan keluarga suami dadakanku,aku memilih pakaian dress MIDI dengan lengan 3/4 dan panjang baju di bawah lutut.Cukup sopan menurut ku,karena memang inilah aku.Bertolak belakang dengan penampilan suamiku yang agamis.


Tapi suamiku seperti tidak perduli,dia malah selalu memujiku bahwa aku cantik.Untung telingaku tidak melebar,kalau sampai melebar mungkin sudah melebihi telinga gajah.


Sampai di teras rumah orang tuanya,aku begitu antusias sekali.Baru saja pintu dibuka sebelum di ketuk,seorang gadis bercadar mematung seperti arca di depan kami.Aku bingung,tapi suamiku malah tersenyum.


"Dia Layli tunanganku sayang"

__ADS_1


Aku terbeliak,maksudnya apa cobak??Ku tatap mereka secara bergantian.Pantas gadis itu terlihat shock melihat ku,tapi suamiku biasa saja.


"Dia juga sepupuku sayang"Tambahnya lagi membuat aku tercekat.Apa-apaan ini??Dan suamiku B saja,apa dia psikopat??kenapa dia seperti tidak berperasaan???


"Layli kenalkan,ini istriku.D"


Dia memperkenalkan kami,ku hulurkan tangan namun bukan disambut,gadis bercadar itu malah pergi masuk ke dalam.


Suamiku tersenyum membalas tatapan ku yang masih belum sadar akan keadaan yang sebenarnya.


Ia merangkul bahuku, menggiring ku masuk ke dalam tanpa dipersilahkan.


Semua mata tertuju kepada kami yang baru saja datang,sorot mata mereka terlihat tidak bersahabat dengan ku.Ternyata semua jauh dari khayalan ku.Aku gugup,namun remasan tangan suamiku tepat dibahuku membantu aku untuk kuat.


"Assalamualaikum Abah,Ummi dan Ummah"Suamiku mendatangi semua orang yang disebut lalu menyalami satu persatu penuh takzim.Begitupun dengan diriku,aku mengekor suamiku dan melakukan hal yang sama seperti yang dia lakukan.


Kami duduk berdempetan di sofa panjang,kebetulan sofa diruang tamu yang luas itu terdapat dua set tempat duduk yang dijadikan satu.Jadi ada dua kursi panjang.Satu diduduki oleh dua wanita yang kemungkinan yang dipanggil Ummi dan Ummah oleh suamiku.Sedangkan seorang laki-laki paruh baya yang terlihat berkharisma dan berwibawa duduk di kursi tunggal.


"Siapa dia Syarif?"Tanya Abah.


"Istrimu?? Apa-apaan ini Syarif??Kau kurang siuman atau gimana?"Pekik Ummi.


"Maafkan Kanda Ummi,,,Terjadi sesuatu diluar kendali Kanda sampai Kanda harus menikahi D"


"Apakah perempuan itu menjebakmu Syarif??"Ummi menuding ke arahku.Aku tersentap.


"Enak saja!!!"Sanggahku cepat.Syarif meremas jemariku.


"Hah??? ucapannya sangat kasar sekali,pasti dia dari keluarga yang tidak beradab"Hardiknya tetap menuding ku.Aku ingin menjawab lagi namun suamiku meremas tanganku lebih kuat.


"Ta..."Aku ingin membela diri tapi suamiku menggeleng pelan.


"Tapi apa?hah?"Si Ummi masih nyolot saja padaku.


"Ummi tenang"Suara Abah terdengar datar tapi mendalam.


"Bah,,gimana ummi bisa tenang??Anak kita Bah,anak yang kita banggakan malah menikahi wanita yang tidak jelas bebet,bibit dan bobotnya"Ummi tetap tak terkontrol.

__ADS_1


"Coba diam dulu Sya,,,kita dengarkan apa kata mereka"Akhirnya disaat Umma bersuara,Ummi tidak bisa membantah lagi.


"Kanda Syarif,coba katakan!Jelaskan semuanya secara detail kepada Ummah.Siapa dia?dari mana asal usulnya?Dan bagaimana kalian bisa bertemu serta menikah??"


Aku sedikit tenang karena Ummah bisa menyikapi dengan bijak perkara ini.


"Ummah,ampuni cucumu ini.Kanda sangat berdosa kepada keluarga ini,Kanda telah berzina dengan D tanpa sengaja.Kanda takut akan murka Allah,jadi Kanda segera menikahi nya agar D menjadi yang halal buat Kanda"Suamiku menjelaskan dengan bahasa yang sangat beradab,membuat aku terkesima.Apalagi dia berucap tanpa ragu,tanpa takut,punggungnya tegak,dada yang bidang membusung.


Abah manggut-manggut,Ummah pun begitu.Tapi tidak dengan Ummi,dia memandangku dengan remeh.


"Lalu ..bagaimana dengan Layli??Kalian sudah bertunangan dan sebentar lagi akan menikah.Apa yang akan kita jelaskan kepada Abah dan Umminya Layli?"Ucap Ummi.


"Kanda Syarif akan menghadapi Paman dan Bibik secara pribadi Ummi,Kanda akan memohon ampunannya"


"Dan mengatakan alasan mu menikahi wanita itu dengan sejujurnya?"Ummi memotong kalimat suamiku.


"Kau sudah gila Syarif,,,mereka akan mencemooh kita,Anak dari Tuanku Ubaid Abdullah telah berzinah.Mau ditaruh dimana muka Ummi,muka Abah"


Aku iseng meletakkan ujung jari telunjuk ku di atas hidung,Ummah ternyata melihat ku,Beliau tersenyum menahan tawa membuat perhatian Ummi teralihkan.


"Kau tidak sopan ya!!!siapa yang mengajarimu menyela pembicaraan orang,mencibir pembicaraan orang yang lebih tua darimu hah???"Ummi memaki hamun diriku.Wuihhh darahku jadi mendidih.Jiwa barbarku meronta-ronta,Namun suamiku tak melepaskan cengkraman tangannya.Ia berusaha menenangkan diriku dengan seuntai senyuman.


"D...itukah namamu"Ucapan Abah meredam emosiku.


"I-iya Abah"Jawabku se santun mungkin.


"Apakah orang tuamu sudah tahu perkara ini??"


Aku menggeleng.


"Saya yatim Abah"


Semua terkejut termasuk suamiku.


"Jadi kamu tidak punya orang tua sayang?"Tanya suamiku ingin tahu lebih pasti.


"Kanda???Kanda belum tahu kalau dia yatim?"Si nenek lampir menimpali.Alamat pasti panjang nih perkara diriku Yatim.

__ADS_1


__ADS_2