
Keysa menatap kosong meja dihadapannya. Matanya berair tak sanggup menahan tangis dan kesedihannya. Makin hari kondisi ibunya makin parah.
Hal yang diinginkan Keysa saat ini adalah melihat ibunya bahagia dan mewujudkan keinginannya. Tapi dia tidak bisa melakukannya sendiri. Ada Arvin yang harus dilibatkan untuk urusan tersebut. Sementara laki-laki itu sudah sangat jauh dari jangkauannya.
“Sebenarnya kondisi ibu kamu udah kayak gimana sih?” Tanya Arvin yang bergabung di meja kantin rumah sakit bersama Keysa. Dia membawa 2 cangkir kopi panas dan menyimpan salah satunya di depan Keysa.
“Ibu udah komplikasi, Vin. Kemarin gulanya tinggi sampe gak sadar. Pas diperiksa, dokter bilang ibu juga mengalami gagal ginjal stadium 4. Sekarang dia harus cuci darah 2 kali seminggu. Kalau udah separah ini, dokter gak bisa ngasih harapan kalau ibu bakalan hidup lama.”
Arvin menyandarkan punggungnya ke kursi plastik. Bersimpati pada keadaan Kaysa dan ibunya. Ibu Keysa sudah menjadi bagian dari hidupnya, salah satu orang yang memberikannya kasih sayang orang tua yang tidak didapatkannya ketika remaja. Mereka sangat dekat.
“Kamu gak kekurangan uang kan, Key?” Arvin ingin membantu meskipun tidak tahu apa yang bisa dia berikan selain support finansial.
Keysa tersenyum getir, “Buat saat ini biaya perawatan ditanggung asuransi dari kantorku. Tapi aku gak tahu buat nanti, aku pingin resign buat nemenin ibu berobat.”
“Aku yang bakal tanggung semua biaya pengobatan ibu kamu. Jangan resign dari kerjaan kamu. Nanti aku kirim orang buat rawat ibu kamu juga. Gak usah khawatir.”
“Makasih, Vin.” Kata Keysa tersenyum lega.
Arvin dari dulu selalu baik. Sangat baik padanya. Meskipun terkadang dia terlalu jujur dan sulit mengontrol komentar pedasnya pada orang lain. Tapi Arvin selalu mudah berempati terhadap kesulitan orang disekitarnya.
Orang-orang menyukai Arvin sejak dulu. Dia sangat populer, bukan hanya karena wajah tampan dan jabatannya sebagai Ketua OSIS, melainkan banyak hal lain yang mengagumkan darinya. Keysa salah satu yang selalu mengagumi laki-laki itu.
__ADS_1
Suatu hari Keysa memberanikan diri mengungkapkan perasaannya pada Arvin, tanpa disangka dia menerimanya. Mulai saat itu kisah cinta dan persahabatan mereka dimulai. Keysa menemani Arvin disaat-saat terburuk hidupnya ketika neneknya meninggal. Keysa juga ada saat Arvin terus berseteru dengan ayahnya yang menginginkannya kuliah di luar negeri dan menggantikan posisinya nanti.
Keysa terus ada hingga sekarang. Meskipun bukan sebagai kekasih. Kisah cinta mereka tak semulus itu. Mereka selalu putus nyambung dengan alasan-alasan remeh. Selama putus, biasanya Arvin secara random menerima gadis-gadis yang mendekatinya. Kemudian memutuskan mereka ketika bosan atau terlalu banyak tuntutan.
Pada akhirnya Arvin akan kembali lagi padanya. Seperti itu terus hingga mereka putus karena Keysa selalu tidak sabar dengan status hubungan mereka. Menanyakan pernikahan setiap waktu. Tapi Arvin tidak pernah memberikan kepastian.
Keysa masih berharap Arvin akan kembali padanya seperti yang sering dia lakukan. Apalagi mendengar tentang istri Arvin yang tak pernah menyayanginya dan hanya terpaksa menikah dengannya karena ada anak yang harus dipertahankan.
Keysa semakin menaruh harapan tinggi pada perpisahan mereka. Tapi Arvin malah bergerak mengejar perempuan itu. Melakukan hal-hal yang tak pernah dia lakukan untuk perempuan manapun yang dipacarinya, termasuk Keysa. Semakin hari rasanya harapan untuk kembali bersama Arvin menjadi sirna. Tapi anehnya dia tetap datang, untuk alasan bertemu dengan ibunya.
“Vin, aku mau bahagiain ibu.” Kata Keysa, kemudian menjeda kalimatnya “Aku mau dia tenang gak mikirin masa depan aku lagi seandainya tiba-tiba meninggal. Aku mau ngabulin harapan ibu dengan nikah sama kamu.”
Arvin menautkan alisnya, dan bersiap membuka mulut. “Arvin denger dulu!” Cegah Keysa. Tahu Arvin akan berkomentar terhadap kata-katanya, “Cuma nikah siri. Cuma pura-pura. Kamu gak harus jadi suami aku kalau kamu gak mau, yang penting ibu tahu kalau aku udah nikah sama kamu.”
“Tapi dia gak sayang kamu kan, Vin? Aku denger dari anak-anak kalau kamu terus-terusan ngejar dia biar bisa dia punya perasaan sama kamu. Sampai sekarang dia ngga bisa, kan?”
“Aku harus terus sama dia, ada anak aku diperutnya.”
“Dia gak sayang sama kamu, Vin! Lepasin dia dan bawa anaknya. Aku bisa ngerawat anak kamu!” Bentak Keysa tak sabar. Dia kehilangan akal sehatnya. Dia menginginkan Arvin, untuk dirinya sendiri dan kebahagiaan ibunya.
“Key, aku kira kamu ngerti karena tahu hubungan aku sama mama dan ibu kayak gimana. Anakku harus dibesarkan sama ibu kandungnya. Nara mungkin gak sayang sama aku, tapi dia sayang sama anaknya. Dan aku gak masalah sama hal itu.”
__ADS_1
Arvin tahu Nara tidak mungkin membenci anaknya sendiri. Meskipun pernah mencoba menggugurkannya. Sekarang dia menerima anak itu tumbuh diperutnya.
Dia dengan rajin meminum vitamin yang diberikan dokter tanpa perlu Arvin awasi, dia selalu memperhatikan asupan makanannya meskipun makanan tersebut tidak disukainya, dia selalu tampak senang saat mendengar detak jantung bayinya ketika kontrol ke dokter, dia menyimpan semua hasil USG dijurnal khusus kehamilannya. Sekarang Nara juga lebih rajin mengikuti kelas-kelas online untuk kesehatan ibu hamil dan anak. Kalau bukan karena cinta, lantas apa?
Arvin sangat tahu bahwa Nara menginginkan bayinya terlahir sehat. Dia juga sudah mengatakan akan merawatnya bersama Arvin. Itu saja cukup. Meskipun Arvin mulai serakah menginginkan Nara juga memperhatikan perasaannya. Arvin ingin Nara juga jatuh cinta padanya, seperti dia jatuh cinta pada bayi yang masih diperutnya.
Seumur hidupnya, Arvin menghindari bahasan tentang pernikahan. Dia takut akan sama jahatnya seperti ayahnya nanti. Tapi dengan Nara pernikahan adalah keharusan, seperti halnya menggantikan ayahnya diperusahaan. Lama kelamaan semua rasanya tak buruk untuk dijalani. Meskipun kadang berat dan menyebalkan.
Kini dia dihadapkan pada paksaan-paksaan Keysa yang menginginkan hubungan yang lebih dari sekedar teman. Arvin tidak bisa. Perasaan sayangnya pada Keysa tak akan membuatnya memikul takdir terkutuk sebagai orang ketiga dipernikahannya.
“Kamu sayang dia, Vin?”
Arvin mengangguk.
“Lebih dari sayang kamu sama aku?”
“Aku sayang kalian dengan cara yang berbeda. Aku sayang sama kamu sebagai keluarga, teman lama, dan orang yang mau aku jaga. Sementara sama Nara. Aku sayang dia karena aku pingin hidup bareng dia, dan ngebesarin anak-anak.”
“Aku juga bisa hidup sama kamu dan besarin anak kamu, Vin.”
“Key, aku ga mau bahas lagi soal ini. Please. Aku cuma mau bantu kamu dan ibu kamu aja. Gak untuk balikan lagi ataupun nikah sama kamu. Tolong jangan salah paham dengan bantuanku. Aku gak bisa ninggalin istriku.”
__ADS_1
Keysa belum bisa menerimanya. Dia masih ingin membuat harapan ibu terkabul sebelum meninggal. Dengan Arvin ibunya akan bahagia. Dengan Arvin hidupnya juga akan bahagia. Keysa yakin Arvin juga akan bahagia dengannya. Dibandingkan dengan perempuan yang tidak menyayanginya.
Tiba-tiba saja kebencian muncul dihatinya. Kenapa harus perempuan itu yang bisa membuat perasaan Arvin tergerak? Kenapa perempuan itu yang menikah dengan Arvin? Harusnya Keysa yang berada diposisi itu sekarang. Hanya dia yang mengerti Arvin dan semua luka-lukanya dimasa lalu. Bukan perempuan menyebalkan yang menggoda Arvin.