Hasrat Satu Malam With Hot Daddy

Hasrat Satu Malam With Hot Daddy
Chapter 106 - Nany Untuk Sikembar


__ADS_3

Lima hari berlalu sudah, hari ini Maura di izinkan untuk pulang karena jahitan nya sudah mengering dan tinggal pemulihan saja, jangan kelelahan dan istirahat yang cukup.


Tapi, istirahat di kala mengurus dua bayi kembar yang masih sering mengajak begadang karena sering terbangun tengah malam untuk menyusu cukup sulit.


Daniash sebagai suami dan ayah yang siaga, akhirnya benar-benar mewujudkan ucapan nya, yakni menyewa dua orang baby sitter untuk menjaga kedua buah hati nya. Tentunya, setelah serangkaian test yang pria itu lakukan untuk menjamin keselamatan anak-anak nya.


"Kalau sampai anak ku tergores sedikit saja, nyawa kalian taruhan nya!" Ucap Daniash tegas, membuat kedua baby sitter yang masih terlihat sangat muda itu, mungkin usia nya seumuran dengan Maura sedikit ketakutan. 


"Baik tuan, kami mengerti." Jawab kedua nya kompak. 


"Siapa nama kalian?" 


"Saya Mira, Tuan." Jawab nya lirih.


"Saya Hanin, tuan." 


"Ya, bekerjalah dengan baik." Ucap Daniash, lalu dengan langkah tegap nya meninggalkan ruang tamu. 


"Selamat siang, Nyonya." Sapa mereka kompak lagi, saat melihat Maura mendekat dengan mendorong satu troli bayi nya.


"Siang, kalian Nany yang bertugas menjaga baby Davi kan?" Tanya Maura dengan senyum ramah nya.


"Iya, Nyonya."


"Hmm, tugas kalian hanya menjaga baby twins saat malam, karena aku dan suami ku ingin beristirahat. Kalau siang, aku akan bermain bersama mereka. Kalian mengerti kan?" Ucap Maura dengan lembut.


"Mengerti, Nyonya."


"Stok ASI ada di freezer, kalau nanti baby Davi lapar, tinggal kasih saja itu ya. Aku ingin mandi dulu, silahkan kalian mengakrabkan diri." Maura mempersilahkan kedua Nany itu untuk menjaga kedua buah hatinya, sedangkan dia ingin mandi lebih dulu. 


"Baik, Nyonya."


"Aaaah, jangan terlalu formal padaku. Aku masih muda, panggil nama saja ya?"


"T-tidak mungkin, Nyonya. Karena Tuan Daniash memerintahkan kami untuk memanggil anda dengan panggilan Nyonya." Ucap Mira.


"Kalau begitu, panggil Nona saja ya? Aku berasa tua kalau di panggil Nyonya." Maura cekikikan saat mengatakan hal itu, tentu saja membuat Mira dan Hanin tersenyum kecil juga. 


"Baik, Nona."


"Ya sudah, jaga buah hati ku ya. Aku hanya mandi, setelah itu aku kesini lagi." Maura pun meninggalkan kedua bayi nya bersama Nany baru nya, dia sangat percaya pada kedua nya karena mereka sudah berhasil melewati serangkaian test dari suaminya lebih dulu sebelum di pekerjakan.


"Dad.."


"Iya, Mom. Mana Davi?"


"Davi yang mana hayo?" Tanya Maura dengan senyum menggoda.


"Ya dua-duanya, Mom." 

__ADS_1


"Ada di luar sama Nany nya, aku pengen mandi dulu Dad, gerah banget."


"Mandi bareng?" Ucap Daniash dengan wajah berbinar, juga senyuman nakal nya.


"Enggak, aku malu lagi banjir. Lain kali aja ya, Daddy." 


"Hemm, ya sudah. Daddy mau keluar liat baby twins aja kalo gitu." 


"Heh, jangan genit sama Nany baru itu ya?" Peringat Maura dengan tatapan memicing ke arah sang suami.


"Apaan sih, Mom. Enggak lah, Daddy kan udah punya Mommy."


"Kali aja nyari sensasi baru, kan aku lagi banjir gak bisa layanin Daddy." 


"Mom, Daddy gak kayak gitu. Daddy puasa aja gapapa, dulu juga puasa bertahun-tahun kuat kok apalagi ini cuma 40 hari." Jawab Daniash.


"Yakin? Soalnya Nany yang di luar itu cakep lho, mana masih muda." 


"Udah, gak usah mancing-mancing perdebatan deh. Kamu yang mancing, kamu juga yang kesel, Daddy yang salah." Daniash mengerucutkan bibir nya.


"Hehe, iya iya maafin deh."


"Yaudah kalau mau mandi, Daddy keluar dulu mau ngopi."


"Iya Daddy." Jawab Maura, perempuan itu pun masuk ke kamar mandi, sedangkan Daniash keluar kamar untuk sekedar ngopi dan bertemu dengan kedua bayi kembar nya.


"Tuan, ada perlu sesuatu?" Tanya Mira yang kebetulan sedang berada di dapur.


Baru mendengar suara nya saja, sudah membuat bulu kuduk nya meremang seketika. Memang Daniash itu mempunyai wajah yang rupawan, di tunjang pula dengan proporsi tubuh nya yang tinggi, tegap, bak binaragawan. Tapi, ada aura dingin yang menyelimuti pria itu.


"Kenapa wajah mu pucat, Mir?" Tanya Hanin, saat melihat wajah teman seprofesi nya pucat setelah dari dapur.


"Ketemu pak Daniash tadi di dapur." 


"Terus? Kan dia manusia, bukan hantu Mir." Jawab Hanin acuh, sambil mengayun-ayunkan tangan nya agar baby Daviandra semakin nyenyak. 


"Takut, gak tau aku takut banget sama pak bos, hehe."


"Iya sih, dia nakutin ya." Ucap Hanin, dia juga sebenarnya takut pada Daniash. Pria itu berbeda jauh dengan Maura, istrinya yang lemah lembut dan ramah. Sangat bertentangan sifat nya dengan seorang Daniash. Tapi ya itulah yang di namakan jodoh, saling melengkapi satu sama lain.


"Heem, tapi adem ayem kalau udah liat Nona Maura."


"Iya, vibes nya fositif banget dia tuh. Aku suka sama majikan ku itu, seperti nya dia sangat baik kan?"


"Setuju sih, Nin." 


Kedua nya pun kembali mengobrol banyak sambil menjaga kedua bayi yang masih anteng tertidur di dalam troli mereka masing-masing.


Hingga beberapa detik kemudian, baby Daviandra merengek kecil. Dengan sigap, Hanin langsung mengecek popok nya, ternyata basah. Gadis itu langsung mengganti popok baby Daviandra dengan yang baru, tangan mungil nya dengan cekatan mengganti popok dalam sekejap mata.

__ADS_1


"Uhhh, adek bayi pipis ya? Sini ganti dulu sama aunty ya." Menyusul, ternyata baby Daviana juga pipis, seperti yang di lakukan Hanin, Mira juga segera mengganti popok bayi itu dengan yang baru. 


Lalu memberi nya susu agar kedua nya tidak rewel, sambil memangku nya. Menggerakan nya ke kanan dan ke kiri dengan lembut penuh kasih sayang.


"Kenapa, apa mereka rewel?" Tanya Maura yang baru saja keluar dengan dress selutut berwarna merah maroon yang berbahan satin, membuatnya terlihat sangat cantik dengan rambut yang di gerai indah.


"Tidak, Nona. Mereka hanya pipis, setelah di ganti popok nya kami memberinya susu agar tidur kembali." Jawab Hanin.


"Ohh baiklah, setelah baby twins tidur kita makan bareng ya? Aku belum makan, laper hehe. Maklumin aja ya, namanya juga busui." Ucap Maura sambil cengengesan. Kedua Nany itu saling menatap lalu melempar senyuman manis.


"Mom.."


"Iya Daddy, kenapa?"


"Laper kan? Ayo makan."


"Sebentar, aku nungguin mereka biar makan nya bareng, Dad."


"Kamu lagi menyusui, sayang. Jangan terlambat makan, ayo makan dulu yang lain bisa nyusul nanti." 


"Hmmm, baiklah Daddy." Jawab Maura pasrah, kalau sudah begini suaminya paling tak suka kalau perintah nya di bantah.


"Aku makan duluan ya, suami udah nyuruh makan tuh."


"Baik Nona." 


"Nanti kalian makan ya?"


"Iya Nona." 


Maura pun pergi ke dapur untuk makan, dia memang selalu lapar dan sekali makan bisa dua kali porsi biasa nya, mungkin karena efek menyusui.


"Dad.."


"Iya, Mommy." Jawab Daniash, pria itu sedang menyeruput secangkir kopi yang dia buat sendiri.


"Mama sama papa, kapan pulang nya Dad?" Tanya Maura. Kemarin, Danish dan Riana pergi ke luar negeri untuk menjemput Dara, saudari kembar Daniash yang menetap di Amerika bersama suaminya.


Ada masalah disana, hingga membuat kedua orang tua nya harus menjemput nya. Namun, bukan masalah rumah tangga.


"Mungkin besok atau lusa, mereka gak mungkin bisa lama-lama pisah sama cucu-cucu gemoy mereka, Mom."


"Iya juga sih, pasti mereka kangen sama baby Davi ya." 


"Iya begitulah, Mom. Ayo makan dulu, kamu busui harus makan tepat waktu." Ucap Daniash, Maura pun mengangguk mengiyakan dan mulai makan dengan lahap. 


Di rumah ini, memang ada banyak maid dengan beberapa tugas masing-masing, ada yang memasak, bersih-bersih, menyiram tanaman, tukang kebun dan beberapa tugas tambahan lain nya. Jadi, Maura hanya perlu mengatakan apa yang dia inginkan, maka maid akan membuatkan nya. 


.......

__ADS_1


🌻🌻🌻🌻🌻


__ADS_2