Hasrat Satu Malam With Hot Daddy

Hasrat Satu Malam With Hot Daddy
Chapter 129 - Membujuk Daniash


__ADS_3

Daniash menatap sendu wajah pucat istrinya, berbagai alat kesehatan menempel di tubuhnya, bibir nya terlihat kering padahal biasa nya bibir itu selalu terlihat kemerahan. Pria itu tak kuat, akhirnya dia kembali menumpahkan air mata nya di samping tubuh lemah sang istri. 


Maura di nyatakan koma, karena banyak nya pendarahan dan terlambat mendapatkan donor darah karena Elgar yang sedang sakit dan tak memungkinkan untuk menjadi pendonor, jadi tak bisa menyumbangkan darah untuk sang putri. Darah Maura cukup langka, hingga cukup membuat kesulitan mencari golongan darah yang sama seperti Maura.


Sakit, jelas! Siapa yang membayangkan kalau istri tercinta nya harus mengalami hal semacam ini, hatinya terasa hancur saat mendengar vonis dokter beberapa saat yang lalu. 


"Maaf, kami sudah berusaha semaksimal mungkin. Dengan berat hati kami nyatakan kalau Nona Maura, koma." 


Saat itu juga, Amira tumbang. Begitu juga Elgar, pria paruh baya itu memang sedang dalam kondisi tidak baik, malah mendengar hal buruk terjadi pada putrinya, dia tak sanggup dan akhirnya tak sadarkan diri juga. 


Sedangkan Riana dan Danish, mereka sedikit lebih kuat. Riana hanya menangis tersedu-sedu di pelukan suami nya, sedangkan Danish memeluk dan berusaha menenangkan istrinya yang sedang terpukul saat ini. 


Daniash? Dia di tegarkan oleh Aryo, pria itu setia mendampingi atasan nya yang terlihat sangat berantakan. Keadaan nya saat ini sangat kacau, Daniash bahkan tak mau bicara pada siapapun. Membuat nya merasa tak tega meninggalkan atasan nya, dia pasti butuh teman bercerita saat ini. Istilahnya, dia butuh sandaran saat ini. 


"Tuan.." Panggil Aryo lirih, sambil menepuk pelan pundak sang atasan.


Daniash berbalik lalu menatap sekretaris nya dengan sendu. 


"Tuan, makan dulu ya? Anda belum makan sejak kemarin." Ucap Aryo, dia mendapatkan informasi itu dari Riana. Dia sudah kewalahan membujuk putra nya agar mau makan, tapi sia-sia saja karena Daniash hanya diam, tanpa menjawab apapun.

__ADS_1


"Tidak, Ar." 


"Tuan, ayolah. Jangan merusak diri sendiri, Tuan. Nona Maura pasti takkan menyukai ini." 


"Aku bilang tidak, ya tidak, Ar. Pergilah, jangan mengganggu. Kau terlalu berisik, mengganggu tidur istriku." Ketus Daniash, dia mengusir Aryo dari ruangan nya.


"Tapi tuan.."


"Pergilah, Ar. Jangan ribut disini, istriku sedang beristirahat." Pinta Daniash. Akhirnya, Aryo pun pergi dari ruangan itu dengan langkah gontai nya.


"Bagaimana, Ar? Daniash mau makan?" Tanya Riana. Aryo menggeleng pelan, dia juga gagal untuk membujuk pria itu makan. 


"Hmmm, dia memang seperti itu. Disaat seperti ini, dia hanya akan menuruti perkataan istrinya, hanya Maura yang bisa membujuk suaminya agar mau makan." Lirih Riana.


"Iya, tapi sekarang keadaan Maura sedang tidak memungkinkan. Jangankan membujuk suami nya makan, untuk hidupnya saja dia sedang berjuang." Ucap Danish.


Riana menganggukan kepala nya, dia setuju dengan pendapat suaminya. Lalu, kapan Daniash akan makan? Namanya orang koma kan tak bisa di tebak, kapan dia akan bangun. Bisa hitungan hari, minggu, bulan bahkan tahun.


Tapi tak lama kemudian, pintu ruangan terbuka dan menampilkan Daniash yang berwajah pucat.

__ADS_1


"Ar, belikan aku sup iga atau soto daging. Jangan lupa sambel dan jeruk nipis nya, uang nya minta sama Mama." Lirih nya. 


"Baik tuan." Jawab Aryo, dengan antusias. Dia senang akhirnya Daniash mau makan, tak perlu di bujuk sekalipun kalau dia sudah merasa lapar, ya dia akan minta makan dengan sendirinya.


"Jangan lama."


"Baik, tuan." Jawab nya, Aryo pun langsung pergi dari depan ruangan perawatan Maura dengan bersemangat. 


"Ar, ini uang nya.." teriak Riana, tapi Aryo sudah terlalu jauh dan tak mendengar suara Riana. 


"Biarlah, dia pasti punya uang, mungkin di talangin dulu."


"Iya, syukurlah akhirnya Daniash mau makan ya." Ucap Riana. 


"Aryo bahkan sangat bersemangat kan? Dia juga ikut senang saat Daniash mau makan." 


"Iya Mas, semoga saja Maura segera bangun ya agar Daniash bersemangat lagi seperti kemarin-kemarin." Riana menyandarkan kepala nya di dada bidang sang suami. Situasi saat ini cukup membuat nya kelelahan secara lahir juga batin.


🌻🌻🌻

__ADS_1



__ADS_2